Tampilkan postingan dengan label a-shout from the heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a-shout from the heart. Tampilkan semua postingan

Tidak usah berkendara di jalan raya jika tidak tau aturannya

21 Agu 2009

Sebuah pernyataan yang terkesan sombong, angkuh dan merasa hebat serta pintar ? Tergantung darimana kita mengambil benang merahnya. Saya akhir-akhir ini cukup was-was berkendara di belantara Jakarta. Was-was kenapa ? Setiap detik saya selalu dibuat jantungan dan bermain di area berbahaya. Lolos adalah sebuah keberuntungan. Dan keberuntungan itu saya dapatkan setiap hari. Gila.

Ada yang salah dengan sistem lalu lintas kita ? Bisa ya bisa tidak. Argumentasi berkeliaran menyinggung bobroknya pengaturan lalu lintas, infrastruktur hingga soal mental pengguna jalan. Saya paling menaruh perhatian kepada banyaknya jumlah Surat Ijin Mengemudi yang lolos dari pihak berwajib untuk dikantungi para pengendara amatiran. Bukan berarti saya profesional. Tapi tentu tidak juga amatir.

Saya adalah korban sistem kemudahan mendapatkan SIM. Cukup membayar sekian ratus tanpa harus antri. Antri pun sebenarnya ada di kondisi yang sama. Prosedur dan tes tidak murni diterapkan lengkap. Tapi kemudahan mendapatkan SIM saya anulir dengan terus menambah pengetahuan berkendara dan ber lalu lintas. Saya rasa ini lebih dari cukup untuk mempertanggung jawabkan saya karena menempatkan diri sebagai korban produksi SIM.

Berapa banyak dari pemohon SIM yang selepas pulang mau meluangkan waktu membaca literatur berkendara, baik soal skill maupun pelebaran pemahaman UU Lalin. Pasti tidak banyak. Beruntung saya bukan pemilik SIM yang asal punya. Saya meluangkan waktu mendapatkan ilmu baru. Saya meluangkan waktu memperbaiki diri.

Saya termasuk yang sering berkoar dalam tulisan soal menjadi penggiat -istilahnya- Safety Ride. Tapi ada semacam pemikiran terlintas, sepertinya ada yang 'missed' dalam kampanye ini. Ketika gelontoran artikel masuk ke sistem web atau email atau mailing list maka saya langsung berpendapat bahwa setiap pembaca pasti sudah punya pemahaman yang cukup. Pembaca bukan lah pengguna jalan raya amatiran. Mereka semua sanggup jadi panutan. Lalu bagaimana dengan para pengguna jalan raya yang 'lolos' dari kampanye yang banyak diumbar di internet ?

Jika kita mau bisa saja kita menjadi pengendara yang hebat, penuh sopan santun dengan skill yang mumpuni. Tapi yang terlihat adalah NOL BESAR. Berapa banyak dari pengguna jalan yang menghargai helm, yang mau menengok sekilas saat berubah arah, yang lebih memilih mendahului daripada menyalip, yang memutuskan berhenti saat lampu lalin berwarna merah ? Persentase nya bisa 1:20 jika dihitung jumlah kendaraan yang ada di belakang garis putih.

Apakah kita merasa pantas dan layak jadi pengguna jalan ? Saya merasa menjadi pribadi yang menuju sosok yang layak meski harus banyak melakukan perubahan. Di setiap persimpangan saja kita enggan menurunkan gas dan lebih memilih bermain di bibir kendaraan lain lalu kita anggap itu suatu tindakan pantas dan layak dan berpengetahuan sebagai pengguna jalan raya. Lihat lagi Surat Ijin Mengemudi, renungkan apa kita masih layak dan pantas berkendara di jalan raya. Kita sudah di ijinkan berkendara tapi bukan berarti jalan raya menjadi milik kita.

Tidak usah berkendara di jalan raya jika tidak tau aturannya.

Kehadiran KLX 150 Supermoto

6 Agu 2009


Baru saja lihat dan baca-baca disini , dikirimi link teman dari komunitas motor. Isinya adalah pemberitaan versi Supermoto dari varian Kawasaki KLX 150. Ini berarti memberikan harapan kembali bagi saya untuk meminang motor light-trail ini.

Seperti tulisan saya sebelumnya kalau jika ya -nekat- membeli versi saat ini, KLX 150, berarti akan ada dana lagi yang harus keluar untuk memodifikasi bagian ban dan tromol untuk menaruh ban aspal melekat di KLX. Setidaknya akan ada estimasi dana keluar hingga 2-3 juta untuk modifikasi, semata-mata agar nyaman di pakai harian yang selalu melintasi jalan aspal.

Varian ini lebih mahal 1.5 juta dari varian aslinya. Perbedaan hanya pada ubahan ban versi aspal dan penambahan handguard. Cukup signifikan untuk mengatrol gaya. Dana tidak perlu lagi keluar terlalu banyak jika memang varian ini sudah dijual luas. Berarti niat meminang Kawasaki KLX 150 naik lagi ke permukaan. Spek mesin akan sama dengan versi terdahulu.

chat sore-sore ..

27 Jul 2009

saya: kemarin pas baca buku provokasi ada kutipan menarik .... ketika kita ditantang orang *baca: ledek*
saya: jika kita balik ngeledek atau menantang berarti kita sama rendahnya dengan orang itu
dia: yup
saya: beruntung kejadian kemarin ga berlanjut
saya: di buku kita diajak unutk berpikir lebih
saya: dan tidak berbuat spontan
dia: he eh
dia: bener itu
saya: bisa jadi ejekan itu sebuah ujian, bahan renungan,atau mungkin jadi refleksi bahwa pihak lawan justru lebih rendah dari kita
saya: bukunya mem- provokasi kita untuk terus berpikir positif
dia: dan jgn mengambil keputusan di saat marah, byk ruginya..
saya: bukunya bagus
saya: kamu harus baca

.. jahhh ... si dia pas ku pamerin chattingan ini protes kok gambarnya ga nyambung, saya jawab "nyambung ah...", itu kan gambar saat pikiran kita sedang jernih .. di saat semuanya indah .. se indah lawan bicara saya ... *kedap-kedip .. kelilipan*

sumber foto : iHa

Provokasi ala Prasetya M Brata

27 Feb 2009

Sebenarnya saya agak tidak percaya dengan praktik hipnotis dan sejenisnya, kini saya baru dengar lagi satu 'term' baru bernama PROVOKASI. Siang ini, katakanlah seorang Provokator datang berkunjung ke kantor untuk bertemu dengan pak Jusri Pulubuhu, bos saya. Beruntung di sesi lain kelar sholat Jumat saya tiba-tiba bisa makan siang bersama mereka semua. Siapa sih provokator itu ? Namanya Prasetya M Brata, blogspotnya bisa dilihat disini http://provokasi-prass.blogspot.com/ , sementara web nya www.provokasi.com masih 'under construction'. Facebooknya pun ada, silakan ketik nama diatas tadi.

Di tengah makan siang tiba-tiba muncul topik untuk mempengaruhi seseorang. Saya menghindar dan tidak mau jadi objek. Bujuk punya bujuk akhirnya saya mengiyakan dan bukan bermain di sesi hipnotis. Pak Pras memerintahkan saya untuk merapatkan dua tangan untuk melihat mana yang lebih panjang. Jari tengah kanan atau jari tengah kiri. Saya tempelkan dan terlihat lebih panjang yang kanan. Setelah dipengaruhi dan memisahkan kedua belah tangan kembali saya membandingkan. Pak Pras bilang dengan tegas sekarang jari tengah kiri yang panjang. Loh ... kaget, takjub dibarengi tawa rekan-rekan lain. Jari tengah kiri kini lebih panjang. Apa yang salah dengan mata saya ? Tidak ada yang salah karena kita sudah dipengaruhi oleh sebuah ketegasan bahwa jari tengah kiri akan menjadi lebih panjang dari kanan. Mindset berubah. Tidak akan percaya jika tidak mencobanya.

Saya merasa cukup beruntung punya sesi singkat dengan provokator ini. Ajarannya mengatakan bahwa kita akan memerintahkan otak kita sesuai apa yang kita pikirkan. Bisa karena mau dan tidak bisa karena tidak mau. Simpel. Mempengaruhi orang pun akan mubazir jika kita belum mampu mempengaruhi diri kita sendiri bahwa kita bisa. Memprovokasi adalah menyulut sesuatu. Mungkin seperti motivator dalam bentuk yang berbeda. Pak Jusri yang beberapa hari lalu mengikuti seminar nya menjadi semakin terbuka tentang motivasi diri dan hal-hal yang berbau provokasi. Provokasi dalam bentuk positif tentunya. Oiya, pak Pras seorang 'bikers' juga ternyata, tuh liat motor dan asesori nya. Wah masih satu semangat bikers juga dengan saya rupanya. Semoga di lain kesempatan bisa bertemu kembali. Bravo Provokasi.

My Dream Bikes

13 Feb 2009




















Bye Now Isat !

28 Jan 2009

ceritanya email perpisahan, tp dibuat singkat aja ketimbang nulis nama satu-satu yang belum tentu kasi efek bagus ke kita selama bekerja.

====================
... signing out from Persada / Indosat ...

Terima kasih atas segala kesempatan yang diberikan buat saya mulai dari awal masuk hingga detik ini saat email terkirim.

ppfff ........ don't know what to say, only Big Thanks buat semua yang mengenal saya, mulai dari pucuk pimpinan komando sampai divisi kroco mumet.

Tetap jalin silaturahmi ya ... jika ada sesuatu silakan lirik email address saya di bawah.

... signing in to new hope and new adventure ... Jakarta Defensive Driving Consulting !



rgds.

andry.berlianto@gmail.com
www.andryberlianto.co.cc
====================

Penggiat Kampanye Aman Berkendara

22 Jan 2009

mission one :
Menggiatkan diri di tengah isu road safety, jika diperkecil lingkupnya akan masuk ke soal 'safety riding'. Ya, Safety Riding, dan secara arti semua individu pasti punya definisi masing-masing. Misi terdekat paling tidak menyeruakan ke mereka yang dekat di keseharian. Bisa keluarga, bisa teman, bisa sebuah mailing list. Tentunya dengan tidak menampik bahwa jika kita berani berteriak, kita sudah harus dalam posisi sebagai contoh. Effort yang berat tapi harus dijalani.

Konsumsi harian tentunya menyebarluaskan informasi lintas milis. Disukai atau tidak ini menjadi konsumsi menarik karena seringkali satu pendapat ditentang pendapat yang lain, yang menyenangkan ketika sebuah pendapat diterima oleh khalayak milis secara luas. Gue pikir apa yang telah dan terus gue lakukan terbilang berhasil. Coba saja jika negri ini mau menyadari betapa keselamatan berkendara itu penting. Jadi ketika berangkat kita selamat, pulang pun masih sehat wal afiat. Amin. Mission One .. accomplish kali ya, dah berhasil kasi efek ke internal komunitas motor sendiri dan milis-milis yang di ikuti.

Nah setelah yang diatas dah jadi kegiatan harian, gue coba tulis nanti ide dan pikiran menyiasati bagaimana seharusnya seseorang memandang lebih jauh soal aman berkendara. Ga perlu dalam skala besar Indonesia, tapi cukup lah diluncurkan peluru ilmu ke mereka yang terdekat.

Stay Tune !

Mission : Possible : Safe Road !

21 Jan 2009

Well .... ide awal keikutsertaan gue di kompetisi nge-blog ini ya murni karena merasa wajib berbagi atas misi yang tengah berjalan. Mission : Possible. What mission ? Entah muluk entah tidak karena pihak yang akan gue sasari hanya sebuah hati dimana hati tersebut mau kembali berpikir tentang arti keselamatan berkendara. Ya, berkendara .. itu yang secara spesifik gue coba angkat karena mau ga mau fakta menyebutkan bahwa lalu lintas sudah lebih dari kacau dan jauh dari kata ideal. Sebagai seorang penggiat kampanye road safety, khususnya saat berkendara roda dua, paling tidak ajang ini bisa jadi medan yang baik untuk pembaca untuk kembali melihat apakah sikap berkendara kita sudah dekat dengan kata aman atau justru meninggalkan sifat nyaman.

Berkaca saja pada diri sendiri, apakah kita berada di barisan minoritas yang tertib hukum jalan raya dan berusaha mentaati seluruh peraturan berlaku, atau justru mengalihkan kesalahan ke pihak lain dan memilih lebih baik berbaris melanggar peraturan dan tidak peduli akan berdirinya rambu-rambu. Melakukan sesuatu untuk negri buat gue ya hanya ini, mencoba mengangkat kembali bahwa keselamatan berkendara itu penting. Berkendara tidak hanya soal memutar gas tapi juga bagaimana menghargai sesama pengguna jalan.

Apa aja misinya ? stay tune aja ............. i'll post it one by one later !

4T buat Penyeberang Jalan

9 Des 2008

Kira-kira apa yang ada di pikiran para pengendara motor melihat objek bernama pejalan kaki dan penyeberang ? Tanpa sadar para pengendara motor kurang menghargai mereka sebagai sesama pengguna jalan. Terkadang tidak dipedulikan bahkan hingga dibuat meminggir secara terpaksa. Tak jarang pejalan kaki harus urut dada menghadapi situasi sulit ketika ingin menyeberang jalan. Departemen Perhubungan Darat yang saat ini tengah gencar berkampanye soal keselamatan menyelipkan tips singkat bagaimana seharusnya seorang pejalan kaki menyikapi cara menyeberang jalan. Suatu hal mudah yang harus dibiasakan demi keselamatan.

Dalam situasi ini Dephub memperkenalkan istilah 4T, yaitu :

1. Tunggu Sejenak
Sabar, lalu sabar dan sabar. Itu sikap yang harus ditunjukkan saat melihat lalu lintas jalan raya ibukota. Salah sedikit saja tak akan luput dari senggolan kendaraan bermotor. Belum lagi jika harus menerima dipersalahkan karena tak jarang penyeberang ragu-ragu dalam bergerak. Yakinkan diri anda sebagai penyeberang dan fokus terhadap arah tujuan jalan.

2. Tengok Kanan
Biasakan selalu menengok ke kanan untuk melihat keadaan. Banyak kendaraan yang bergerak cepat, tapi tak jarang ada yang bergerak lambat. Secara tak sadar reflek gerak moncong motor akan mempengaruhi badan si penyeberang. Contohnya ketika moncong kendaraan bergerak ke kanan, badan seperti terbawa ke depan, ketika kendaraan bergerak ke kiri, badan seperti bergerak mundur.

3. Tengok Kiri
Kelar tengok kanan, jangan lupa tolehkan kepala ke kiri sekedar untuk mengantisipasi objek tak terduga. Acap kali ada saja kendaraan yang melawan arah hingga tak ayal muncul sebagai objek penebar bahaya.

4. Tengok Kanan Lagi
Kanan, kiri lalu tengok kanan lagi, yakinlah bahwa dalam sepersekian detik situasi jalan dan kendaraan sudah akan berubah secara signifikan. Respon pengendara pun berbeda-beda dalam menyikapi objek di jalan. Maka fokus dan konsentrasi dan hindari menjadi korban atas kesalahan pengendara atau bahkan kesalahan sendiri.

Empat langkah diatas sungguh sebuah tips sederhana dalam usaha penyeberang agar bisa melintas. Gunakan jalur zebra cross atau maksimalkan fungsi jembatan penyeberangan agar situasi negatif bisa dihindari. Bagi pengguna kendaraan pun sudah saatnya menghormati pemakai jalan lain, sama-sama menggunakan fasilitas umum dengan kadar yang berbeda tentunya harus dibarengi dengan sikap saling menghormati. Bisa ?

sumber gambar

On Air bentar Sore-sore

27 Nov 2008

Kemarin malam ............. brakkk ... 3 rider sukses tergelincir akibat jalan licin di tikungan Pemancingan Pd Kopi menuju tanjakan Bintara. Gue yang datang belakangan cuma bisa kasi kode ke belakang agar memperlambat laju kendaraan. Satu sis ber Tiger langsung teriak nanya .. "Kenapaaa ?" .... gue cuma jawab .. "Jatuh ... Licin !". Terlihat tidak parah, rider 1 rada pincang pegal di pinggang, rider 2 nyengir ke belakang, rider 3 kayaknya mo marah ke rider 2 tp ga jadi ... 3 motor jatuh satu-satu dan tidak ada kontak langsung, murni karena tergelincir. Mungkin karena spontan reflek tekan rem melihat yang depan jatuh, kaget dan ikutan tergelincir. Rem depan yang tertekan gue pikir jadi faktor utamanya, jika rem depan yang ditekan justru kestabilan motor terkunci dan yang ada pasti ban terpeleset, lalu terjatuh. Beda jika rem belakang yang ditekan, efek sliding sepertinya masih bisa dalam taraf pengendalian standar. Setelah melihat semuanya baik-baik saja langsung gue lanjutin perjalanan pulang. Masih gerimis, masih licin, dan masih ribet bawa backpack ... rusuhnya naik motor ga pake box. Ribet !

Di waktu yang sama gue tengah nge-dengerin i-Radio Sore-sore, tetap dengan nuansa Sandy ngerjain Mely, kali ini lagi angkat topik "Berubah itu Mudah : being a Safety Driver". Ga safety denger radio sambil naik motor ? Ya dan tidak, justru buat gue radio jadi mesin penyedia informasi lalu lintas yang cukup valid sambil menghilangkan suntuk akibat buruknya situasi lalu lintas Jakarta. Asal ... sumbat satu kuping saja dan dengan volume yang tidak besar. Satu kuping lagi berfungsi untuk tetap me-monitor keadaan sekitar. Cukup safe i Think !.

Seperti biasa mereka buka line di 0816 1 472 346 (SMS) , isi SMS yang masuk tetep pada 'ngomel' soal keberadaan motor dan keberingasannya. Memang benar juga sih tapi umpatannya tetep bikin gemes. Hasil gemes langsung gue pinggirkan motor yah sekedar untuk kirim SMS soal tips trik menghindari tergelincir, persis di bawah Fly Over Kranji tertulis 'Message Sent'. Kringgg .... baru sekian menit ada telp masuk, namanya Ade, dari i-Radio langsung bla bla bla ngajak on air bentar bareng Sandy n Mely, OKELAH KALO BEGITU .. jawab gue singkat. Terpaksa donk minggirin motor lagi, kali ini lebih safe untuk on air dan cari spot yang tidak bising. Yak masuk ............. jreng ... ane on-air yah sekitar < 10 menitan kali ya (ga tau brp menit), cuap-cuap soal jadi defensive rider itu mengasyikan, mengutamakan selamat karena punya keluarga dan hal-hal lain seputar gimana baiknya berperilaku SAFE di jalan, gue tegesin juga kalo riding itu adalah full time job, konsentrasi all the way. No Excuse !.

Santai dan puas tapi tetep ketinggalan mo nyertain info weblog Safety Riding gue di www.jalanraya.net. Yah tapi tetep lah puas banget. Kringgg .......... baru mo jalan, si Irwan telp. Ya ya ya .. itu gue ... kekekekekke...........

=========
foto : Facebooknya i-Radio Sore-Sore

to good to be true

20 Agu 2008






i'm just too afraid she might end up as a part of a man's game, something that i always see every second counts in my life, you never know the inside of a man's heart, over-care? i hope not, she's just to good to be true and she exist to be loved every second every minute.

[ picture ]

3A : Attribute - Attitude - Action !

1 Jul 2008

Apa sih yang kita pikirkan sebelum kita berkendara ? Belum lagi saat kita sedang berkendara dan setelah kita berkendara. Terbilang rumit pada awalnya jika terlalu dipikirkan dan baru akan terbilang mudah saat sudah terbiasa. Judul diatas seolah menjadi pengingat bahwa berkendara bukan sebuah perkara mudah. Pengendara dihadapkan ke dalam dunia baru yang senantiasa berubah tiap detik, dari melihat ujung gang sebagai pintu keluar kita untuk masuk ke jalan raya, sapaan dan ucapan hati-hati oleh keluarga juga tetangga hingga kita terbentur kemacetan yang kadang tak habis pikir bagaimana kemacetan itu bisa terjadi.
3 faktor yang idealnya patut dimengerti dan dijalani oleh setiap pengendara adalah 3 A, masing-masing Attribute atau Perlengkapan (berkendara), Attitude atau Sikap dan Action atau Aksi saat kita berkendara. Melupakan satu dari 3 poin tadi bisa saja membuat pengendara terjebak dalam potensi bahaya baik berupa bahaya pelanggaran maupun bahaya akan kecelakaan.
Sadar atau tidak pengendara sering kali mengabaikan data kecelakaan yang terkadang dirilis oleh beberapa lembaga yang peduli dengan keselamatan jalan, seperti Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya yang secara intens mengeluarkan data-data kecelakaan yang lalu dilansir pihak TMC atau Traffic Management Center dimana selalu saja muncul data adanya 3 kali kecelakaan dalam satu hari yang selalu berujung hilangnya nyawa. Itu yang baru terdata, belum lagi data-data yang tidak dilaporkan. Contoh lain seperti Rumah Sakit mungkin setiap harinya sudah memiliki menu utama menghidangkan beragam menu korban kecelakaan di meja operasinya. Apakah kita sebagai pengguna aktif kendaraan mau secara sukarela jadi korban sia-sia atau memilih menyisakan waktu untuk lebih memikirkan pentingnya Aman Berkendara, karena itu semua demi keselamatan bersama.
Mari kita coba tilik 3 faktor di atas yang semoga dapat menempatkan kita sebagai pengendara yang mau peduli tentang keselamatan saat berkendara di jalan raya.

1. ATTRIBUTE
Attribute atau Perlengkapan menjadi ritual pertama yang harus dipenuhi sebelum kita berkendara. Lengkapi diri dengan proteksi maksimal yang diharapkan mampu mengurangi tingkat luka jika kita terlibat masuk sebagai bagian dari sebuah insiden di jalan raya.
• HELMET, pilih helm yang benar-benar di rekomendasikan untuk sebuah keselamatan. Paling mujarab adalah memilih helm jenis penuh (Full Face) selanjutnya yaitu model setengah (Half Face) dan jangan pernah menyentuh atau memilih helm yang lebih dikenal di masyarakat sebagai helm cetok yang notabene aspek keselamatannya adalah nol besar.
• JAKET, pilih jaket bermaterial tebal dan menyesuaikan cuaca yang ada demi menghindari efek tidak nyaman. Jaket yang baik sesungguhnya hadir pada jenis jaket yang dapat mengurangi luka akibat gesekan.
• SARUNG TANGAN, pilih sarung tangan model penuh tertutup dan bahan tebal namun nyaman dan tinggalkan kebiasaan mengendarai motor tanpa sarung tangan. Ini lagi-lagi demi menghindari luka akibat benturan maupun gesekan.
• CELANA, untuk kondisi berkendara di jalan raya, pemilihan celana panjang bermaterial keras model jeans atau ber materi sejenis adalah baik ketimbang memilih bahan yang amat tipis seperti celana bahan yang kerap dipakai untuk ke kantor. Jika dirasa merepotkan ada baiknya menyediakan celana pengganti disaat kita berkendara atau kita sedang bekerja di kantor.
• SEPATU, pilih sepatu yang mengamankan bagian bawah hingga mata kaki dan ber bahan keras yang setidaknya lagi-lagi demi menghindari luka aibat gesekan.

Jika kelengkapan di atas sudah dipenuhi secara ideal barulah kita bisa merasa ’safe’ saat melakukan perjalanan. Terlepas dari apa yang sudah terpasang di badan, ada baiknya juga memperhatikan sisi kesiapan kendaraan seperti kualitas Ban, Shock breaker, Rantai, Rem, Lampu hingga Pelumas sekalipun.
Bicara pelumas, SHELL hadir sebagai salah satu penyedia pelumas dengan keunggulan standar internasional. Hadir dengan teknologi DPA (Dynamic Performance Additive) yang dapat dipercaya mengatur oksidasi di dalam bak mesin yang efeknya dapat membuat kendaraan tetap fit dikendarai. Jika kendaraan tetap fit dan senantiasa melakukan pemeriksaan kondisi mesin secara rutin sudah tentu akan dibarengi oleh tingkat kenyamanan yang dirasakan pengendara, tentunya ini menjadi sebuah satu kesatuan kenyamanan dimana kendaraan pun sudah siap secara teknis sementara pengendara sudah siap oleh atribut yang terpakai.

2. ATTITUDE
Bicara Aman Berkendara tentu tak akan lepas dari yang namanya ATTITUDE atau SIKAP. Poin ini bisa senantiasa ditunjukkan saat kita berkendara di jalan raya yang harapannya jika kita ber-’tingkah’ baik maka perilaku tersebut bisa menjadi contoh bagi pengendara lain.
Fakta di jalan memang masih jauh dari kondisi ideal dimana sering terjadi perebutan hak badan jalan, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, di abaikannya perintah-perintah petugas hingga mempertunjukkan sikap berbahaya saat berkendara seperti perilaku zig-zag, pemakaian kelengkapan berkendara yang tidak pada tempatnya hingga penolakan pemakaian atribut perlengkapan standar berkendara. Perilaku ’nyeleneh’ itulah penyebab dasar seringnya terjadi insiden baik dalam skala besar maupun kecil.
SHELL bukannya tidak tanggap seperti yang beberapa waktu lalu ditunjukkan di dalam berbagai ’gathering’ yang banyak melibatkan para pengendara roda dua dimana sisipan-sisipan pesan keselamatan selalu digaungkan demi tercapainya kondisi ideal saat berkendara.
Membludaknya populasi kendaraan roda dua memaksa berbagai instansi menjalankan triknya sendiri-sendiri dalam usahanya menyentuh sisi kesadaran pengendara untuk berperilaku aman dan nyaman baik bagi diri sendiri maupun pengendara lain. Kita yang di posisikan sebagai pengguna jalan raya senantiasa wajib mendukung penuh sebuah kampanye ber nuansa Safety Riding demi mengejar situasi ideal saat berkendara yang harapannya dapat memperkecil tingkat kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua yang ironisnya hingga kini jalan raya masih saja gemar mengumbar fakta dimana jalan raya rutin mengambil korban setiap harinya baik berakhir luka ringan, luka berat hingga tewas sia-sia.

3. ACTION
Disinilah ACTION itu akan bergerak. Jika ATTRIBUTE sudah mendukung dan ATTITUDE yang berkaitan dengan sopan santun dalam berkendara sudah terpenuhi maka waktunya lah untuk mewujudkan dalam bentuk sebuah aksi (ACTION). Atribut standar lengkap akan sia-sia tanpa Sikap yang tak jauh dari pengabaian sopan santun, begitu juga sebaliknya. Aksi akan menjadi pelengkap dalam mewujudkan sebuah arti keselamatan dimana kita bisa menjadi pihak yang selamat saat pulang dan pergi dari dan ke sebuah tujuan. Keluarga tetap menanti dan jangan sampai ktai hadir ditengah keluarga hanya berupa sebuah berita kecelakaan saja.
Tentunya AKSI ini pun harus dibarengi dengan ketegasan para petugas yang berada di lapangan untuk senantiasa menjunjung tinggi penegakkan hukum jalan raya. Sikap setengah-setengah dari para penegak hukum hanyalah akan menjadi makanan basi yang akan di ’lepeh’ setelah dirasakan. ACTION atau aksi haruslah dilakukan oleh setiap pengendara yang sudah sadar tentang pentingnya manajemen resiko saat berkendara.
Kini dituntut kesiapan dan intensitas pihak-pihak terkait baik dari sisi Kepolisian, ATPM, produsen alat-alat keselamatan berkendara hingga produksi pelumas macam SHELL untuk menggelar berbagai konsep yang mengutamakan penyebaran virus Aman Berkendara demi terciptanya kondisi ideal dan jauh dari data-data miring tentang fenomena kecelakaan.
Pengendara atau pemilik kendaraan bermotor pun sudah seharusnya mau mengambil waktu untuk mempelajari berbagai informasi dan pengetahuan tentang perilaku berkendara yang baik. Membuat SIM pun idealnya harus lebih rapi demi menekan pelaku-pelaku miring yang senantiasa akan bertindak gegabah saat berkendara, inilah poin yang harus dicermati Kepolisian sebagai penyaring utama para pengguna kendaraan.
Jika ATTRIBUTE sudah terpenuhi dan ATTITUDE sudah nyaman menjadi bagian dari diri sendiri maka ACTION lah yang akan menjadi penentu utama saat kita dapat selamat atau tidak di belantara jalan raya. Wujudkan 3 A dan SADAR AMAN BERKENDARA UNTUK KESELAMATAN BERSAMA.

( SHELL Blog Writing Competition 2008 )

Madonna - "4 Minutes"

15 Mei 2008

OneRepublic - "Stop and Stare"