Akhirnya kelar juga bikin booklet (atau pamflet .. atau brosur ya namanya :p) dengan tema Panduan Keselamatan Berkendara Sepeda Motor (Defensive Riding). Halamannya tidak banyak, hanya memuat 4 lembar saja dan berkutat pada informasi mengenai konsep PLS milik JDDC -awalnya dikenal dengan Pulubuhu System-, lalu reminder untuk selalu melakukan pengecekan kendaraan hingga tips singkat 'proper gear' untuk berkendara. Terakhir menulis beberapa elemen penting mengemudi defensif.
Yang ini memang baru versi motor, dan mobil akan menyusul kemudian. Tidak akan sempat bikin besok karena jadwal back up training menunggu, besok 'main' ke Philips sebagai klien. Training mobil. Booklet ini rencananya sebagai bahan bawaan kami, JDDC untuk ber kampanye jelang waktu mudik, bisa saat seminar maupun pelatihan-pelatihan. Content tidak terpaku pada saat mudik agar masih bisa diterima di luar waktu mudik. Booklet sederhana menggunakan Mic Publisher, cari-cari alat sederhana untuk nge desain.
Kategorinya !
- a-biker's blog (69)
- a-Blog This Sony Ericsson (35)
- a-candid camera (11)
- a-cs 1 (14)
- a-desain (1)
- a-dewi-dewi (11)
- a-entertainment (10)
- a-event (26)
- a-fun food rally (1)
- a-gadget (3)
- a-global warming (2)
- a-HAI (1)
- a-i complain (22)
- a-jalan jalan (23)
- a-jddc (4)
- a-kantor (1)
- a-khcc (2)
- a-KLX (1)
- a-kuliner (8)
- a-lahan parkir motor (2)
- a-love (1)
- a-magazine (2)
- a-Manchester United (14)
- a-motoGP (14)
- a-motor (1)
- a-movies (9)
- a-nulis nulis (50)
- a-pikir dulu donk (11)
- a-project JR (4)
- a-provokasi (1)
- a-public figure (1)
- a-review (10)
- a-Ride to Bromo (3)
- a-roadshow JDDC (4)
- a-safety riding (49)
- a-SALE (1)
- a-sepakbola (9)
- a-shout from the heart (14)
- a-si kecil (2)
- a-superhero (6)
- a-tempat modif (1)
- a-turing bikers (9)
- a-turing mudik (23)
- a-tv show (7)
- a-ujung genteng (9)
- a-vario (2)
- a-worldsuperbike (1)
- aku dan negri (2)
- bcbloggerday (11)
- DR LEON JAMES (1)
- iHadesign (8)
- JOE PALLADINO (1)
Ndesain Booklet JDDC
12 Agu 2009Diposting oleh Andry di Rabu, Agustus 12, 2009 0 komentar
Label: a-jddc, a-nulis nulis
CFR Jambi - Pekanbaru untuk Transgasindo
7 Jul 2009( http://www.jddc-online.com ) Kebutuhan akan keselamatan dan 'skill' berkendara level lanjutan dengan medan offroad menjadi menu pelatihan CRASH FREE RIDING bersama Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kali ini. Klien atas nama TRANSGASINDO memberikan pelatihan aman berkendara kepada para pegawai lapangannya. Transgasindo sebagai penyedia alat transportasi gas bumi memang banyak menempatkan pegawai lapangannya di pelosok daerah dengan ragam medan yang berbeda. Kali ini Transgasindo bersama JDDC mengambil tempat di dua kota besar Sumatra masing-masing Jambi dan Pekanbaru. Rata-rata peserta adalah dua puluh dimana kelas dibagi dua hari, teori dan praktek.
JAMBI
Kota seluas kurang lebih 205 kilometer persegi ini menjadi tempat pertama pelatihan pegawai Transgasindo, yaitu pada tanggal 29 - 30 Juni 2009. Kelas teori mengambil tempat di ruang training hotel NOVOTEL Jambi, sementara untuk sesi praktek mengambil tempat di lapangan Jambi Adventure Motosport (JAM) Kenali Asam Jambi. JAM ini adalah lahan latihan serta kejuaraan lokal Motokros di daerah Jambi. Trek yang dibina oleh Wak Eng sebagai pengurus ini sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Beberapa trainer JDDC seperti sudah kembali ke 'rumah' jika melihat 'dirt track' lapangan ini. Turut mendampingi di seluruh kegiatan dari pihak Transgasindo adalah pak Lufti Amriza selaku HSE Officer.
Berlaku sebagai PIC Training (teori dan praktek) JDDC sdr Dharma plus instruktur lapangan masing-masing Herry, Aldy dan Andry. Masing-masing mengawal peserta baik pada sesi 'Closed Track' atau lapangan dan sesi 'Commentary Riding' atau tandem di jalan raya. Menyusuri jalan berdebu di pinggir trek lalu menelusuri pinggir kota Jambi menjadi medan tes yang sesungguhnya dimana peserta dihadapkan pada bahaya-bahaya yang sifat nya nyata.
Pak Salim sebagai salah satu peserta menjadi sosok paling ramai yang disoraki rekan-rekannya. Putaran gas yang masih ragu-ragu terkadang menjadi bahan ledekan rekan-rekan sejawatnya. Yang patut dipuji dari sosok pak Salim ini adalah kepeduliannya terhadap keluarga. Materi yang diberikan saat teori langsung di estafet kan kepada istri dan keluarga tercinta dan tidak melupakan memberikan 'brief' singkat pagi sebelum semua anggota keluarga melakukan perjalanan.
PEKANBARU
Beda Jambi beda pula Pekanbaru. Kota seluas 623 KM persegi ini memiliki kepadatan lalu lintas yang melebihi Jambi. Maklum lebih besar dan hitungannya lebih maju dan berada di bawah kendali Provinsi Riau. Kata Pekanbaru sendiri awalnya hadir dengan sebutan 'pasar baru', penduduk lokal pun lebih dekat dengan kata 'pekan baru' dan sejak 1784 lah kota ini identik dengan sebutan PEKANBARU.
Di kota ini sesi teori mengambil tempat di ruang training hotel GRAND ZURI Pekanbaru sementara lahan praktek mengambil tempat di ruang parkir GOR Tribuana. Jumlah peserta pun menyamai sesi Jambi dan datang dari para pegawai lapangan yang selalu berdekatan dengan operasional transportasi gas. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 2 - 3 Juli 2009. Sama seperti halnya di Jambi pada pelatihan praktek disiapkan motor yang memang dekat dengan keseharian operasional yaitu motor trail Suzuki TS dan Honda Win yang memang diciptakan untuk medan off road.
Ada satu cerita menarik saat break makan siang yang dilalui peserta. Pak Guswari yang tengah kembali menuju lapangan mendapati tontonan dua kendaraan roda empat yang mengalami insiden. Dari benturan yang terlihat pada foto yang dipamerkan pada tim JDDC jelas terlihat bahwa benturan terjadi cukup keras antara dua mobil di persimpangan. Kejadian ini menjadi contoh nyata kebutuhan pengendara untuk selalu mewaspadai kendaraan di segala sisi, apalagi saat masuk persimpangan dimanapun kendaraan idealnya menahan atau memperlambat laju kendaraan, berhenti jika perlu. Tengok sekilas mewaspadai situasi di segala arah baru melanjutkan perjalanan. Pelatihan yang ditemani oleh HSE Officer Transgasindo pak Riki Darma hingga akhir ini tampak memuaskan para peserta. Dan karakter defensif di jalan raya dibarengi skill yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat tentunya jadi bekal berharga untuk bisa selamat di jalan raya.
Diposting oleh Andry di Selasa, Juli 07, 2009 0 komentar
Label: a-jddc
SNI oh SNI
25 Mar 2009
Salah satu teman terlihat bersungut-sungut membaca situasi lalu lintas kota Surabaya yang jauh lebih sadar akan pentingnya keselamatan kepala ketimbang kota asalnya, Jakarta. Apa yang menjadi pembeda, tak lain adalah tegasnya peraturan di Surabaya yang langsung menilang pemakaian helm jenis cetok. Mungkin efek takut ditilang memaksa para pengendara di Surabaya melupakan pemakaian helm cetok.
Jakarta yang terhitung ibukota negara sesungguhnya harus memiliki ketegasan yang sama dengan Surabaya. Karena melalui ketegasan itulah pengendara akan lebih menghargai keberadaan hukum dan aturan yang berlaku. Menindak tanpa pandang bulu adalah sebuah usaha maksimal yang idealnya diterapkan demi merubah kebiasaan buruk pengendara yang selalu melalaikan keselamatan.
Di luar perbedaan penegakan aturan pemakaian helm non-cetok tadi kini muncul ragam kontroversi baru tentang keinginan pemerintah untuk menerapkan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk dipakai oleh seluruh pengendara roda dua. Sebuah usaha yang baik meski masih miskin sosialisasi. Faktanya belum banyak pengendara yang faham tentang definisi SNI itu sendiri dan bagaimana kualitas helm yang sudah dilabeli SNI. Bisa jadi penempatan logo SNI hanya sekedar formalitas bernuansa bisnis agar bisa lolos dari jerat hukum.
Pada skala internasional sendiri sertifkasi pengaman kepala memilih lembaga model SNELL dan DoT yang sudah wara-wiri memunculkan data kualitas helm terbaik dan selalu up to date ini diakui dan digunakan juga pada aktivitas high risk seperti dunia balap International. Kemunculan SNI sendiri sudah saatnya sejajar dengan lembaga yang disebut tadi, tentunya dengan kekuatan lembaga yang sama kuatnya dalam menjamin unsur keselamatan dan penilaian terhadap sebuah produk yang dikeluarkan. Sudah rahasia umum bahwa konsistensi penegakan hukum di Indonesia pada prakteknya selalu naik turun. Ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk mensosialisasikan dalam level apa SNI bisa ditempatkan. Tentunya semua demi keselamatan pengguna jalan raya.
1. Sebenarnya apa fungsi utama helm untuk pengendara motor?
---> Helm lebih sebagai media peredam benturan langsung terhadap kepala & muka, meskipun tidak dalam porsi menyelamatkan tapi fungsi helm lebih pada mencegah dan meminimize tingkat cedera pada kepala akibat benturan. Ini akan berpengaruh banyak jika helm yang digunakan mampu menutup seluruh area kepala dan muka.
2. Seperti apa sih helm yang bisa menjamin keselamatan berkendara? Apakah yang sudah mempunyai standar internasional seperti DOT dan SNELL?
---> DoT (Departement of Transportation - http://en.wikipedia.org/wiki/Department_of_Transportation) dan SNELL (http://en.wikipedia.org/wiki/Snell_Memorial_Foundation) adalah organisasi independen yang mendunia dan memang mengkhususkan diri mewartakan fungsi helm (khususnya SNELL) dan memberikan uji sertifikasi atas kualitas helm dimana pada kerjanya mereka memberikan rating produk helm satu dengan yang lain agar bisa menjamin keselamatan kepala meski tidak 100 %.
3. Apa pengaruhnya jika pengendara motor tidak menggunakan helm yang tidak berkualitas?
---> Takaran berkualitas pada masyarakat Indoenesia lebih kepada sisi desain dan material, biasanya untuk daily riding cukup mengenakan half-face, sementara untuk tour riding lebih prefer ke full-face. Melalui sertifikasi internasional layaknya SNELL DOT pengendara bisa merasakan lebih safe karena material helm yang terbeli sudah benar teruji dengan metode tes kelas wahid (tes benturan dari ketinggian tertentu hingga tes dalam wind tunnel). Jawaban jika tidak menggunakan helm yang berkualitas kualitas cedera kepala semakin buruk.
4. Menurut anda, helm berkualitas itu seperti apa?
---> Ukuran berkualitas jika helm itu mampu memberikan keamanan & kenyamanan pada kepala, fungsi chin strap yang kuat, casing yang teruji hingga material busa yang melindungi batok kepala serta berat yang ringan. Untuk ukuran DoT dan SNELL pasti masuk hitungan meskipun SNI sudah mampu berbicara lebih untuk memuaskan keinginan pengendara terhadap kenyamanan sebuah produk.
5. Pemerintah akan memberlakukan SNI wajib Helm per 25 maret besok. Apa pendapat anda ?
---> SNI berarti sudah standar nasional, jika proses rating produk sebelum memberikan label SNI berjalan transparan dengan metode pengetesan yang diketahui khalayak luas dan memberikan listing produk (merk) helm yang benar tentunya konsumen dapat memilih mana jenis atau tipe helm yang layak dibeli. Dan labeling SNI ini diharapkan jauh dari kesan bisnis dan dipaksakan karena bagaimanapun kepala atau bahkan nyawa adalah bayarannya.
6. Mereka (pemerintah) mengatakan tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat keselamatan berkendara yang selama ini sangat kurang. Terutama meningkatkan standar kualitas helm terlebih dulu. Apa pendapat anda?
---> SNI adalah sesuatu yang harusnya bisa dibanggakan. Apalagi jika eksistensi SNI bisa terlihat layaknya DoT atau SNELL yang notabene lebih di akrab di konsumen yang sudah 'melek' soal safety pada helm.
7. Tapi, ketika saya tanya siapa nanti yang mengawasi, mereka masih binggung. Katanya sih kepolisian atau dishub?
---> Semua saling terkait karena semua punya peran soal ROAD SAFETY, terkait dengan pengawasan yang efektif memang sulit bayangkan kalau keberadaan sticker SNI atau SNELL/DOT sudah berada dijutaan kepala yang sedang berada di jalanraya pengawasan nya akan luar biasa mengeluarkan energi. Saya rasa kesadaraan masyarakat akan pentingnya keselamatan yang dapat meningkatkan keselamatan bukan helm! Untuk itu tingkatkan program permberdayaan keselamatan, masyarkat yang akan memilih helm ini sebanding tidak dengan kepala atau nyawanya nya, disisi lain memberikan helm yang berkualitas harus tetap dijalankan.
8. Yang jadi masalah adalah helm-helm impor yang notabene mereka sudah mempunyai standar internasional. Apakah standar mereka sudah cukup untuk keselamatan?
---> Secara data tentunya merk-merk impor yang sudah ber label DoT atau SNELL (original) berarti sudah cukup mumpuni untuk melindungi kepala, sebagai catatan di negeri tercinta ini banyak label-label DOT/SNELL palsu kalau kita melihat list certified helmet dari institusi DOT/SNELL sendiri banyak helm dengan merek & type tertentu tidak tercantum disana (wah gimana neh..?) dan banyak juga merek-merek import terkenal namun tidak semua typenya certified.
Pelarangan penjualan di luar standar SNI tentunya harus diluruskan, paling tidak masyarakat dapat memilih MINIMUM standar helm yang harus dipakai yaitu sesuai SNI. Merek-merek import terkenal dan berlabel DOT/SNELL yang masuk ke Indonesia juga tetap harus diawasi kejujurannya.(Note; sticker DOT & SNELL mudah di temui diemperan terminal Blok M kisaran harga cuma Rp.2,000-,)
9. Apa saran anda kepada pemerintah dan pengendara motor untuk mengurangi tingkat kematian akibat salah menggunakan helm?
---> Pemerintah (atau pihak terkait) sudah harus mulai patuh dan konsisten akan UU yang mereka buat. Konsistensi adalah segalanya. Kampanye secara massal berikut sosialisasi dan penegakan hukum di jalanan teramat penting untuk dilakukan agar masyarakat 'kapok' untuk melanggar hukum. YLKI harus diberikan kekuatan dan power yang sama seperti institusi KPK dengan demikian akal-akalan bisnis dengan mendompleng niat yang baik dapat diminimize.
Diposting oleh Andry di Rabu, Maret 25, 2009 0 komentar
Label: a-jddc, a-safety riding
.road.to.office.
3 Feb 2009Pagi ini menggunakan rute Kalimalang - Dewi Sartika - Kalibata - Duren Tiga - Jalur Buncit - Cipete Raya - Benda - Fatmawati - JIS - Pd.Indah ... nyaman ... cukup dengan hanya 37.9 km, lebih dekat dari sisi jarak dengan kantor lama.
Diposting oleh Andry di Selasa, Februari 03, 2009 0 komentar
Label: a-jddc
