Sebuah pernyataan yang terkesan sombong, angkuh dan merasa hebat serta pintar ? Tergantung darimana kita mengambil benang merahnya. Saya akhir-akhir ini cukup was-was berkendara di belantara Jakarta. Was-was kenapa ? Setiap detik saya selalu dibuat jantungan dan bermain di area berbahaya. Lolos adalah sebuah keberuntungan. Dan keberuntungan itu saya dapatkan setiap hari. Gila.
Ada yang salah dengan sistem lalu lintas kita ? Bisa ya bisa tidak. Argumentasi berkeliaran menyinggung bobroknya pengaturan lalu lintas, infrastruktur hingga soal mental pengguna jalan. Saya paling menaruh perhatian kepada banyaknya jumlah Surat Ijin Mengemudi yang lolos dari pihak berwajib untuk dikantungi para pengendara amatiran. Bukan berarti saya profesional. Tapi tentu tidak juga amatir.
Saya adalah korban sistem kemudahan mendapatkan SIM. Cukup membayar sekian ratus tanpa harus antri. Antri pun sebenarnya ada di kondisi yang sama. Prosedur dan tes tidak murni diterapkan lengkap. Tapi kemudahan mendapatkan SIM saya anulir dengan terus menambah pengetahuan berkendara dan ber lalu lintas. Saya rasa ini lebih dari cukup untuk mempertanggung jawabkan saya karena menempatkan diri sebagai korban produksi SIM.
Berapa banyak dari pemohon SIM yang selepas pulang mau meluangkan waktu membaca literatur berkendara, baik soal skill maupun pelebaran pemahaman UU Lalin. Pasti tidak banyak. Beruntung saya bukan pemilik SIM yang asal punya. Saya meluangkan waktu mendapatkan ilmu baru. Saya meluangkan waktu memperbaiki diri.
Saya termasuk yang sering berkoar dalam tulisan soal menjadi penggiat -istilahnya- Safety Ride. Tapi ada semacam pemikiran terlintas, sepertinya ada yang 'missed' dalam kampanye ini. Ketika gelontoran artikel masuk ke sistem web atau email atau mailing list maka saya langsung berpendapat bahwa setiap pembaca pasti sudah punya pemahaman yang cukup. Pembaca bukan lah pengguna jalan raya amatiran. Mereka semua sanggup jadi panutan. Lalu bagaimana dengan para pengguna jalan raya yang 'lolos' dari kampanye yang banyak diumbar di internet ?
Jika kita mau bisa saja kita menjadi pengendara yang hebat, penuh sopan santun dengan skill yang mumpuni. Tapi yang terlihat adalah NOL BESAR. Berapa banyak dari pengguna jalan yang menghargai helm, yang mau menengok sekilas saat berubah arah, yang lebih memilih mendahului daripada menyalip, yang memutuskan berhenti saat lampu lalin berwarna merah ? Persentase nya bisa 1:20 jika dihitung jumlah kendaraan yang ada di belakang garis putih.
Apakah kita merasa pantas dan layak jadi pengguna jalan ? Saya merasa menjadi pribadi yang menuju sosok yang layak meski harus banyak melakukan perubahan. Di setiap persimpangan saja kita enggan menurunkan gas dan lebih memilih bermain di bibir kendaraan lain lalu kita anggap itu suatu tindakan pantas dan layak dan berpengetahuan sebagai pengguna jalan raya. Lihat lagi Surat Ijin Mengemudi, renungkan apa kita masih layak dan pantas berkendara di jalan raya. Kita sudah di ijinkan berkendara tapi bukan berarti jalan raya menjadi milik kita.
Tidak usah berkendara di jalan raya jika tidak tau aturannya.
Kategorinya !
- a-biker's blog (69)
- a-Blog This Sony Ericsson (35)
- a-candid camera (11)
- a-cs 1 (14)
- a-desain (1)
- a-dewi-dewi (11)
- a-entertainment (10)
- a-event (26)
- a-fun food rally (1)
- a-gadget (3)
- a-global warming (2)
- a-HAI (1)
- a-i complain (22)
- a-jalan jalan (23)
- a-jddc (4)
- a-kantor (1)
- a-khcc (2)
- a-KLX (1)
- a-kuliner (8)
- a-lahan parkir motor (2)
- a-love (1)
- a-magazine (2)
- a-Manchester United (14)
- a-motoGP (14)
- a-motor (1)
- a-movies (9)
- a-nulis nulis (50)
- a-pikir dulu donk (11)
- a-project JR (4)
- a-provokasi (1)
- a-public figure (1)
- a-review (10)
- a-Ride to Bromo (3)
- a-roadshow JDDC (4)
- a-safety riding (49)
- a-SALE (1)
- a-sepakbola (9)
- a-shout from the heart (14)
- a-si kecil (2)
- a-superhero (6)
- a-tempat modif (1)
- a-turing bikers (9)
- a-turing mudik (23)
- a-tv show (7)
- a-ujung genteng (9)
- a-vario (2)
- a-worldsuperbike (1)
- aku dan negri (2)
- bcbloggerday (11)
- DR LEON JAMES (1)
- iHadesign (8)
- JOE PALLADINO (1)
Tidak usah berkendara di jalan raya jika tidak tau aturannya
21 Agu 2009Diposting oleh Andry di Jumat, Agustus 21, 2009 4 komentar
Label: a-i complain, a-shout from the heart
Motorev .. salah beli nih !
30 Jul 2009
Wah salah beli majalah nih ....
Beberapa hari yang lalu berbarengan dengan terbitan baru M+ saya membeli juga edisi baru Majalah MotoGP mid-season, dan kali ini plus majalah Motorev. Beli Motorev kemarin edisi terbaru BIKERS, Motobike sampai R2 belum keluar. Buat yang sudah lama mengenal Motorev ada tampilan bentuk baru di sini. Yang tadi hanya majalah kecil seperti buku saku kini menjelma seperti layaknya sebuah majalah yang lain.
Edisi kali menampilkan skutik. Edisi spesial. Buka dan buka dari awal hingga akhir ternyata saya memutuskan untuk men-cap pembelian majalah ini sebagai pembelian yang salah. Isi nya benar-benar tidak membuat saya bertambah wawasan selain mendapatkan banyak gambar modifikasi skutik.
Satu yang membuat saya terganggu adalah tampilan font dan layout nya. Entah dibilang sederhana atau justru kurang greget dalam menampilkan artikel. Positioning gambar agak kurang pas menurut saya. Ini saya temukan sejak majalah masih berbentuk majalah saku. Paska perubahan hanya dimensi nya saja yang berubah sementara content masih belum cukup berisi. Cukup berbeda dengan majalah sejenis kebanyakan. Yah sekian komentar miring saya. Maaf jika ada yang tidak berkenan :-).
Diposting oleh Andry di Kamis, Juli 30, 2009 0 komentar
Label: a-i complain, a-magazine
Hormat untuk Polantas ..
24 Jul 2009
Kamis, 23 Juli 2009, di perempatan lampu merah Halim menuju ruas Kalimalang. Ada trik menarik yang dilakukan para Polantas (Polisi Lalu Lintas) yang sedang bertugas. Pada kisaran jam 6 sore seperti biasa ruas ini memang terlihat sangat padat. Semua 'commuter' bergerak pulang menuju tempat tinggalnya masing-masing. Lampu berwarna merah dan antrian kendaraan pun terlihat mengular. Lampu berubah hijau dan tetap barisan tidak bergerak karena di arus lawan para Polantas tetap memerintahkan untuk terus jalan menerobos lampu merah. Ada apa ?
Tidak ada apa-apa, hanya trik Polantas saja untuk mengurai kemacetan. Sahut-sahutan klakson tidak terelakkan. Cukup aneh melihat tabiat pengendara di negri ini. Saat lampu berwarna merah mereka kebanyakan tetap merebut jalan menyiksa lawan dari arah lain. Ketika lampu berwarna hijau apalagi, semua berebut bergerak maju. Kasus di jalur Halim tadi hanya meminta beberapa menit saja bagi para pengendara untuk tetap sabar. Tapi faktanya mereka saling membunyikan klakson minta jalan karena lampu sudah hijau, sementara Polantas tetap mengayunkan tongkat merahnya tanda instruksi untuk tetap berhenti. Benar-benar sebuah perilaku yang jelas-jelas tidak menghormati Polantas yang sedang bertugas. Terdengar nada-nada kesal keluar dari mulut helm tanda mereka minta jalan. Sepertinya sulit sekali memberikan apresiasi tinggi ke petugas, tapi dengan mudahnya mencemooh seolah mereka yang paling mengerti mengurai kemacetan.
Bicara klakson, media ini lebih sebagai pemberi kode keberadaan kita di antara pengendara lain. Bukan untuk mengusir kendaraan di depan, bukan untuk meminta jalan, bukan untuk bergaya-gaya minta di hormati dan bukan sebagai media bentak-bentak. Tapi di Indonesia justru seperti itulah fungsinya. Semakin sering membunyikan klakson itu tanda bahwa semakin arogan lah klita sebagai pengendara.
Kembali ke topik awal. Trik menghentikan arus tadi dengan mempertahankan lampu hijau sebagai lampu merah ternyata membawa sebuah berkah. Lepas dua kali merah iring-iringan pengendara yang tak mengenal terima kasih pun bergerak. Ajaib. Jalur bergerak mulus di ruas Kalimalang yang terkenal dengan kemacetannya. Bahkan sampai ruas Caman Kalimalang pun roda masih berputar tanpa putus. Ini tanda bahwa usaha Polantas di seputar Halim tadi berbuah manis bukan ? Sayang trik tadi dianggap angin lalu oleh pengguna jalan, terhapus oleh suara bising klakson tanda tak sabar yang berteriak di ruas Halim.
Kira-kira sampai kapan kita mau menghargai mereka yang bertugas ? Kita lebih diam di tempat dan biarkan mereka bertugas ketimbang ramai meminta hak jalan. Mereka lebih tau mengantisipasi keadaan dan keruwetan di jalan raya. Mungkin di suatu saat mereka gagal tapi ketika berhasil membuat kita nyaman kita wajib memberikan penghormatan.
Diposting oleh Andry di Jumat, Juli 24, 2009 1 komentar
Label: a-i complain, a-pikir dulu donk
Kloning CS1
20 Mei 2009
Apa rasanya jika kendaraan yang anda miliki produknya dipalsukan semena-mena. Instanly uring2an tanpa bisa berbuat banyak. Hanya langsung berpikiran bakal meledek seluruh staf penjualan produk yang dipalsukan. M+ terbaru edisi no. 534 menyuguhkan informasi kloning Honda City Sport One yang lalu di labeli Beijing City. Kapasitas mesin naik jadi 150 cc, tetap spek sebesar itupun masih harus mengalah dari kapasitas 125 cc yang diusung CS1. Disana disebutkan power maksimum Beijing City hanya di angka 8,7 dk pada 7500 RPM. Sementara CS1 punya power 12,6 dk di 10.000 RPM.
Melihat sekilas memang plek sama dengan CS1 apalagi jika stiker nya dilucuti bersih. Pada saat tulisan ini dibuat pastinya pabrikan Honda via AHM sudah mengetahui keberadaan produk ini. Langkah lanjutan siapa yang tau padahal pemilik THE TOP CITY RIDE bakal uring-uringan kendaraanya di kloning motor cina. Dasar !
Bicara CS1 memang kehadirannya harus diakui belum dapat diterima masyarakat dengan baik karena keberadaan cub / bebek masih tetap diminati. Rekan bilang CS1 adalah sport-nya bebek. Benar juga. Dengan desain nyeleneh meski bukan yang pertama di dunia tentunya pemilik CS1 punya kebangaan tersendiri. Diluar ejekan-ejekan yang mungkin masih berkeliaran di forum-forum otomotif. Sebagai pemilik tentunya tugasnya adalah merawat dan merapikan penampilan kendaraanya kan ? Dengan riding position yang bagus, paling tidak untuk postur tubuh saya, CS1 kini menjadi teman perjalanan saya setiap hari.
Beijing City ? Ah parah tuh produk, mana kabarnya ditulisan itu Blade 110 pun harus terima jadi bahan kloningan. Apa ada permainan desain Honda internasional agar desainnya dipakai produk lain dengan tentunya ada sistem bagi hasil. Siapa yang tahu ?
Diposting oleh Andry di Rabu, Mei 20, 2009 2 komentar
Label: a-i complain
Kelar liat 'Taping' Extravaganza
11 Mar 2009Apa ekpektasi anda saat diundang atau diberi tiket gratis atau apapun itu untuk menghadiri sebuah acara live maupun taping di sebuah stasiun televisi ? Berharap terhibur lepas dari penat, banyak teman baru, jadi ajang kumpul atau justru berharap merchandise barangkali saja ada lemparan-lemparan tak terduga ragam merchandise. Di sela-sela itu apalagi yang diharapkan ? Konsumsikah ?. Untuk kesekian kali gue mampir ke TransTV dan kali ini berkesempatan melihat dari dekat bintang-bintang Extravaganza. Kelar (dulu) Empat Mata dan Akhrinya Datang Juga kini seri humor ini mampir ke agenda pulang kantor. Datang bersama 5 orang teman lain ke studio 1 TransTV di Mampang. Agenda yang sedianya dijadwalkan masuk jam 7 akhirnya sukses molor, no problem karena jadwal apapun di negri ini sudah biasa molor.
Intinya sebenarnya cuma ingin mengkritisi aja kalo acara ini sebenarnya tidak lucu-lucu amat karena latar belakang para pemainnya yang bukan dari komedi, terkadang slapstick, terkadang pasang muka aneh tapi lumayan masih bisa menyempilkan joke singkat yang (syukurnya) lucu. Dari 10 sesi gue hanya ngelarin sekitar 4-5 sesi termasuk pengambilan lagu Ello yang sampai berjalan 2x. Overall sih sebenarnya acara ini bisa dibilang okelah bagus. Tapi jika pemirsa hadir langsung di tempat syuting rasa-rasanya ekspektasi akan berbeda dengan kenyataan. Gue dari kacamata pribadi melihat para pemeran Extravaganza ini 'emoh' terlibat interaksi dengan penonton. Kalaupun berinteraksi terkesan ala kadarnya. Kasian penonton diminta tertawa tidak jelas, bertepuk tangan tanpa harus ada yang diberikan aplaus sampai harus kering tanpa diberikan minuman ala kadarnya. Pemeran terlihat asik sendiri di panggung, ngobrol, colak-colek genit sampai Verni (atau Ferni Ismail) dan Ronald yang sempat ada di bibir panggung pun tidak terlihat menoleh menawarkan interaksi. Indra yang sempat duduk di bangku penonton pun asik dengan script dan menggoda pemeran lain di atas panggung.
So jadi agak sedikit berbeda sekarang nih pandangannya karena interaksi antara fans dan artis tidak terumbar disini. Entah memang sibuk di set atau memang tidak ada kewajiban memberikan hiburan plus-plus pada mereka yang datang. Karena jika dilihat penonton itu banyak yang datang dari daerah yang jauh seperti Malang. So mungkin TransTV dan kru Extravaganza mau sedikit berkorban memberikan jamuan pada penonton mulai dari sedikit konsumsi dan interaksi antara penghibur dan yang dihibur. Durasi pun jika taping jauh akan molor dan lebih baik memilih acara LIVE yang jelas masa putar syutingnya. Scale 1 to 10 kepuasan menjadi penonton ? 5 !
Diposting oleh Andry di Rabu, Maret 11, 2009 3 komentar
Label: a-i complain
Tolol ya 3 !
18 Feb 2009Nomor si Collector 3 sih ini : 08989333042. Tertanggal masuk SMS di 17 Desember 2008 dan melepaskan tagihan berjalan kurang lebih 30ribu. Bill paid. Fax Sent. Memang saya tidak dokumentasikan hal ini karena pada saat itu pihak 3 sama sekali tidak memberi solusi yang baik dan perbincangan yang apik. Yang ada .. "pak segera bayar!". Alhasil saya fax permohonan DISCONNECT beberapa hari kemudian, no fax 021.2526391 up. Zamzam. Berikut fotocopy KTP dan surat pernyataan penutupan, pake embel-embel tidak perlu materai. OK. Syaratnya cukup simpel tanpa harus ke 3store. Itu penutupan untuk nomor 08988976328.
Nah lho .. tanggal hari ini 18 Feb 2009 pihak 3 telpon lagi kasi tau bahwa ada tunggakan atas nomor diatas.
Tolol ya 3 !
Diposting oleh Andry di Rabu, Februari 18, 2009 2 komentar
Label: a-i complain
The Girl Who Silenced The World
10 Feb 2009
Kutipan pidato tantangan dari Severn Suzuki, 12, Leader of ECO. Didapat dari berbagai milis.
===============================
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak" yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan" salmon ke sungai asal nya.. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang" yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, dan Cinta dan Kasih sayang " . Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh melakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya' Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu ' Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
===============================
Diposting oleh Andry di Selasa, Februari 10, 2009 0 komentar
Label: a-i complain
Pilih Lihat Lampu LaLin atau Luna Maya ?
21 Jan 2009Seolah tidak cukup menayangkan iklan di media televisi, salah satu operator kartu seluler secara 'cerdas' meletakkan papan reklame besar di tengah jalan raya yang padat. Entah definisi 'cerdas' disini harus diartikan secara asli atau kiasan. Papan reklame ini terbentang megah di salah satu perempatan di daerah Kalimalang Bekasi. 'Cerdas'-nya lagi papan reklame tersebut mampu mengalahkan keberadaan lampu pengatur lalu lintas yang notabene seharusnya mendapatkan hak yang lebih istimewa. Setelah gagal menggantikan sosok Luna Maya dengan hewan primata, sosok cantik ini kembali hadir dan kali ini mengganggu para pengendara yang melintas di jalur Kalimalang. Bagaimana tidak mengganggu jika mata pengendara yang seharusnya menatap fokus ke lampu lalu lintas kini harus terpecah dengan warna biru terang pada papan reklame yang terpasang.
Salah siapa ?
Pemasang iklan, penyedia jasa advertising atau Pemda setempat ?
Bukan hanya satu ini saja yang terbilang besar dan mengganggu, tapi di jalur lain kerap ditemukan iklan-iklan produk yang sebenarnya juga mengganggu para pengguna jalan. Coba simak PP berikut :
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 34 TAHUN 2006
TENTANG
JALAN
Pasal 52
Ayat (1)
Izin pemanfaatan ruang milik jalan dapat diberikan sepanjang tidak mengganggu fungsi jalan antara lain untuk:
a. pemasangan papan iklan, hiasan, gapura, dan benda-benda sejenis yang bersifat sementara;
b. pembuatan bangunan-bangunan sementara untuk kepentingan umum yang mudah dibongkar setelah fungsinya selesai seperti gardu jaga dan kantor sementara lapangan;
c. penanaman pohon-pohon dalam rangka penghijauan, keindahan ataupun keteduhan lingkungan yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan
d. penempatan bangunan dan instalasi utilitas seperti tiang telepon, tiang listrik, kabel telepon, kabel listrik, pipa air minum, pipa gas, pipa limbah dan lainnya yang bersifat melayani kepentingan umum.
Poin detil hanya bisa ditemukan di poin A, dimana pemasangan papak reklame dapat tegak berdiri sejauh sudah memiliki izin. Sayang izin disini tidak mengambil poin izin masyarakat maupun pengguna jalan. Situasi dilematis dimana ada yang diuntungkan tapi tak kurang banyak pula yang dirugikan. Penempatannya akan elegan jika sesuai koridor nilai estetika yang baik. Tapi jika sampai menutupi fungsi lampu lalu lintas, ini jelas-jelas pengabaian sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan raya. Jangan sampai penempatan yang terkesan memaksa ini lalu bisa berakibat menurunkan daya jual operator kartu seluler yang diakrabi sosok primata dan Luna Maya ini.
Diposting oleh Andry di Rabu, Januari 21, 2009 0 komentar
Label: a-i complain
Jasa Parkir Motor ? BURUK !
22 Des 2008Tidak perlu mencari waktu khusus untuk mencicipi buruknya pelayanan jasa manajemen parkir di Jakarta, cukup datangi pusat pertokoan besar di akhir pekan dan bersiaplah untuk menghela nafas panjang sekaligus menahan amarah. Minggu siang (21/12), sama seperti mal-mal besar lain di kawasan Jabodetabek, Metropolitan Mal yang terletak di ujung Kalimalang kota Bekasi sudah siap menampung pengunjung berapapun jumlahnya. Jumlah membludak pengunjung datang sama membludaknya dengan jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir, disitulah jasa manajemen parkir ber-inisial SP melakukan operasional hariannya.
Mungkin level atas manajemen parkir sudah demikian sering membaca keluhan sejenis, lebih memilih diam mungkin jadi alternatif favorit seolah biarkanlah menggonggong sementara pemasukan lancar mengalir. Lahan mal diatas tadi menyediakan lahan outdoor hingga 'basement' yang hari itu sudah demikian laris manis menjadi tempat istirahat kendaraan. Buruknya, ruang yang ada seolah dibiarkan tetap terbuka untuk kendaraan mengalir masuk sementara jarak antar kendaraan untuk parkir sudah demikian sempit. Posisi sudah demikian tidak beraturan, roda dua berbaris sejajar justru ditumpuk dengan posisi yang berlawanan saling menutupi. Saran untuk tidak mengunci setang kendaraan meluncur manis dari setiap petugas.
Saat berusaha keluar pun konsumen tidak mendapatkan bantuan sama sekali dan terpaksa memindahkan sendiri dua hingga tiga kendaraan lain yang sudah parkir saling menyilang. Butuh waktu 15-20 menit untuk sukses keluar dari lahan parkir basemen dengan lajur keluar yang juga tumpang tindih dengan lajur masuk. Ketiadaan petugas yang membantu benar-benar membuat lahan parkir jadi kacau. Tidak perlu waktu mengukur profesional sebuah jasa, cukup amati sosok-sosok berseragam apakah mau bergerak atau tidak. Dan siang itu tidak ada yang bergerak dan ber inisiatif. Di lajur pemeriksaan STNK pun tidak ada usaha senyum sama sekali meski keluhan kerap muncul dari para konsumen. Satu lirikan manis terlihat nama di dada "Fuadi M.Nur" yang sedang berjaga. Wajah yang seolah ingin bertutur "harap maklum". Mungkin si petugas belum tahu bahwa konsumen tidak membutuhkan kata harap maklum.
Bisa dikatakan mayoritas jasa parkir di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih jauh dari baik, ironisnya manajemen itu sendiri tidak mau ambil pusing melakukan penyelesaian masalah yang rutin mengemuka. Mulai dari keterbatasan ruang, seringnya over kuota kendaraan yang parkir sampai masalah kehilangan barang di dalamnya. Maklum sudah cukup puas dengan aliran keuntungan yang masuk. Penanganan masalah nanti saja di urusnya.
Diposting oleh Andry di Senin, Desember 22, 2008 0 komentar
Label: a-i complain
Kunjungan Hedi Yunus .... idihhh gitu doankkk
26 Sep 2008Diposting oleh Andry di Jumat, September 26, 2008 0 komentar
Label: a-candid camera, a-i complain, a-kantor
QUIT NOW or ...
12 Sep 2008Diposting oleh Andry di Jumat, September 12, 2008 0 komentar
Label: a-i complain
Jakarta Pagi Ini
Pagi ini Jakarta (12/9) ramai lancar, sedikit berbeda seperti hari sebelumnya mungkin karena perjalanan di lakukan lebih pagi dari biasanya. Roda sebisa mungkin dipertahankan pada jalurnya dan tak perlu memotong jalur kendaraan lain yang berpotensi menjadi kecelakaan jika dilakukan gegabah. Bagaimana dengan kondisi jalan, mungkin lebih tepatnya aspal, ya kualitas aspal, sudah bukan rahasia kala Jakarta hanya menempatkan kualitas yahud justru di tempat paling belakang. Efisiensi dana, alur 'budget' Pemda yang tidak jelas, ketidak pedulian petinggi hingga dugaan korupsi yang membuat keinginan untuk berkendara nyaman masih ada di awang-awang.
Ketidak pedulian seseorang atau institusi yang idealnya bertanggung jawab berbuah sebuah rentetan kecelakaan beruntun tiga motor pagi ini persis menjelang Komdak Semanggi dari arah Kuningan. Kendaraan Honda City Sport One pagi ini di forsir rada tinggi dari kebiasaan dan menyentuh hampir 80 km/jam, sebuah range kecepatan yang sebenarnya tidak banyak dilakukan, lajur yang dipakai adalah lajur kanan. Lho, kenapa di kanan ? Motor harusnya dikiri. Tidak pagi ini. Rute telah dipelajari dan jarak pandang dalam kondisi aman, apalagi fakta jalanan menyebutkan jalur Gatsu jelang Komdak dari Kuningan adalah jalur dengan ruang yang cukup lebar plus keberadaan bus-bus besar yang kerap santai bergerak di lajur kiri sembari mengepulkan asap yang konon bisa bikin 'sehat', sementara lajur tengah adalah lajur rawan lubang, meski kecil tapi tetap saja mampu membuat kaget pengendara motor jika terpaksa melewatinya. BRAKKKK ..... ketika gas di putar hingga 70-80 km/jam di lajur kanan, di sisi kiri terlihat tiga pengendara motor beriringan secara garis lurus. Satu motor berhasil menghindari lubang, tapi yang kedua gagal, kaget dan terpelanting dengan kecepatan sedang. Sontak motor ketiga di belakang ikut kaget dan menghajar motor kedua, beruntun motor kedua terdorong ke depan dan mencium motor pertama. Tiga-tiga nya jatuh tepat di depan bus yang tengah menurunkan penumpang. Kenapa tidak menepi untuk menolong ? Kecepatan tinggi rada riskan untuk mendadak mengurangi kecepatan dan berubah lajur ke kiri, hanya spion yang mampu sedikit membantu menganalisa dan berdoa semoga tidak terjadi adu debat panjang saling menyalahkan dan semoga ketiga pengendara motor dalam keadaan baik tanpa luka.
Siapa yang salah ? sepertinya tidak ada yang murni berbuat kesalahan karena pengendara kedua kaget yang efeknya tersundul dan menyundul motor ketiga dan pertama. PEMDA ? ya mungkin dia sosok yang harusnya melayani pengguna jalan. Lubang kecil maupun besar efektif membuat motor terpelanting jika dihajar, belum lagi jika dari sudut pandang mobil yang kerap juga ingin menghindar. Jika ada yang salah perhitungan pasti berefek buruk seperti sebuah kecelakaan beruntun. Ah rasanya akan basi jika melebar ke Pemda sampai harus membahas tetek bengek perhitungan alur dana yang harusnya bisa mempercantik aspal jalan raya. Kita pengendara seperti dituntut untuk mahfum dengan kondisi dan membiasakan diri dengan potensi bahaya dan bagaimana menghindari nya.
Kemarin sempat menemukan link video youtube menarik dari blog rekan Ninja 250R dan di 'save' ulang di http://ridesafe.multiply.com/video/item/172/Ride_Safely_Love_your_Family_ , video yang menggambarkan seorang pengendara motor yang berindak ceroboh dalam berkendara sementara di lain tempat seperti sudah di perkirakan sebelumnya, pihak-pihak bala bantuan seperti mobil ambulans, pemadam kebakaran hingga penonton yang siap dengan hp camera nya untuk melihat kecelakaan itu berlangsung. Tidak ada hubungan langsung dengan tulisan di atas memang tapi keduanya adalah mengenai kecelakaan, dua hal yang membuat pengendara motor idealnya mau berpikir maju ke depan saat berkendara dan menempatkan keselamatan di atas segalanya.
Berani berkendara dengan AMAN ?
Diposting oleh Andry di Jumat, September 12, 2008 0 komentar
Label: a-biker's blog, a-i complain, a-safety riding
FREE HELM SHREK dari HONDA
24 Jul 2008Belum kelar Wahana digempur pertanyaan soal servis nya di internal milis KHCC, sekarang gue coba sempetin nulis keluhan buat pemasok helm gratisan yang biasanya ikutan satu paket ketika kita beli motor dari pabrikan. Jujur ga tau siapa yang harus dikeluhkan, Wahana atau Daya Adira sebagai dealer, AHM sebagai pemilik produk, atau ada pihak-pihak lain semisal sub-dealer yang masok bonus helm dan jaket sebagai teman setia produk yang terjual. Ampun dah, kelar mengagumi CS-1 merah yang akhirnya berpose di teras belakang gue langsung coba buka paket bonus tadi, ya helm ya jaket .... gabrukkk , sama seperti saat beli Karisma dan Vario, tuh bonus masih aja sama, kalo dulu Karisma-X dapet helm TRX yang terkenal membal-membal plus desain yang luar biasa aneh, pas Vario dan CS-1 justru diubah sedikit jadi helm yang kata bini gue bilang kayak helm SHREK pas nyelamatin Putri Fiona dari kastil Naga. Ga perlu pikir panjang helm yang demikian tipis dan ga ada keren-kerennya apalagi bernilai safety plus helm desain ala kadarnya langsung berniat gue hibahkan ke siapapun yang datang dan minta pertama.
Tanpa bermaksud menyudutkan nilai sebuah keselamatan yang ditawarkan, sepertinya kualitas dengan banderol SNI tidak mentah-mentah gue percaya, masa iya sih, bagaimana cara pemilihan bahannya, bagaimana kualitas pengujiannya ataukah ini sekedar nge-pas dana keluar plus menekan biaya produksi jadi apa yang disuguhkan sebagai bonus hanya sekedar pelengkap saja. Pernah sih liat helm keren dari Honda entah semodel NHK atau yang lain, belum lagi kalo pas ada event gratisan bagi-bagi helm, model seperti itu kan layaknya bisa menjadi barang paketan dengan motor-motor yang berhasil terjual. Masa iya naik CS-1 terus pake helm SHREK ? dimana kerennya ntar kalo pas ada mata-mata manis yang melirik.
Kepedulian soal SR harus gue acungi buat si AHM dan Wahana atau Daya Adira ini, tapi untuk urusan bagi-bagi bonus sepertinya harus ada ekstra perbaikan kualitas. Masa iya ga sanggup bayar Kyt atau INK atau NHK buat jadi partner resmi perdagangan motor. Motor keren atribut keren, yang ada selama ini aduh men .... ga banget gitu lho *gaya anak muda jaman sekarang*. Kemana nilai Safety Riding nya kalo elemen SR itu sendiri masih dianggap masalah sepele. Mungkin dengan kata lain gue meminta paksa helm pengganti demi menemani motor yang keren ini. Lho ? Huehuehueue ... *balik kerja lagi*
Diposting oleh Andry di Kamis, Juli 24, 2008 0 komentar
Label: a-biker's blog, a-i complain
Pertamina Kutu Kupret !
4 Jul 2008PERTAMINA, gue sebenernya sebagai pelanggan terhitung loyal, ya iyalah karena si Amin ini pemain utama jasa bahan bakar kendaraan. Selain Pertamina muncul Shell dengan warna nge-jreng kuningnya yang notabene dari service jauh ninggalin si Amin yang masih merah lecek bin kusam, belum lagi kemunculan si hijau Petronas. Yang sedikit pengen gue soroti adalah penghitungan tarif nya yang secara fakta teramat menyebalkan dan jauh dari sikap profesional. Hahahahaa ... profesional ? main di GP 250 aja jadi sweeper mulu gimana mau maju Pertamina ... lho kok merembet .. maaf.
<> Pertamina Pertamax : 10.300
<> Pertamina Pertamax Plus : 10.600
<> Shell Super Extra : 9.999 --> sebanding Pertamax Plus
Tau kan mana yang lebih baik dari sisi tarif ?
Edannya, karena kesombongan si Amin yang punya banyak POM tiap hari gue harus merelakan recehan lari ke laci Pertamina, maaf tinggal maaf tanpa senyum yang datang dari staf POM, kalaupun ada cuma senyum kecut entah ngeledek seraya bilang dalam hati mewakili si Amin "mampus luh gue kerjain pake tarif gue !!". Beberapa hari ini dengan santainya nempelin stiker maaf ini maaf itu dan memperlihatkan dengan bangga tarif 10.300 nya. Silakan pelanggan beli literan karena meteran tidak bisa mengukur presisi sesuai kemauan pelanggan. Yang pertama POM di bilangan Pondok Kopi (terusan Casablanca), belum lagi POM di Daan Mogot. Terpaksa setiap beli cuma minta 1 liter sesuai 10.300 eh ternyata 10.300 naik jadi 10.500. Ngasi lembaran 20.000 tau sendiri yang kembali ke tangan berapa ? Klise jawaban yang muncul dari congor belepotan si Amin .. ga ada recehan. Sebagai konsumen ada sikap mau ga mau untuk meninggalkan hak recehan demi laba si Amin. Hebat ya trik penjahat ala si Amin ini. Wuih salut deh ... beruntung sikap dungu tadi ga diikuti oleh Shelly sama Petruk. Pulang pergi ngisi se liter, otomatis 400 yang hilang, kalikan sendiri dengan korban si Amin. Hahahahha .... min Amin ........ gue ngisi di tempat lu juga terpaksa meski sebenarnya najis tralala. Kalo Amin mau berubah gue ntar juga membuka diri untuk memuji setinggi langit. Tapi sekarang ? ah paling lu cuma ngetawain konsumen. Naik sih silakan, gue terpaksa ngikutin, tapi kalo penghitungannya kayak gini kok ya rasa-rasanya aneh aja. Gue bayar berapa, dikasi kembalian berapa ? Ngaca donk sama pesaing. Oopppsss lupa, ga punya kaca men !!!
Salam Perampok !
*Nama adalah kebetulan belaka dan tidak disengaja*
Diposting oleh Andry di Jumat, Juli 04, 2008 0 komentar
Label: a-biker's blog, a-i complain
Pertamax Rp.8750,-
2 Mei 2008
Pertamax dengan bangga hadir dengan banderol baru 8.750 yang sebelumnya nangkring dengan harga 8300 per liter. Hhhmmm .. iseng ng-sms ke i-Radio pagi tadi n langsung dibacain sama Rafik, heuheuheue .... marah sih enggak soal kenaikan ini tapi gemes aja kalo ga salah inget beberapa bulan terakhir niy Pertamax dah naik 2 kali. Memang sih jenis BBM Pertamax ini hadir tanpa subsidi dan berbeda dengan Premium dan Solar, Pertamax terus bergandengan tangan ngikutin harga Minyak Dunia yang masih belum stabil. Saat minyak dunia turun bisa saja Pertamax ikutan turun tapi rasa-rasanya kok ya susah juga ngarep Pertamax turun, lha wong Indonesia terkenal dengan tren kenaikan harganya.
Belum lagi Premium yang kabarnya juga ikutan naik meski jenis ini masih di subsidi. Hhmmm .... mau ga mau ya masyarakat pengguna BBM harus mau. Mau apa lagi coba ? Plak .... *nampar yang suka naik-naikin harga*
ps : gambar diambil diem-diem ... wakakakakkk ....
Diposting oleh Andry di Jumat, Mei 02, 2008 0 komentar
Label: a-biker's blog, a-candid camera, a-i complain, a-nulis nulis
Brief @ Mid Point Cafe jelang Pekan Keselamatan
17 Apr 2008Dengan niat membara bak pahlawan mencari mangsa akhirnya sampai juga si Redd nemenin sampe ke Panahan dan dilanjutkan buat meeting alias briefing di Mid Point Cafe Senayan. Jadwal 19:30 sudah pasti molor dan akhirnya lanjut dan kelar sekitar jam 11 malam. Brief atas nama event Pekan Keselamatan ( 20 Apr 08) ini sedianya jadi agenda pemikiran EO beserta elemen penunjang tapi entah kenapa aksi jalanan justru langsung di lempar ke rekan-rekan FORUM SAFETY RIDING JAKARTA. Salah satu sumber penyelenggara (entah Ditlantas atau apa) sempat berucap bahwa ini jadi event asal dimana semuanya diserahkan kita bikers untuk melakukan aksi apapun di jalan raya, yang tentunya punya esensi penyebaran virus safety riding disana.
Jadi keingetan kata salah satu rekan FSRJ kalo jangan-jangan bikers yang datang ber-kampanye ini tidak lebih dari sekedar boneka yang jadi simbol singkat bahwa ada sebuah event besar yang menyuarakan kepedulian tentang keselamatan berkendara. Cukup aneh ketika brief semalam tidak dihadiri oleh EO sampai bagian dari DithubDar dan Ditlantas guna penyamaan persepsi pelaksanaan.
Hasil memang didapat dimana nanti komunitas bikers ber atas namakan FSRJ hadir membentang spanduk bernada kampanye SR di 5 titik kota Jakarta (Barat-Timur-Pusat-Selatan-Utara). Tapi ya itu tadi masih ada rasa kurang sreg tentang event yang katanya mau dibuka oleh RI-2 ini apalagi kalau bukan persiapan yang teramat mepet seolah-olah EO lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya metode kampanye kepada komunitas bikers.
Oh iya, gue dapet kerjaan nyari olah kalimat buat spanduk yang harus kelar jam 9 pagi tadi. Niy hasilnya :-)
PENGENDARA PINTAR PASTI TIDAK NAIK TROTOAR
JALAN TEMPAT BERBAGI BUKAN TEMPAT UNJUK AKSI
INGAT ! ADA 3 ORANG TEWAS DALAM 1 HARI AKIBAT KECELAKAAN
BIKER GOBLOK PASTI PAKE HELM CETOK !
PULANG PERGI SELAMAT ADALAH BENTUK TANGGUNG JAWAB
BISA SIH NGEBUT, TAPI UNTUK APA ???
GUNAKAN AKSESORIS BERKENDARA SECARA TEPAT GUNA !
STOP! BERHENTI DI BELAKANG GARIS PUTIH SAAT LAMPU MERAH MENYALA
TROTOAR ADALAH HAK PEJALAN KAKI! BUKAN MOTOR !
LAMPU REM BERWANA MERAH, BUKAN YANG LAIN !
GUNAKAN HELM BERKUALITAS, BUANG TADAH OLI DARI KEPALA ANDA
HELM-JAKET-SARUNG TANGAN-SEPATU ADALAH PERLENGKAPAN IDEAL
JIKA LAMBAT, JANGAN GUNAKAN LAJUR KANAN !
LENGKAPI JUGA SI KECIL DENGAN HELM SAAT BERKENDARA
JANGAN GUNAKAN JAS MODEL PONCO SAAT BERKENDARA DALAM HUJAN
JALUR BUSWAY UNTUK BUSWAY, BUKAN MOTORWAY
SAATNYA TERTIB BERLALU LINTAS
JANGAN KE JALAN RAYA KALO GA MAU TERTIB LALU LINTAS
NIKMATI GAYA HIDUP AMAN BERKENDARA
JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KESELAMATAN BERKENDARA
ANGKUTAN UMUM MOHON TERTIB, ITU JUGA KALO MAMPU !!
BANTU APARAT UNTUK TEGAKKAN KEDISIPLINAN DI JALAN RAYA
MERAH BERHENTI KUNING JALAN PERLAHAN HIJAU BOLEH TANCAP GAS
IKUTI INSTRUKSI APARAT JIKA INGIN SELAMAT !
TINGKATKAN KESABARAN SAAT MACET DALAM BERKENDARA
CUMA MONYET YANG NAIK MOTOR GA PAKE HELM
17 TAHUN KE ATAS, USIA IDEAL BERKENDARA
HORMATI RAMBU-RAMBU JANGAN RAGU-RAGU
BIKERS GA TERTIB SILAKAN PULANG
GA PAKE HELM = GA SAYANG KEPALA
GA USAH NAIK MOTOR KALO GA MAU PAKE HELM !
SAFETY RIDING ADALAH GAYA HIDUPKU
Diposting oleh Andry di Kamis, April 17, 2008 1 komentar
Label: a-biker's blog, a-event, a-i complain, a-nulis nulis, a-safety riding
Gelap Informasi paska AstroTV Temporary Shut Down
14 Apr 2008
Entah siapa yang salah,
<> Depkominfo melakukan pemblokiran terhadap siaran AstroTV karena belum adanya pemenuhan kewajiban hak siar dari AstroTV.
<> AstroTV belum memenuhi kewajibannya tapi terus bisa melenggang menjaring pelanggan.
Depkominfo akhir-akhir ini jadi institusi yang populer setelah blokir sana blokir sini tanpa alasan kuat ... ya setidaknya itu yang gue lihat. Entah ada unsur apa lagi sampai meluluhlantakkan sumber informasi di dunia maya.
Sekarang lagi nge-blok AstroTV. Kenapa ga dari dulu di blokir nya ? Kenapa ga diperingati dari awal ? Kenapa dibiarkan siaran sejak awal ? Apa karena AstroTV segitu bagusnya jadi main sikat aja barang bagus ?
Anak gue kehilangan acara anak-anak yang bagus dari sana ketimbang ngintip isi stasiun tv lokal yang mayoritas mengumbar hal-hal ga baik buat perkembangan anak, isinya kalo ga nggosip ga jelas ! terus teriak-teriak di sinetron pake melotot terus ngisi berita dengan pembunuhan, masih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Masih mending masih bisa menikmati liputan olahraga, tapi kalo liat acara lokal lain ya mending matikan TV !!
*pemirsa setia Olahraga n MetroTV plus pengamat anak nonton Transformers di AnTV ... kekekekkk*
Diposting oleh Andry di Senin, April 14, 2008 0 komentar
Label: a-i complain, a-nulis nulis
Mohon maaf ! Site yang anda tuju KAMI BLOKIR !!
9 Apr 2008
Entah apa yang ada di pikiran staf Depkominfo hingga harus membabat habis sumber ilmu yang bertaburan di internet, salah satu nya yang populer yaitu YouTube ! yang masih menayangkan film FITNA, film kontroversial yang berisi hasil salah interpretasi si produser film tersebut. Pertama liat FITNA di liveleak saat masih lancar memang film tersebut benar-benar mendiskreditkan muslim dan seolah melakukan generalisasi bahwa agama islam memiliki esensi jahat.
Kembali ke pemblokiran ! Depkominfo terkesan lari buru-buru sambil ketakutan megang celana pendek sembari berpikir agar jangan sampai masyarakat Indonesia melihat cuplikan film kontroversial tadi. Tapi ... nge-blok kok YouTubenya, ya mereka sebagai gudang video ga bakal dapet efek banyak, lha wong pengakses video bukan cuma dari Indonesia. Mungkin ada pikiran terbesit ... "ya terserah, elu mo blokir site gue apa kagak .. emang gue pikirin". Terlepas dari kekeliruan YouTube dengan masih menayangkan video tadi tapi satu hal yang patut dicermati adalah seharusnya yang di blokir bukan medianya tapi mungkin sumber videonya, entah peng upload video atau apapun itu. Tidak cuma YouTube, site lain yang diduga menyimpan potensi tidak benar jadi ikut-ikutan dibabat. Selamat datang masa kegelapan, dimana akses terhebat nomor wahid justru disunat dan masyarakat yang mau pintar justru dicukur habis-habisan keinginan mencari ilmu pengetahuannya.
Banyak jalan menuju YouTube dan semua informasi "by pass" URL pasti sudah lintas milis dan lintas messenger, ada yang masih gagal ada yang sudah berhasil. Esensi pornografi yang awalnya jadi niatan pemerintah untuk membuat aksi blokir lama-lama terlihat menjadi sebuah aksi cupu yang ga jelas arahnya.
Jika terus dikebiri pasti muncul sekilas nada geram "kita hidup di negara yang salah ! untuk saat ini !"
Diposting oleh Andry di Rabu, April 09, 2008 0 komentar
Label: a-i complain, a-nulis nulis
Ke British Council Blogger Day ... part ONE
7 Apr 2008Akhirnya ngicipin juga apa yang namanya ketemu blogger lain, yang lantas nanya "blog nya apa?" walah ... pertama-tama sih sebenernya tengsin juga nyebut gue nge-blog disana dan disini ... jadi dah nemu 3 blogger, salah satunya Kang Tutur yang sama-sama parkir di belakang pos security Automal SCBD. Nah pertama soal parkiran ini yang bikin gue empet banget, gue yang teramat bangga naik motor sana-sini terus dengan santainya nanya salah satu security Pacific Place (next ditulis PP) buat nanya lahan parkir. Jawabannya bikin kaget kalo di area PP ga punya lahan parkir jadi buat yang naik motor silakan cari lahan diluar PP, kayak di area underpass yang belum jadi atau di dekat Semanggi Expo, untungnya gue nemu slot parkir kecil di tempat tadi, kecil karena kayaknya itu bisnisan security nya Automall kali ya. Plus dari semua tempat tadi sama-sama punya kesamaan, yaitu motor dipaksa KEPANASAN, kasian si Red !
Ya udah meluncur jalan kaki deh ke PP yang untungnya punya entrance ga jauh dari Automall, bayangin kl gue ga parkir disitu bisa pegel jalan kaki bawa ransel isi notebook! Brengsek ya manajemen PP sampai ga menyediakan lahan parkir roda dua. Apa karena pemilik motor diasumsikan TIDAK MAMPU BELANJA DI PP. Hhhmmm ... andai gue bisa tabrak pantat tuh pemilik manajemen gedung !
Naik deh ke lantai 4 lokasi di Ballroom nya PP, registrasi acara dah muter-muter deh disitu bin bingung karena ga nemu kenalan. Huh !. Sembari nunggu langsung sholat dhuhur aja dulu krn masih ada waktu. Nanya lagi lokasi musholla ! Akhirnya dijawab security kalo musholla ada di basement, Lantai Ground terus turun 2 kali ........... woy ! mo ibadah aja dibuat sulit pake harus jauh terbenam di basement, kenapa ga misalnya dari satu lantai, seperempatnya dipakai buat lahan musholla, terus pas adhzan berkumandang kan nikmat tuh ! Bareng kang Tutur akhirnya lintas lantai sampai ke basement. Untungnya kerapihan dan kebersihan musholla tetap terjaga alias selalu bersih dan enak dipandang, beda sama mal-mal kebanyakan yg mushollanya berdampingan sama lahan parkir yang sumpek ! Ibadah kok dibikin susah ? kata Kang Tutur, mbok musholla di mal dibanyakin, biar berkah !
Lanjut ... kelar sholat ditawarin makan siang di ruang makan Ballroom, ok kita makan. Glek, nasi gorengnya renyah lho ! Bentar-bentar gue ralat ! Nasgornya keras mennn .........yang enak paling jus nya plus menu daging2nya !
( to be continued .......... kerja dulu ye ! )
Diposting oleh Andry di Senin, April 07, 2008 0 komentar
Label: a-biker's blog, a-i complain, bcbloggerday
"Negara kita sakit jiwa!"
26 Mar 2008
"Negara kita sakit jiwa!", kelakar mbak Putri yang seperti biasa duet sama Rafik di Pagi-Pagi I-Radio. Waduh apa lagi ini ? Ya seperti biasa pagi-pagi naik motor sembari ngedengerin celoteh mereka yang kadang nyelekit tapi emang bener adanya. Muter ngalor-ngidul ngomongin makanan sampe muncul sms dari pendengar soal "Filosofi Makan".
Mau tau apa itu "Filosofi Makan" ?
Kalo pagi, makanlah seperti hidangan seorang raja
Kalo siang, makanlah seperti hidangan seorang punggawa
Kalo malam, makanlah seperti hidangan seorang rakyat jelata
Debatable sih. Karena gue yang awam soal pengetahuan makan-memakan ... *ga nemu istilahnyeeee* , justru lebih sering makan besar saat SIANG dan bukan PAGI, kalo pagi ya muter-muter nasi uduk, bubur ayam atau mi pangsit dan rekan2nya. Sms filosofi makan muncul setelah penyiar saling diskusi soal fenomena gizi buruk di negara kita. Cari punya cari, dengar punya dengar, mereka memberikan informasi bahwa fakta gizi buruk tidak melulu karena ketidak pedulian pemerintah, tapi juga kemalasan orang tua dalam memberi makan putra-putrinya atau kekurangan dana segar untuk membeli makanan. Mari kita coret sebentar bagi mereka yang memang -maaf- miskin dan tidak mampu, tapi lihat dari serangkaian wawancara yang muncul di televisi saat sms dari pendengar masuk dan menginformasikan kurang lebih begini : "anaknya gizi buruk, tapi ibu nya gemuk sehat nan bahagia" atau "anaknya kena gizi buruk tapi sang ibu punya dandanan rambut di rebonding plus di cat pula alias BUCERI -Bule nge-Cat Sendiri !
Lebih serem lagi pas denger para orang tua yang mengacuhkan permintaan makan anaknya sendiri dan lebih memilih anteng di depan televisi muter-muter channel soal infotainment, daripada masak mending suruh si anak cari tukang makanan lewat, ya bakso, ya somay dan sejenisnya. Ini kan bisa jadi awal dari gizi buruk yaitu ketidak pedulian orang tua dalam memberi cakupan makanan sehat buat para buah hati nya.
Nah sekarang ketimbang menyorot kecuekan pemerintah dalam memperhatikan warga nya sendiri mending lihat dulu ke dalam diri kita sendiri, dah bener belum nempatin arti kesehatan buat orang-orang di sekeliling kita demi menghindari munculnya kata "gizi buruk?"
Cukup sakit jiwa kah negara ini ?
Maaf bukan maksud melakukan Generalisasi, tapi ini hanya yang terdengar dari sebuah obrolan pagi.
Diposting oleh Andry di Rabu, Maret 26, 2008 0 komentar
Label: a-i complain, a-nulis nulis

