Tampilkan postingan dengan label a-pikir dulu donk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a-pikir dulu donk. Tampilkan semua postingan

Kehadiran KLX 150 Supermoto

6 Agu 2009


Baru saja lihat dan baca-baca disini , dikirimi link teman dari komunitas motor. Isinya adalah pemberitaan versi Supermoto dari varian Kawasaki KLX 150. Ini berarti memberikan harapan kembali bagi saya untuk meminang motor light-trail ini.

Seperti tulisan saya sebelumnya kalau jika ya -nekat- membeli versi saat ini, KLX 150, berarti akan ada dana lagi yang harus keluar untuk memodifikasi bagian ban dan tromol untuk menaruh ban aspal melekat di KLX. Setidaknya akan ada estimasi dana keluar hingga 2-3 juta untuk modifikasi, semata-mata agar nyaman di pakai harian yang selalu melintasi jalan aspal.

Varian ini lebih mahal 1.5 juta dari varian aslinya. Perbedaan hanya pada ubahan ban versi aspal dan penambahan handguard. Cukup signifikan untuk mengatrol gaya. Dana tidak perlu lagi keluar terlalu banyak jika memang varian ini sudah dijual luas. Berarti niat meminang Kawasaki KLX 150 naik lagi ke permukaan. Spek mesin akan sama dengan versi terdahulu.

Naik kelas ah ..

29 Jul 2009

Hhhmmmm .... saya harus berpikir ulang untuk membeli Kawasaki KLX 150. Kenapa ? Untuk kondisi pemakaian yang lebih banyak di aspal maka diperlukan ubahan pada tipe ban. Ban pacul bawaan sih bisa-bisa saja di pakai harian. Tapi peruntukan aslinya bukan untuk itu. Diperlukan dana tak kurang dari 3 juta untuk merubah sektor bawah demi pola Supermoto dan akrab dibuat jalan di aspal. Dana yang cukup mahal setelah keluar dana untuk membuat transaksi uang muka.

Pilihannya sekarang ?
Yamaha FZ16 - TVS Apache RTR 180 atau Minerva Megelli Supermoto ? Semuanya bermain di angka 20 jutaan. Mulai dari 160 cc hingga 250 cc. Dari nama besar jelas Yamaha unggul kemana-mana. Lalu Honda ? Pilihannya hanya Tiger baru dan Mega Pro, kurang cukup menarik minat saya. Yang jelas kelar menunggangi CS1 ternyata saya butuh power yang lebih besar untuk bisa di kendarai. CC jelas harus naik karena sudah lama berkutat main di 125 cc. Dan yang paling penting harus punya 'riding position' yang nyaman dan memenuhi segitiga berkendara yang enak buat saya yang punya tinggi 167-an.

Tunggu dulu .. Yamaha FZ16 belum keluar, meski sudah banyak muncul snap shot nya. Kalau mau bersabar silakan tunggu jeda Lebaran, ini menurut informasi yang amat bisa dipercaya. RTR 180 belum ada kepastian masuk meski di India negri asalnya sudah di launch. Megelli Supermoto dengan banderol cash 23 jutaan sudah tampil berkali-kali di pameran motor. Modelnya .. wow .. menarik juga.

Nama besar brand masih menjadi topik utama saya dalam pemilihan motor. Ini berkaitan dengan servis paska pembelian. Saya harus yakin bahwa bengkel resmi mereka hadir juga signifikan. Honda misalnya yang dengan AHASS nya sudah demikian merakyat. Yah saya kan masih buta mesin jadi harus tempat yang sanggup merawat motor saya dan tempat itu mudah dijangkau. Riskan dan perlu keberanian lebih untuk meminang TVS atau Megelli buat amatiran teknis seperti saya. Mudah-mudahan nantinya tidak salah pilih.

By the way .. CS1 saya banderol 14.5 juta dengan aksesoris box nya lho, jika tertarik silakan japri untuk tanya :-)

sumber sikat gambar :

chat sore-sore ..

27 Jul 2009

saya: kemarin pas baca buku provokasi ada kutipan menarik .... ketika kita ditantang orang *baca: ledek*
saya: jika kita balik ngeledek atau menantang berarti kita sama rendahnya dengan orang itu
dia: yup
saya: beruntung kejadian kemarin ga berlanjut
saya: di buku kita diajak unutk berpikir lebih
saya: dan tidak berbuat spontan
dia: he eh
dia: bener itu
saya: bisa jadi ejekan itu sebuah ujian, bahan renungan,atau mungkin jadi refleksi bahwa pihak lawan justru lebih rendah dari kita
saya: bukunya mem- provokasi kita untuk terus berpikir positif
dia: dan jgn mengambil keputusan di saat marah, byk ruginya..
saya: bukunya bagus
saya: kamu harus baca

.. jahhh ... si dia pas ku pamerin chattingan ini protes kok gambarnya ga nyambung, saya jawab "nyambung ah...", itu kan gambar saat pikiran kita sedang jernih .. di saat semuanya indah .. se indah lawan bicara saya ... *kedap-kedip .. kelilipan*

sumber foto : iHa

Hormat untuk Polantas ..

24 Jul 2009

Kamis, 23 Juli 2009, di perempatan lampu merah Halim menuju ruas Kalimalang. Ada trik menarik yang dilakukan para Polantas (Polisi Lalu Lintas) yang sedang bertugas. Pada kisaran jam 6 sore seperti biasa ruas ini memang terlihat sangat padat. Semua 'commuter' bergerak pulang menuju tempat tinggalnya masing-masing. Lampu berwarna merah dan antrian kendaraan pun terlihat mengular. Lampu berubah hijau dan tetap barisan tidak bergerak karena di arus lawan para Polantas tetap memerintahkan untuk terus jalan menerobos lampu merah. Ada apa ?

Tidak ada apa-apa, hanya trik Polantas saja untuk mengurai kemacetan. Sahut-sahutan klakson tidak terelakkan. Cukup aneh melihat tabiat pengendara di negri ini. Saat lampu berwarna merah mereka kebanyakan tetap merebut jalan menyiksa lawan dari arah lain. Ketika lampu berwarna hijau apalagi, semua berebut bergerak maju. Kasus di jalur Halim tadi hanya meminta beberapa menit saja bagi para pengendara untuk tetap sabar. Tapi faktanya mereka saling membunyikan klakson minta jalan karena lampu sudah hijau, sementara Polantas tetap mengayunkan tongkat merahnya tanda instruksi untuk tetap berhenti. Benar-benar sebuah perilaku yang jelas-jelas tidak menghormati Polantas yang sedang bertugas. Terdengar nada-nada kesal keluar dari mulut helm tanda mereka minta jalan. Sepertinya sulit sekali memberikan apresiasi tinggi ke petugas, tapi dengan mudahnya mencemooh seolah mereka yang paling mengerti mengurai kemacetan.

Bicara klakson, media ini lebih sebagai pemberi kode keberadaan kita di antara pengendara lain. Bukan untuk mengusir kendaraan di depan, bukan untuk meminta jalan, bukan untuk bergaya-gaya minta di hormati dan bukan sebagai media bentak-bentak. Tapi di Indonesia justru seperti itulah fungsinya. Semakin sering membunyikan klakson itu tanda bahwa semakin arogan lah klita sebagai pengendara.

Kembali ke topik awal. Trik menghentikan arus tadi dengan mempertahankan lampu hijau sebagai lampu merah ternyata membawa sebuah berkah. Lepas dua kali merah iring-iringan pengendara yang tak mengenal terima kasih pun bergerak. Ajaib. Jalur bergerak mulus di ruas Kalimalang yang terkenal dengan kemacetannya. Bahkan sampai ruas Caman Kalimalang pun roda masih berputar tanpa putus. Ini tanda bahwa usaha Polantas di seputar Halim tadi berbuah manis bukan ? Sayang trik tadi dianggap angin lalu oleh pengguna jalan, terhapus oleh suara bising klakson tanda tak sabar yang berteriak di ruas Halim.

Kira-kira sampai kapan kita mau menghargai mereka yang bertugas ? Kita lebih diam di tempat dan biarkan mereka bertugas ketimbang ramai meminta hak jalan. Mereka lebih tau mengantisipasi keadaan dan keruwetan di jalan raya. Mungkin di suatu saat mereka gagal tapi ketika berhasil membuat kita nyaman kita wajib memberikan penghormatan.

Mbak ... Jaketnya Mbak .... Kebalik

9 Jul 2009

Ada pemandangan cukup menarik di jalanan ramai Jogjakarta saat JDDC berkesempatan mengadakan pelatihan di kota ini. Ramainya populasi pengendara wanita membuat mata seakan ingin terus memandangi mereka. Satu pertanyaan kecil mengemuka. Kenapa mereka memakai jaket dengan posisi terbalik ? Lebih nyamankah ? Lebih hangat kah ?

Kami mencoba bertanya kepada para peserta yang kebetulan biasa mengenakkan jaket seperti ini. Mereka umumnya menjawab agar lebih hangat dari hembusan angin yang akan menerpa dada. Jika dilihat lebih dekat sebenarnya tidak ada yang salah dengan pemilihan jaket yang mereka lakukan. Ada yang berbahan denim yang memang menjadi pilihan minimum dari jaket. Ada pula yang memang berbahan tipis. Fungsi utama jaket adalah sebagai media pembalut tubuh pengendara dari terpaan angin dan jika terjadi gesekan jaketlah yang akan menjadi pelindung pertama bagi kulit.

Ada baiknya perilaku ini di revisi demi meningkatkan keselamatan dalam hal berkendara. Sisi negatif yang mungkin saja terjadi adalah :

1. Mudah 'melorot' nya jaket ke arah depan,
2. Akan sibuk membenahi jaket karena 'melorot' tadi dan akan mengganggu handling kendaraan.

Jika alasan agar lebih mudah dilepas-pakai tentunya agak sulit diterima karena justru sebenarnya sebaliknya. Memasukan tangan ke jaket dengan posisi terbalik akan makan waktu lebih lama dan tentunya lebih beresiko. Jika alasan menghindari masuk angin tentunya bisa di antisipasi dengan pemilihan jaket yang lebih tebal dan retsleting / zipper yang lebih erat dengan penutup tambahan. Bagaimana pun dari sisi kenyamanan jaket dengan posisi normal akan lebih membuat gerak tangan bergerak lebih leluasa. Faktor penguasaan handling pun lebih bisa diatur ketimbang memaksakan diri dengan mengenakan jaket dengan posisi terbalik.

Dari sisi gender memang acap terlihat banyak pengendara wanita yang melakukan hal ini atas alasan-alasan simplisitas di atas. Tapi jika ada pengendara pria pun idealnya penggunaan jaket seperti ini harus diperbaiki. Keutamaan pengendalian kendaraan harus di utamakan ketimbang mencari kenyamanan tanpa mau mencari keselamatan. Mari kenakan jaket dengan benar !

Provokasi ala Prasetya M Brata

27 Feb 2009

Sebenarnya saya agak tidak percaya dengan praktik hipnotis dan sejenisnya, kini saya baru dengar lagi satu 'term' baru bernama PROVOKASI. Siang ini, katakanlah seorang Provokator datang berkunjung ke kantor untuk bertemu dengan pak Jusri Pulubuhu, bos saya. Beruntung di sesi lain kelar sholat Jumat saya tiba-tiba bisa makan siang bersama mereka semua. Siapa sih provokator itu ? Namanya Prasetya M Brata, blogspotnya bisa dilihat disini http://provokasi-prass.blogspot.com/ , sementara web nya www.provokasi.com masih 'under construction'. Facebooknya pun ada, silakan ketik nama diatas tadi.

Di tengah makan siang tiba-tiba muncul topik untuk mempengaruhi seseorang. Saya menghindar dan tidak mau jadi objek. Bujuk punya bujuk akhirnya saya mengiyakan dan bukan bermain di sesi hipnotis. Pak Pras memerintahkan saya untuk merapatkan dua tangan untuk melihat mana yang lebih panjang. Jari tengah kanan atau jari tengah kiri. Saya tempelkan dan terlihat lebih panjang yang kanan. Setelah dipengaruhi dan memisahkan kedua belah tangan kembali saya membandingkan. Pak Pras bilang dengan tegas sekarang jari tengah kiri yang panjang. Loh ... kaget, takjub dibarengi tawa rekan-rekan lain. Jari tengah kiri kini lebih panjang. Apa yang salah dengan mata saya ? Tidak ada yang salah karena kita sudah dipengaruhi oleh sebuah ketegasan bahwa jari tengah kiri akan menjadi lebih panjang dari kanan. Mindset berubah. Tidak akan percaya jika tidak mencobanya.

Saya merasa cukup beruntung punya sesi singkat dengan provokator ini. Ajarannya mengatakan bahwa kita akan memerintahkan otak kita sesuai apa yang kita pikirkan. Bisa karena mau dan tidak bisa karena tidak mau. Simpel. Mempengaruhi orang pun akan mubazir jika kita belum mampu mempengaruhi diri kita sendiri bahwa kita bisa. Memprovokasi adalah menyulut sesuatu. Mungkin seperti motivator dalam bentuk yang berbeda. Pak Jusri yang beberapa hari lalu mengikuti seminar nya menjadi semakin terbuka tentang motivasi diri dan hal-hal yang berbau provokasi. Provokasi dalam bentuk positif tentunya. Oiya, pak Pras seorang 'bikers' juga ternyata, tuh liat motor dan asesori nya. Wah masih satu semangat bikers juga dengan saya rupanya. Semoga di lain kesempatan bisa bertemu kembali. Bravo Provokasi.

Ponari Sweat

18 Feb 2009

Rasanya gatal juga mau nulis soal fenomena Ponari, ya atau tidak. Lebih baik ya, sekedar untuk melampiaskan kekesalan saya atas fenomena membludaknya pasien di rumah Ponari demi mendapatkan berkah dari Ponari dan batu ajaibnya. Menurut berita terakhir yang ramai di media massa, saat ini Ponari sudah absen dari sekolah kurang lebih 3 minggu. Hilang sudah masa belajar dan masa bermain. Dari sinilah muncul lagi perhatian dari kak Seto, dari Komisi Perlindungan Anak. Secara langsung beliau datang bercakap dengan Ponari dan keluarga. Berita meresahkan lain datang dari ambruknya ayah Ponari diterjang protes tetangga agar Ponari tetap membuka praktek 'dukun'.

Beribu pasien datang membawa tempat minum masing-masing sembari menunggu Ponari mencelupkan tangan dan batu ajaibnya. Belum lagi cara ajaib lain pasien yang memaksakan definisinya tentang keajaiban yaitu rela menggali tanah lumpur sampai mengaduk comberan karena dipercaya juga berkhasiat.

Sebenarnya cuma satu pertanyaan menggelitik dan hitungannya sekedar harapan. Coba satu pihak independen hadir disana sekedar untuk menghitung persentase kesembuhan yang dialami oleh para pasien. Mereka semua sembuhkah ? atau hanya 2 dari 10 pasien yang sembuh ? atau justru sebenarnya tidak ada. Muncul dugaan bahwa ini hanyalah sekedar sugesti. Muncul karena ketiadaan kepercayaan masyarakat (miskin) terhadap jasa pengobatan dari pemerintah.

Kasian Ponari. Kasian bangsa ini.

Stupid!

6 Feb 2009



4T buat Penyeberang Jalan

9 Des 2008

Kira-kira apa yang ada di pikiran para pengendara motor melihat objek bernama pejalan kaki dan penyeberang ? Tanpa sadar para pengendara motor kurang menghargai mereka sebagai sesama pengguna jalan. Terkadang tidak dipedulikan bahkan hingga dibuat meminggir secara terpaksa. Tak jarang pejalan kaki harus urut dada menghadapi situasi sulit ketika ingin menyeberang jalan. Departemen Perhubungan Darat yang saat ini tengah gencar berkampanye soal keselamatan menyelipkan tips singkat bagaimana seharusnya seorang pejalan kaki menyikapi cara menyeberang jalan. Suatu hal mudah yang harus dibiasakan demi keselamatan.

Dalam situasi ini Dephub memperkenalkan istilah 4T, yaitu :

1. Tunggu Sejenak
Sabar, lalu sabar dan sabar. Itu sikap yang harus ditunjukkan saat melihat lalu lintas jalan raya ibukota. Salah sedikit saja tak akan luput dari senggolan kendaraan bermotor. Belum lagi jika harus menerima dipersalahkan karena tak jarang penyeberang ragu-ragu dalam bergerak. Yakinkan diri anda sebagai penyeberang dan fokus terhadap arah tujuan jalan.

2. Tengok Kanan
Biasakan selalu menengok ke kanan untuk melihat keadaan. Banyak kendaraan yang bergerak cepat, tapi tak jarang ada yang bergerak lambat. Secara tak sadar reflek gerak moncong motor akan mempengaruhi badan si penyeberang. Contohnya ketika moncong kendaraan bergerak ke kanan, badan seperti terbawa ke depan, ketika kendaraan bergerak ke kiri, badan seperti bergerak mundur.

3. Tengok Kiri
Kelar tengok kanan, jangan lupa tolehkan kepala ke kiri sekedar untuk mengantisipasi objek tak terduga. Acap kali ada saja kendaraan yang melawan arah hingga tak ayal muncul sebagai objek penebar bahaya.

4. Tengok Kanan Lagi
Kanan, kiri lalu tengok kanan lagi, yakinlah bahwa dalam sepersekian detik situasi jalan dan kendaraan sudah akan berubah secara signifikan. Respon pengendara pun berbeda-beda dalam menyikapi objek di jalan. Maka fokus dan konsentrasi dan hindari menjadi korban atas kesalahan pengendara atau bahkan kesalahan sendiri.

Empat langkah diatas sungguh sebuah tips sederhana dalam usaha penyeberang agar bisa melintas. Gunakan jalur zebra cross atau maksimalkan fungsi jembatan penyeberangan agar situasi negatif bisa dihindari. Bagi pengguna kendaraan pun sudah saatnya menghormati pemakai jalan lain, sama-sama menggunakan fasilitas umum dengan kadar yang berbeda tentunya harus dibarengi dengan sikap saling menghormati. Bisa ?

sumber gambar

POLISI TIDUR - Speed Bumps - Road Hump

12 Sep 2008

Pernah merasa risih dan sebal saat melintasi polisi tidur (poldur) ? Apalagi jika posisinya tidak membuat nyaman berkendara, bentuk lancip tidak landai, kadang berukuran besar atau mungkin jarak antar poldur yang terlampau dekat. Demi keamanan perumahan terkadang penempatan poldur justru membuat gerah pengendara yang hendak nyaman melintas. Salah satu efek buruk jangka panjangnya bisa berupa rusaknya shock motor atau bisa jadi merembet ke pemborosan bensin akibat gaya 'stop and go' saat menerjang poldur. Apa jadinya jika pada suatu saat kita dalam posisi terburu-buru seperti ke rumah sakit sementara cukup banyak poldur bertebaran, mau ga mau kita harus punya pengetahuan alternatif jalan.

Berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan , bentuk poldur yang benar adalah berbentuk landai (*lihat gambar) sehingga nyaman dilewati. Sepertinya pemahaman masyarakat tentang bentuk poldur yang ideal kurang tersosialisasi dengan baik, ujungnya masing-masing membentuk poldur dengan caranya sendiri, termasuk membangun poldur tiap 10m dengan tujuan kendaraan akan berjalan lambat dengan bentuk yang tidak seragam.

Sekilas menyimak asal kata polisi tidur versi web gendenk.com adalah sebagai berikut :
-----------------------------
Entah darimana kata ini muncul ke permukaan. Apakah ini menggambarkan sesuatu, juga ga jelas juntrungannya. Ada yang bilang ini menunjukkan keberadaan polisi yang bersedia menjaga masyarakatnya bahkan hingga rela tiduran dijalan untuk tujuan itu.

Tapi ga sedikit yang memplesetkan (atau jangan-jangan ini arti sebenernya), perumpaan ini dengan, saking malesnya polisi jaga, maka mereka melakukan tugasnya sambil tidur-tiduran. Bahkan ada juga orang yang yakin asal muasal kata polisi tidur karena bentuk barang ini membulat seperti perut polisi sedang tiduran. Ada loh orang yang melampiaskan kekesalannya terhadap polisi beneran ke polisi tidur ini, ditabraknyalah kenceng-kenceng barang ini, haha.

Ga jelas mana yang bener. Yang penting kita harus hati-hati menggunakan kata ini, karena memang sudah menyeret satu perusahan (rokok) besar yang iklannya memasukkan kata-kata ini kedalam promosinya, untuk diadukan kedalam kerangka hukum.

Polisi tidur dalam bahasa Inggrisnya nyerempet dengan kata Road Hump (bukan sleeping policemen) bertujuan untuk menghambat laju kendaraan.
-----------------------------

Benar adanya bahwa poldur diciptakan untuk memperlambat laju kendaraan saat melintasi daerah tertentu, tapi tentunya wawasan si empunya lingkungan juga harus terbuka tanpa harus mengorbankan kenyamanan pihak lain sebagai pengguna jalan. Barangkali informasi yang ada di artikel ini bisa anda 'share' ke lingkungan di sekitar anda sebelum membuat sebuah atau seorang POLISI YANG TIDUR.


*terimakasih buat weblog Ninja250R atas ilhamnya*

Bekasi Berlakukan Jam Belajar Malam

16 Apr 2008


Katanya sih per 2 MEI 2008 akan diberlakukan 'rule' baru, setiap anak tingkat SD - SMP dan SMA dilarang mendatangi tempat-tempat keramaian dan wajib belajar di rumah pada rentang jam yang telah ditentukan. Jamnya antara pukul 19 s.d 21.00. At least itu yang gue denger di i-Radio.

Bakal berhasil ? Ga tau juga karena metode pengajaran kepada anak di setiap keluarga pasti berbeda. Kalo mau peraturan berhasil ya harus konsisten, tapi siapa mau menjamin ada yang setiap hari inspeksi ke tiap-tiap perumahan se-Bekasi ? Karena ide ini ada baiknya dan ada juga buruknya :-)

Walikota Bekasi pun berharap, "Jam belajar malam harus benar-benar efektif !"

source gambar