Ride Report : Ujung Genteng Day Two

31 Des 2008

TRIP DAY TWO

Rencana awal rombongan akan bergerak menuju daerah wisata Goa Gunung Sungging, Air Terjun Cikaso dan Cigangsa, serta Pabrik Gula Kelapa plus pemandangan Amanda Ratu. Rencana akhir rombongan hanya bergerak ke Goa Gn Sungging, Cikaso dan Amanda Ratu saja. KM awal dari penginapan adalah di angka 9565.3 dan berakhir sore hari di angka 9648.5. Alhamdulillah puji syukur pada Tuhan yang memberikan cuaca teramat cerah untuk menemani rombongan wisata pagi hingga sore hari.

Estimasi berangkat yaitu jam 09 terpaksa agak molor karena belum siapnya rombongan, sementara mas Petrus sudah siap dengan rombongannya sendiri. Atur waktu kami pun bergerak menyusul dan langsung menuju Goa Gunung Sungging. Jalur yang ditempuh agak sulit dijelaskan tapi yang jelas arahnya tidak sampai ke arah POM bensin Surade. Untuk yang berkendara mungkin harus lebih sigap ambil posisi bertanya pada penduduk sekitar karena letak Goa yang ada di tengah kediamanan para penduduk. Jalur pun harus melalui jalan setapak tapi masih bisa dilintasi motor, hati-hati space nya teramat sempit dan berbatu serta posisi lahan parkir di kediaman kuncen goa yang ada di tingkat yang tinggi. Parkir menghabiskan kurang lebih 50ribu dan memberikan kuncen tanda terima kasih sebesar 250ribu. Jalan masuk goa melintasi pematang sawah yang hanya bisa dilalui berjalan kaki. Mulut goa hanya dihiasi satu buah rumah sawah kecil.

Offroad fase dua telah terlewati di jalur goa ini. Konon salah satu lubang di goa bisa menuju kota Garut, goa yang kedalamannya bisa sampai 3km ini menyimpan berbagai aura mistis dan keindahan perut bumi hasil kuasa Yang Maha Esa. Perjalanan dalam goa hanya dibekali dua buah petromak, jangan sampai tertinggal cahaya jika tak ingin tersesat. Udara pun terbilang makin lama makin 'sumpek', terlebih jumlah peserta yang masuk demikian banyak. Kaos pun harus rela jadi basah karena keringat. Tapi itu sama sekali tidak menghapus keceriaan peserta mendapatkan pengalaman baru.

Lepas dari Goa Gunung Sungging peserta dan boncengers pada backpacker bergerak ke Air Terjun Cikaso. Sebelum arah POM bensin Surade cukup jelas terlihat arah penunjuk jalan ke Perkebunan Cikaso, ikuti jalan terus tak kurang dari 7km. Bertemu pertigaan tetap ambil jalur lurus dan lihat sebelah kanan ada penunjuk jalan coretan di tembok bertulis "Curug Luhur Cikaso". Di pemukiman penduduklah kami berhenti parkir dan langsung berganti dengan moda perahu seharga 50rb PP berisi kurang lebih 12 orang. Paska perahu rombongan melanjutkan perjalanan beberapa meter sebelum menikmati Curug Cikaso. Tiga buah air terjun sama indahnya yang membuat sebagian dari kami melepaskan diri terjun berbasah-basah. Benar-benar indah !

Lepas Cikaso rombongan memilih makan siang di salah satu rumah makan di jalur kepulangan Surade - Ujung Genteng. Harga cukup terjangkau dan tempat yang lumayan nyaman. Awalnya sempat tertarik mencoba salah satu menu yaitu telur penyu, saya pikir telur itu matang tapi justru harus dimakan seluruhnya berikut kulit, yang ada justru agak 'eneg', untungnya telur tadi ada yang mau mencoba jadi ya tidak lantas jadi percuma beli. Setelah melalui pertimbangan dengan tim akhirnya kami melepaskan kesempatan mengunjungi Curug Cigangsa dan Pabrik Gula Kelapa dan lebih memilih langsung ke wisata pemandagan Amanda Ratu. Di Amanda Ratu yang jadi satu lokasi dengan Villa Amanda Ratu pengunjung cukup membayar tiket parkir 1000 rupiah. Parkir dan silakan berjalan-jalan di area hijau sambil mata jauh memandang bukit Amanda Ratu. Rute akhir yang sudah cukup menjadi titik akhir perjalanan sebelum rombongan bergerak pulang kembali ke penginapan.

Sore hari lepas sunset akhirnya kami beristirahat dan malamnya melakukan sedikit seremoni pengundian doorprize serta forum terbuka bareng dengan 6 backpacker yang saling tukar cerita latar belakang komunitas masing-masing. Hasil undian menaruh keberuntungan ke tangan bro No-Q yang mendapatkan voucher Shell dari www.jalanraya.net serta bro Andika yang mendapatkan hadiah helm NHK dari www.tokohelm.com. Selamat buat kalian berdua bro !

What a Trip di Hari Kedua !

( BERSAMBUNG ... )

Ride Report : Ujung Genteng Day One

Tuntas sudah perjalanan riders KHCC dalam agenda turing tutup tahun destinasi UJUNG GENTENG (UG), label turing kami beri nama "ADVENTOURIDE", gabungan kata Adventure, Touring plus Riding. Event yang digelar 27-29 Desember 2008 menyisakan lebih banyak pengalaman menarik ketimbang pengalaman pahit. Mengendarai Honda City Sport One keluaran 2008 sebenarnya saya sedikit ketar-ketir karena mungkin troubleshooting nya akan sedikit beda, apalagi teman rombongan saya semua mengendarai Honda Karisma/Karisma X. Beruntung sedari awal persiapan kami sudah menyiapkan mekanik demi kelancaran perjalanan peserta.

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pada :
1. Allah SWT atas lindungan-Nya selama perjalanan pergi dan pulang,
2. Keluarga yang sudah memberi ijin jalan turing 3 hari penuh,
3. Peserta Turing masing-masing : One (pelempar ide turing UG), Alex (PIC UG), Henry (PIC GPS), Dhanes (PIC Acara) serta rekan lain yaitu Igu, Adhy, Ozqy, Verdian, Yasin, Andika, Atma, Anto, No-Q, DJ, Toto, Dagienkz, Tria serta 2 mekanik Iman dan Didit,
4. Lady Backpackers masing-masing : Betsy, Fera, Hilda, Marita, Ita dan Rere yang membuat turing kali ini lebih berwarna.
5. Bantuan doorprize dari www.tokohelm.com berupa satu buah helm NHK dan dari tim saya sendiri (www.jalanraya.net) yang kali ini menyertakan satu buah voucher Shell 150.000 untuk tambahan doorprize.
6. Mas Petrus Suryadi ( http://ujunggenteng.multiply.com/ dan http://www.geocities.com/ujunggenteng/Front.htm ), berkat beliau informasi wisata dapat dikunjungi dengan baik,
7. PLUS ........... Kehandalan sebuah Honda City Sport One.

TRIP DAY ONE

Total perjalanan tak kuran dari 500 km PP, KM awal tercatat 9365.6 dari POM bensin Tanjung Barat hingga KM 9846.3 di POM Bensin Bogor tempat rombongan berpisah ke jalur masing-masing. Sampai lupa mencatat KM saat motor masuk garasi rumah. Melalui persiapan matang yang sudah dijalankan sebulan sebelumnya perjalanan dimulai dari titik pertama di POM bensin Tanjung Barat pukul 06.00. Proses Scruud kendaraan dilakukan mekanik dan dilabeli kertas perak, sementara peserta dibekali Name Tag yang berisi peta serta nomor-nomor PIC yang bisa dihubungi jika terjadi kendala selama perjalanan. Sebuah bukti maksimal yang bisa dtunjukkan.

Jam 07 peserta bergerak brief untuk melakukan perjalanan, grup tidak dipecah dan langsung jadi satu rombongan dan ini dilakukan karena rute yang akan dilalui belum banyak diakrabi peserta. KM awal 9365.6 berangkat dengan rapi menuju Bogor via KSU langsung menuju rute Batu Tulis - Warso Farm menuju arah Cicurug - Cikidang. Berhenti di POM Cibadak jam 10.17 dengan KM 9443 tercatat di panel speedo digital HCS-1. Cuaca cerah sementara perjalanan menuju rute Warso Farm sebenarnya tidak terhitung mulus karena beberapa meter ruas jalan masih berbatu cadas pengerjaan aspal beton dan ada yang terbagi dua jadi lalu lintas murni harus bergilir keluar masuk area cor-coran aspal beton. Paska POM Cibadak rombongan bergerak ke kanan menuju rute Cikidang, disini mulai peserta harus mengeluarkan jas hujan bekal perjalanan karena gerimis sudah mulai turun. Di rute ini pula perjalanan sudah mulai diwarnai variasi bentuk medan mulai dari tanjakan, turunan, aspal panjang hingga kelokan level sedang hingga level tajam. Kendaraan harus super hati-hati menghindari efek 'ci luk ba' dari kendaraan lain di depan karena pandangan sudah demikian tertutup oleh dinding bukit.

Jam 13.30 rombongan berhenti break makan dan sholat Dhuhur (digabung Ashar) di masjid Ciawitali dengan catatan KM 9501.5. Makan sop kambing plus nonton atraksi topeng monyet segala plus liat mobil pecah ban karena ban gundul. Untung tuh mobil ga masuk jurang. Break dimaksimalkan istirahat dan rute terbilang cukup baik dan mulus tapi tetap saja ada lubang-lubang kecil yang menuntut peserta lebih awas. Di sisa perjalanan Pelabuhan Ratu menuju Surade juga sebenarnya terbilang baik hanya space jalan saja yang terbilang sempit, beruntung aspal kering jadi bisa lebih memaksimalkan kecepatan sembari melakukan praktek counter weight saat berbelok tajam. Aspal tidak semulus yang dibayangkan karena masih berupa aspal batu dan terkadang berserakan kerikil kecil. Kecepatan bisa dikembangkan 50-60 km/jam berkelok-kelok. Pas lagi asik menikmati rute ada saja gangguan meski tidak bisa dibilang benar-benar mengganggu. Dari kejauhan riuh rendah suara rombongan motor membuka jalan, saya pikir cuma sedikit ternyata lepas dua motor muncul sirine dan sisa rombongan dari Yamaha Vixion Club Bandung, jika tidak salah mengenali ada satu mobil dan puluhan motor mengikuti. Wah pembuka jalan nya terlalu jauh. Riders KHCC yang lebih santai menikmati perjalanan memilih melipir kiri dan mempersilahkan sisa rombongan untuk lewat.

KM sudah menunjukkan angka 9534.8 saat rombongan berhenti di POM Surade. Disini muncul kejutan pertama saat bro Verdian terlihat lengah membawa barang, hasilnya tas tertinggal di daerah Cicurug saat rombongan berhenti makan siang. Diskusi sedikit alot dan menghasilkan solusi, bro Verdian dianjurkan naik ojek (PP 75ribu hingga penginapan) sementara motor nya dibawa mekanik menuju sisa perjalanan. Akhirnya di KM 9565.3 motor beserta rombongan berhasil mencapai tempat penginapan Mama's di pinggir pantai ujung selatan pulau Jawa, Ujung Genteng. Nyala matahari masih terang dan rombongan sukses mencapai daerah wisata dengan selamat. Thanks God kami semua bisa memperoleh kesempatan berharga menelusuri rute Jakarta - Pelabuhan Ratu - Ujung Genteng. Posisi Mama's sendiri jika dari rute Ujung Genteng dan bertemu dengan titik akhir pertigaan di tepi pantai, arahkan motor ke kanan dan susuri beberapa KM dengan kondisi jalan con-blok yang tidak rata, tanah hingga pasir pinggir pantai, aroma angin pantai sudah demikian hebat melengkapi titik akhir perjalanan rombongan.

Masih di hari pertama, saya selaku penyedia informasi wisata berkoordinasi dengan mas Petrus menyiapkan rombongan untuk bergerak ke wisata penangkaran penyu di pantai Ujung Genteng. Jam 21.00 rombongan bergerak mengikuti rombongan pelancong lain yang menggunakan jasa ojek. Sebagai informasi jasa ojek ini mengambil tarif PP 30.000 ke dan dari tempat penangkaran penyu. Rombongan KHCC berangkat berbarengan dengan rekan-rekan backpacker yang sudah sama-sama sampai di Mama's sore hari. Jalur menuju penangkaran penyu terbilang gelap karena sama sekali tidak ada penenerangan, hanya lampu motor yang membantu penglihatan pengendara. Lepas Mama's rombongan ke arah kanan pantai sejauh 3 KM dalam kondisi gelap, jalan hanya satu setengah tapak ban dihiasi tanah, pasir hingga lumpur yang kian menambah eksotisme perjalanan. Yang sedikit mengagetkan motor perlu menceburkan diri ke beberapa ruang muara untuk melintasi / menyeberang ke arah lain. Offroad malam yang benar-benar berkesan. Petualangan (Adventouride) fase satu hingga kembali ke penginapan sukses terlewati. Di tempat penangkaran penyu, pengunjung hanya dimintai uang masuk sebesar 5000 rupiah sebelum diantar para guide ke arah pantai berbekal senter selama perjalanan. Motor di parkir di luar penangkaran. Beruntung kami dapat menemui salah satu penyu besar yang telah bertelur dan hendak mencapai pantai. Penyu yang besar dan lamban sementara pengunjung sibuk mengambil gambar meski tidak dibekali cahaya cukup.

Kelar penyu dan paska kejadian menggelikan akhirnya rombongan sampai kembali ke penginapan dan bersiap istirahat untuk trip day two keesokan harinya. Lelah terhapus dengan kepuasan paska kunjungan pertama di wisata penyu.

(BERSAMBUNG ... )

CS1 Siap Touring

26 Des 2008


Siap Touring ke Ujung Genteng, 27-29 Des 2008

Ke Ujung Genteng 4 Hari Lagi

23 Des 2008

Brutal ! ........ keinginan jalan turing sudah semakin brutal ... persiapan kendaraan sebenarnya belum siap 100 % karena masih minus service bulanan + ganti oli, hanya modifikasi ringan untuk meng-edit tampilan ban belakang dan telah ter install Swallow Stream 100/80-17 seharga 240k. Ini size paling maksimal buat CS-1 tanpa melakukan modifikasi posisi shock, rantai maupun swing arm. Bibir spatbor pun tidak tergerus banyak karena plastik dalam spatbor telah sedikit dibakar demi menekan lebih ke dalam posisi spatbor dalam. Aman, boncengan pun aman karena sudah di tes sebelumnya. Porsi keseluruhan sudah ideal menemani size ban depan 90/80-17, size ini juga yang menjadi size maksimal untuk ban depan tanpa melakukan ubahan, yang perlu dikhawatirkan hanya jika ban terbalut tanah basah maka siap-siap saja ban berhenti akibat macet di dalam spatbor. Ini akibat celah teramat tipis meski masih proporsional.

170k uang registrasi sudah terbayar, sleeping bag sudah dipinjam, name tag ber lampu sudah dipesan (150k). Tinggal nunggu libur untuk jalan servis bulanan maka semua siap. Tujuan Ujung Genteng, gara-gara liat dokumentasi www.advrider.com maka setiap perjalanan dengan motor kini jadi lebih menyenangkan. Ride Now ! Live Free !

Jasa Parkir Motor ? BURUK !

22 Des 2008

Tidak perlu mencari waktu khusus untuk mencicipi buruknya pelayanan jasa manajemen parkir di Jakarta, cukup datangi pusat pertokoan besar di akhir pekan dan bersiaplah untuk menghela nafas panjang sekaligus menahan amarah. Minggu siang (21/12), sama seperti mal-mal besar lain di kawasan Jabodetabek, Metropolitan Mal yang terletak di ujung Kalimalang kota Bekasi sudah siap menampung pengunjung berapapun jumlahnya. Jumlah membludak pengunjung datang sama membludaknya dengan jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir, disitulah jasa manajemen parkir ber-inisial SP melakukan operasional hariannya.

Mungkin level atas manajemen parkir sudah demikian sering membaca keluhan sejenis, lebih memilih diam mungkin jadi alternatif favorit seolah biarkanlah menggonggong sementara pemasukan lancar mengalir. Lahan mal diatas tadi menyediakan lahan outdoor hingga 'basement' yang hari itu sudah demikian laris manis menjadi tempat istirahat kendaraan. Buruknya, ruang yang ada seolah dibiarkan tetap terbuka untuk kendaraan mengalir masuk sementara jarak antar kendaraan untuk parkir sudah demikian sempit. Posisi sudah demikian tidak beraturan, roda dua berbaris sejajar justru ditumpuk dengan posisi yang berlawanan saling menutupi. Saran untuk tidak mengunci setang kendaraan meluncur manis dari setiap petugas.

Saat berusaha keluar pun konsumen tidak mendapatkan bantuan sama sekali dan terpaksa memindahkan sendiri dua hingga tiga kendaraan lain yang sudah parkir saling menyilang. Butuh waktu 15-20 menit untuk sukses keluar dari lahan parkir basemen dengan lajur keluar yang juga tumpang tindih dengan lajur masuk. Ketiadaan petugas yang membantu benar-benar membuat lahan parkir jadi kacau. Tidak perlu waktu mengukur profesional sebuah jasa, cukup amati sosok-sosok berseragam apakah mau bergerak atau tidak. Dan siang itu tidak ada yang bergerak dan ber inisiatif. Di lajur pemeriksaan STNK pun tidak ada usaha senyum sama sekali meski keluhan kerap muncul dari para konsumen. Satu lirikan manis terlihat nama di dada "Fuadi M.Nur" yang sedang berjaga. Wajah yang seolah ingin bertutur "harap maklum". Mungkin si petugas belum tahu bahwa konsumen tidak membutuhkan kata harap maklum.

Bisa dikatakan mayoritas jasa parkir di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih jauh dari baik, ironisnya manajemen itu sendiri tidak mau ambil pusing melakukan penyelesaian masalah yang rutin mengemuka. Mulai dari keterbatasan ruang, seringnya over kuota kendaraan yang parkir sampai masalah kehilangan barang di dalamnya. Maklum sudah cukup puas dengan aliran keuntungan yang masuk. Penanganan masalah nanti saja di urusnya.

Join the Ride : Ujung Genteng

18 Des 2008


design by iHa (JalanRaya)
background foto : www.advrider.com

Di Seminar AISI dan FAMI 2008

12 Des 2008

"Usaha Menurunkan Tingkat Kecelakaan Sepeda Motor di Jalan Raya", begitu tajuk seminar satu hari yang digelar di Ruang Merak, Jakarta Convention Center pada 11 Desember 2008 bersamaan dengan event tahunan Jakarta Motorcycle Show 6 - 14 Desember 2008. Turut hadir berbagai pihak yang bersentuhan langsung dengan kampanye keselamatan jalan raya seperti wakil-wakil dari Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia, Departemen Perhubungan, Ditlantas Polda Metro Jaya hingga pemerhati masalah Road Safety dari Jepang dan praktisi Studi Transportasi. Tak tertinggal sebagai peserta seminar hadir perwakilan dari klub/komunitas sepeda motor, staf ATPM hingga jurnalis dari berbagai macam media. Semua memiliki keinginan yang sama yaitu mengedepankan perilaku aman berkendara demi menghindari sebuah kecelakaan.

Sepeda motor saat ini sudah menjadi pilihan banyak masyarakat sebagai moda transportasi alternatif, semisal sebagai transportasi dari dan ke tempat kerja, mengangkut barang hingga sebagai sarana rekreasi. Ini yang menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor 3 terbesar di dunia setelah Cina dan India. Angka besar ini muncul paralel akibat buruknya sistem transportasi massal dan masyarakat lebih memilih memiliki sepeda motor. Berbagi tanggapan, kritik dan saran membuat seminar berjalan aktif. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor terjadinya kecelakaan lebih kepada faktor SHEL (Software-Hardware-Environment-Liveware) atau mungkin lebih mudah dibahasakan menjadi 3 faktor yaitu Manusia, Lingkungan dan Kendaraan. Sementara di sisi lain dituntut ketegasan dan konsisten penegakan hukum terhadap regulasi yang ada karena dampaknya secara tidak langsung bisa menekan angka kecelakaan.

Di sela materi presentasi, salah satu pembicara yang datang dari Ditlantas Mabes Polri, Bpk Subono sempat berkelakar bahwa ada saja celah pengguna kendaraan demi menghindari hukuman atas sebuah pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Dikisahkan demi menghindari rambu larangan masuk, si pengendara memilih menggerak mundurkan kendaraan, dan ketika didatangi petugas si pengendara berkilah bahwa dia tidak masuk melainkan hanya memundurkan saja. Pintar ya. Pekerjaan rumah besar tengah berada di meja para produsen motor, pemerhati masalah sosial, praktisi keselamatan jalan dan pihak-pihak terkait lain sembari menunggu fakta bahwa di akhir tahun angka penjualan roda dua sudah akan menjadi jumlah 6 juta unit sepeda motor. Kita sebagai konsumen harus pintar-pintar menjaga angka kecelakaan agar tidak semakin tinggi. Utamakan perilaku aman berkendara, peduli keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Bro Edo launch buku

11 Des 2008


Congrats

Slideshow KNKT



Peserta seminar



Seminar AISI n FAMI


Suasana seminar

Jakarta Motorcycle Show 2008 : One

10 Des 2008

Gejala flu berat kayaknya ga sanggup ngalahin niat gue ngunjungin JMS tahun ini. Sebenarnya masih banyak kesempatan kesana, tgl 11 ngikut seminarnya, tgl 13-14 join JDDC di Taman Lalu Lintas nya. Gemes kudu dateng cepet malah tgl 9 dah nangkring disana kelar jam kantor. Janjian ma Danty yang masih bingung nentuin beli CS-1 or Vixion, terus Chicha dengan stoking hitamnya (kekekekkekee) .. plus Ochep perwira dinamis bermutu tinggi yang tengah gencar mencari profil backpackers (?). Rencana jam 4 mabur ternyata take off seperti biasa jam 4.30 sore dan langsung menuju TKP. Senayan ramai, hari itu juga ada gim bola Indonesia v Singapura, ga tau deh hasilnya berapa. Tapi roda gue arahkan ke parkiran mini di samping booth outdoor Honda setelah kelar menyapa Atma yang lagi petugas Honda di areal Test-Ride. Liat kantong cuma bekel sekitar 100 ribu, padahal gue yakin tu JMS bakal banyak godaan aksesoris bikers. Kelar parkir, gembok cakram dan berdoa parkiran aman, rada beda sore itu ga ada preman parkiran berkeliaran. Sip deh .. tinggal masuk meninggalkan pesan ke Atma yang cuma nyengir ga dihampiri.

JMS .. tiket masuk Jakarta Motorcycle Show 2008 adalah 15rb hari biasa dan 20rb saat wiken. Masuk, dingin dan langsung disapa geng ijo Kawasaki. Sebelah kanan ada Yamaha, kiri Suzuki, sebelah Suzuki muncul Honda yang berseberangan dengan Kanzen. Ada yang bingung di gelontor suara-suara manis suruh beli ini atau itu .. CS-1 atau Vixion, karena masing-masing punya kelebihan mulai dari posisi postur berkendara hingga teknologi karbu. Silakan Danty berpikir :-P . DI stand Honda malam itu ada aksi si robot Honda Asimo, plus ganti-gantian moto Asimo dan CS-1 modifikasi, damn a good modification ! *cek gambar*.

Di sebrang Honda ada Yamaha yang malah menonjolkan tunggangan Lorenzo di stage yang lebih tinggi, sementara tunggangan Rossi lebih dekat ke pengunjung. Foto-fotooooo ........ Di lain ruang ada stand Bajaj Pulsar plus penjualan pernak-pernik bikers, lengkap. Di sisi paling belakang muncul arena freestyle BMX plus Taman Lalu Lintas garapan Dyandra dan JDDC (liputan khusus menyusul). Di dekatnya ada food court dengan harga fantastis.

Pilek tapi lumayan puas, tinggal nanti Kamis pas seminar mampir lagi karena ga dapet foto-foto SPG ... ooopppsss ... foto-foto lengkap maksudnya. Pulang, ambruk, meler all night long ! Yang belum kesana mending kesana deh ya.

Honda CS1 and .. who is she ?

9 Des 2008


Support dari TokoHelm.com

Share dikit aja deh kelar kopdar bulanan KHCC kemarin di pelataran Senayan sembari denger gemuruh gol-gol Indonesia ke jala Myanmar ... jadi gini ... Indonesia berhasil membenamkan Myanmar dengan skor anjrit sebesar 3-0, kok bisa ya ? tumben ......... bagus deh, coba kalo kalah, bisa-bisa rusuh tuh kopdar sambil ngeliat wajah-wajah cemberut suporter. Lho malah bahas bola !!

Jadi .. turing KHCC kali ini bakal dapet yah katakanlah sponsor yang bakal ngasi beberapa doorprize. Apa aja ?
SATU BUAH HELM NHK model Shomy + SATU BUAH VOUCHER BENSIN SHELL senilai 150ribu. Masing-masing dari www.tokohelm.com dan www.jalanraya.net , mudah-mudahan bisa jadi daya tarik buat peserta yg ikutan.

Berangkat atas kesepakatan panitia, turing akan dimulai dari POM Bensin Tj Barat via scruud ketat seperti ketersediaan bensin full, ga pake alesan masih cukup .. plus perlengkapan rider dan bike nya, secara nih perjalanan bakal menguras stamina.

JAM KUMPUL : 06.00 - 07:00, cukup donk satu jam buat dateng dan sarapan, gunakan time management dengan maksimal. Karena jam 07 nya kita sudah harus berangkat .. TENG, ga pake lambat. Soal biaya pembatalan pun saklek akan diberlakukan karena jika dibatalkan nilai yang dikembalikan hanya 70.000, sisanya buat dana taktis perang dan turut serta menggelembungkan kas KHCC. Ga berat donk nyumbang kas ?

Konsumsi ? Kata si Alex sih standar nelayan lah .. meski kata mas Petrus bakal hadir aja tukang bakso, mudah-mudahan ada plus bakwan, gorengan sama siomay sekalian.

Perjalanan kali ini juga akan diramaikan dokumentasi lengkapnya si Atma plus percobaan pemakaian GPS oleh Henry, ngakunya sih bisa pake GPS, kita tes aja nanti, ga kelar nyusun rute kita ceburin ke vila sebelah. Nah soal rute bakal ngampil jalur CIkidang yang sebelumnya bermain di trek rute Batu Tulis - Warso - Cigombong demi menghindari Ciawi .. katanyaaaa ........ karena gue pun buta daerah dan rute sana, sekitar 2 thn lalu sih turing ke Pelabuhan Ratu cuma ya udah lupa kali nama-nama rute nya.

Bicara pom bensin KHCC bakal berhenti di 4 titik (Tj Barat - Cicurug - Pelabuhan Ratu - Surade), melihat dari efisiensi bahan bakar produk Honda sepertinya perjalanan tak akan banyak menyiksa keran bensin untuk mengantar biker dan kendaraannya. Sesampainya di vil Mamas semua diharapkan dalam keadaan baik karena banyak agenda telah menunggu.

Antara lain :
Penangkaran Penyu di Cipanarikan, lalu ke CIkaso, Cigangsa, Pabrik Gula Kelapa hingga Amanda Ratu. Padat dan semoga sesuai rencana.

Nah di tanggal 28 malamnya nanti bakal di gelar undian doorprize kali aja si Alex yang dah getol pengen punya NHK bakal mendapatkan impiannya. Duh jadi ga sabar, yah paling tidak itu yang dijabarkan si One karena beliau dah ngabisin 700 ribu buat dandan segala macem di motornya plus rider nya. Wow .. fantastis .. *dah bayar belum One* wakakakka ... sampe si Henry kudu cari wangsit pulang telat sama DJ buat ngobrolin helm yang pas buat ke UG, katanya sih ngincer GIVI or AGV Longway .. yakin luh :-P.

Nah sekarang jangan lupa siapkan diri semaksimal mungkin, jangan pake jaket seadanya, jangan pake helm yang ga memenuhi kadar safety. Perjalanan ini panjang bros. Siap ?

Ayo deh ke Ujung Genteng

Kelar juga tugas nge-brief temen-temen KHCC saat kopdar kemarin soal rencana perjalanan ke UG tgl 27-29 besok. Persiapan yang dah dibangun mudah-mudahan dapat mengakomodir keinginan banyak pihak meski bakal ada juga yang mesti menahan ludah karena khawatir ga bisa berangkat. Yah karena kita di panitia selalu woro-woro kalo perjalanan turing kali ini bakal beda dari turing KHCC sebelumnya.

Apa nya yg beda ? Ya jarak tempuh, ya waktu perjalanan. Dengan berbekal biaya pendaftaran 170rb per orang, member dah dapet penginapan dan konsumsi. Bensin ya kudu siapin sendiri-sendiri. Nah ini serunya, di hari ke-2 uang bensin sepertinya bisa berkurang karena bakal ada temen-temen dari (*mereka sih nyebutnya Galangers, staf dari Toyota Tsusho Indonesia) .. ya itu deh. Sekelompok kecil temen-temen wanita yang doyan jalan-jalan katanya. Dan Ujung Genteng bakal jadi destinasi mereka akhir tahun yang ternyata klop dengan agenda turing KHCC. Tinggal koordinasi sama temen2 KHCC untuk bawa spare helm untuk ngebantu mereka tetap dalam koridor safety dalam perjalanan wisata hari ke-2. Mereka dateng tiba-tiba beberapa hari yl via mas Petrus yang dari awal dah ngebantu survey online KHCC.

KHCC bakal ngendon di Mamas (bahasa Sunda yang berarti *sensor*), mereka di Ujang kalo ga salah dan grup mas Petrus di Hexa, dari segi jarak tidak akan jauh berbeda. Seru dan ga sabar menanti, cuma kendala di 170 aja nih yang sampai detik ini malah kepake buat jalan-jalan ke JMS 2008 di JHCC, mudah2an ga ada yang kudu dibeli, maklum pameran motor kayak gini kadang ada aja sesuatu yang riskan untuk ditinggal tanpa dibeli. Kekekekekk ..........

City Sport siap, tinggal ganti ban size 110/80-17 jika ada kesempatan trus nge-set perlengkapan mulai dari sleeping bag sampai pernik-pernik ala bikers yang kudu melewatkan dua-tiga hari di alam luar. Lama jam perjalanan yang di perkirakan nyantel di kisaran 10 jam mau ga mau harus mempersiapkan diri lebih mulai dari stamina pria (jahhhh ... kayak ape aje), safety riding gear model helmet dan protektor lutut-siku plus rompi dan sepatu turing. Perjalanan panjang ke dua setelah gelaran perjalanan mudik tempo hari ke Ambarawa.

KHCC sih nyebutnya Adventouride .. so ayo deh jalan !

4T buat Penyeberang Jalan

Kira-kira apa yang ada di pikiran para pengendara motor melihat objek bernama pejalan kaki dan penyeberang ? Tanpa sadar para pengendara motor kurang menghargai mereka sebagai sesama pengguna jalan. Terkadang tidak dipedulikan bahkan hingga dibuat meminggir secara terpaksa. Tak jarang pejalan kaki harus urut dada menghadapi situasi sulit ketika ingin menyeberang jalan. Departemen Perhubungan Darat yang saat ini tengah gencar berkampanye soal keselamatan menyelipkan tips singkat bagaimana seharusnya seorang pejalan kaki menyikapi cara menyeberang jalan. Suatu hal mudah yang harus dibiasakan demi keselamatan.

Dalam situasi ini Dephub memperkenalkan istilah 4T, yaitu :

1. Tunggu Sejenak
Sabar, lalu sabar dan sabar. Itu sikap yang harus ditunjukkan saat melihat lalu lintas jalan raya ibukota. Salah sedikit saja tak akan luput dari senggolan kendaraan bermotor. Belum lagi jika harus menerima dipersalahkan karena tak jarang penyeberang ragu-ragu dalam bergerak. Yakinkan diri anda sebagai penyeberang dan fokus terhadap arah tujuan jalan.

2. Tengok Kanan
Biasakan selalu menengok ke kanan untuk melihat keadaan. Banyak kendaraan yang bergerak cepat, tapi tak jarang ada yang bergerak lambat. Secara tak sadar reflek gerak moncong motor akan mempengaruhi badan si penyeberang. Contohnya ketika moncong kendaraan bergerak ke kanan, badan seperti terbawa ke depan, ketika kendaraan bergerak ke kiri, badan seperti bergerak mundur.

3. Tengok Kiri
Kelar tengok kanan, jangan lupa tolehkan kepala ke kiri sekedar untuk mengantisipasi objek tak terduga. Acap kali ada saja kendaraan yang melawan arah hingga tak ayal muncul sebagai objek penebar bahaya.

4. Tengok Kanan Lagi
Kanan, kiri lalu tengok kanan lagi, yakinlah bahwa dalam sepersekian detik situasi jalan dan kendaraan sudah akan berubah secara signifikan. Respon pengendara pun berbeda-beda dalam menyikapi objek di jalan. Maka fokus dan konsentrasi dan hindari menjadi korban atas kesalahan pengendara atau bahkan kesalahan sendiri.

Empat langkah diatas sungguh sebuah tips sederhana dalam usaha penyeberang agar bisa melintas. Gunakan jalur zebra cross atau maksimalkan fungsi jembatan penyeberangan agar situasi negatif bisa dihindari. Bagi pengguna kendaraan pun sudah saatnya menghormati pemakai jalan lain, sama-sama menggunakan fasilitas umum dengan kadar yang berbeda tentunya harus dibarengi dengan sikap saling menghormati. Bisa ?

sumber gambar