Tampilkan postingan dengan label a-jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a-jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Ciwidey Ride

18 Agu 2009

Nama CIWIDEY tentunya tak asing di telinga penikmat jalan-jalan. Lokasi wisata di kaki Gunung Patuha Kab. Bandung ini berada sekitar 2000 dpl. Tempat yang terkenal dengan produksi buah Strawberry ini menyimpan hawa sejuk, cukup hangat-hangat dingin di saat siang dan terasa dingin menusuk tulang di saat malam. Bekal jaket tebal rasanya menjadi bawaan wajib para wisatawan.

Saya berkesempatan mengunjungi tempat ini beberapa hari yang lalu, 15-16 Agustus 2009. Jelang hari kemerdekaan bangsa Indonesia, 17 Agustus 2009. Nuansa hari kemerdekaan inilah yang membuat perjalanan kali ini bertema "Turing Merdeka". Saya beserta rombongan dari komunitas Honda Karisma (KHCC = Karisma Honda Cyber Community) mengambil rute tempuh melalui daerah Jonggol ketimbang harus berjibaku dengan ruwetnya lalu lintas Bogor - Puncak. Jarak dipangkas amat jauh karena tembusan Jonggol sudah berada di daerah Cianjur jelang Padalarang.

Saya menunggu rombongan di daerah Cileungsi karena posisi rumah tinggal saya yang berada di Bekasi. Kelar Cileungsi berturut-turut menelusuri rute Jonggol - Cikalong - Ciranjang - Cipatat - Padalarang - Cimareme - Soreang hingga Ciwidey. Tidak perlu masuk Bandung kota dan memangkas langsung sambil melihat stadion Jalak Harupat milik Persib.

KM awal speedo meter Honda CS1 mencatat angka 22.918,7 dan kembali ke garasi rumah esok harinya di KM 23.295,6. Total pergerakan kendaraan PP hanya 376,9 km. Konsumsi bensin tidak tercatat presisi dan pasokan bahan bakar berubah-ubah dari Pertamax - Premium dan kembali Pertamax.

Sesampainya di Ciwidey ada beberapa catatan yang harus saya koleksi agar bisa menjadi masukan bagi banyak pihak :

  • Kondisi jalan masuk ke Ciwidey sempat terlihat menjanjikan dengan aspal yang baik. Naik terus naik justru makin buruk. Derajat kemiringan yang lumayan ekstrim membuat kendaraan harus susah payah 'genjot' gigi 1 sambil menginjak batu-batu aspal tak karuan. Ini jelas jadi masalah saat pengendara mempersiapkan putaran gas saat naik. Satu mobil terlihat terjebak di bebatuan dan tak sanggup naik lagi.
  • Jika niat dan berusaha modern mungkin akan lebih eksklusif jika tersedia kereta gantung untuk sampai ke atas. Tapi tutup harapan anda jika tempat wisata ini masih di bawah pengaturan pihak-pihak yang tidak total mengurus lokasi wisata.
  • Sesampainya di bibir kawah saya memang terkagum-kagum dengan bentuk unik kawah ini. Warna hijau dominan di air-air yang mengisi kawah. Tebing-tebing apik mengelilingi kawah misterius dan cantik ini. Tapi ..... pemandangan Indonesia tak lengkap tanpa sampah, tak terkecuali di Ciwidey. Peraturan dan peringatan seolah pajangan. Sampah sedikit berserakan di pinggiran kawah. Belum lagi coretan di bebatuan padahal ada larangan besar disana. Inilah bangsa kita. Terima saja !

Secara umum saya dan teman-teman dipuaskan dengan perjalanan ini. Penginapan alternatif di perumahan penduduk justru memberikan kepuasan tersendiri. 500ribu-an per malam bukan masalah karena ruang luas dua tingkat rumah menjadi milik kami dalam semalam.

Pemandangan sekitar pun dapat terlihat kepulan asap pemandian air panas. Istirahat kapan pun menjadi kenikmatan buat saya dan rombongan. Catatan lain soal Ciwidey akan saya lanjutkan di lain post. *Makan strawberry nikmat juga*

Es Krim RAGUSA

4 Agu 2009


( atas-Ragusa warna merah)


Es krim RAGUSA namanya. Ada di jl Veteran I no.10 Jakarta. Sebagaimana terpampang di dinding kedai nya, resto es krim ini sudah berdiri sejak 1932. Wah bahkan sudah berdiri sebelum tahun kemerdekaan bangsa ini. Berarti sudah ada masa gaul dan hiburan waktu itu ya. Hari Sabtu (1Aug 09), akhirnya meluncur juga ke tempat yang begitu dekat dengan Monas dan masjid Istiqlal. Letaknya berseberangan dengan masjid Istiqlal dan berada di bawah rel KA Gambir, berdampingan dengan berbagai macam toko lain di sepanjang Jl Veteran.

Hari itu kami memesan satu Spaghetti Ice Cream dan satu Banana Split Ice Cream. Masing-masing di kenai harga 27.000 rupiah. Cukup mahal memang tapi layak untuk sebuah es krim yang tersuguh di mangkuk oval warna putih. Warna-warninya memikat lidah ditambah tumpukan es krimnya yang memang benar-benar dalam porsi yang lebih. Es krim nya masih segar karena memang buatan saat itu juga dan tanpa bahan pengawet. Harus lekas di habiskan karena dalam waktu singkat es krim akan lumer.

Sebagai teman makan es krim kami menghadirkan satu piring sate ayam. Harganya 8000. Menu satu ini malah menambah kenyang. Maklum porsi es krim ternyata cukup banyak belum lagi yang Banana Splitnya. Pisang pasti membuat kenyang -atau eneg..hehehe-.

Nuansa jaman dulu memang sangat terasa di ruangan RAGUSA ini. Dekorasi dinding mempertahankan sejarahnya. Dan begitupun dengan meja-kursinya. Kursinya cukup sempit dan rendah. Tapi tidak mengurangi kelezatannya. Ruangan yang terbilang kecil dengan jumlah pengunjung yang keluar masuk mungkin perubahan besar ruang bisa jadi prioritas. Entahlah. Hanya manajemen Ragusa yang tau. Yang jelas es krim ini nikmat dan bisa menjadi titik target kuliner para penggemar es krim.

Sekilas Ragusa
====================
( SUMBER )
Nama “Ragusa” berasal dari dua orang berkebangsaan Italia yang datang ke Indonesia pada tahun 1930-an, saat itu Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa datang ke Indonesia hanya untuk belajar jahit menjahit di Jakarta Pusat. Setelah lulus mereka lalu pergi ke Bandung dan bertemu dengan wanita berkebangsaan Eropa yang memiliki peternakan sapi. Melihat produksi susu sapi yang sangat banyak pada saat itu, Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa pun punya ide agar susu sapi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Lalu munculah ide untuk mejadikannya sebagai bahan utama pembuatan es krim. Bukannya menjadi penjahit, dua bersaudara Italia tersebut malah tertarik membuat es krim. Ternyata es krim buatan mereka disukai dan laku dijual.
====================

Indonesia International Motor Show 2009

27 Jul 2009

Tahun 2009 INDONESIA INTERNATIONAL MOTOR SHOW (IIMS 2009) memasuki gelaran yang ke 17. Jika di tahun-tahun sebelumnya mengambil tempat di Jakarta Convention Center Senayan, kini tempat nya berpindah ke arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Tampak sebagian besar Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) baik motor maupun mobil adu kekuatan produk baru beserta inovasinya.

Tampak arena PRJ yang baru saja lewat tidak ada perubahan signifikan untuk menampung pameran kendaraan roda dua yang dihadiri nama-nama besar Honda, Yamaha, Suzuki hingga Kawasaki plus pendatang baru Minerva. Bajaj dan TVS absen. Turut mendampingi stand kendaraan roda dua adalah showroom perangkat berkendara mulai dari helm, apparel hingga fitur box-box motor maupun mobil.

Info lengkap mengenai IIMS 2009 bisa KLIK DISINI. Kendaraan roda dua yang mengambil tempat di lokasi 'outdoor' tampak ramai dengan antusiasme pengunjung. Honda -melalui AHM- berkesempatan memamerkan produk terbaru mereka HONDA VARIO dengan fitur Combi Brake. Combi brake sendiri adalah fitur keamanan yang berhubungan dengan metode rem. Rem kiri akan berfungsi menekan baik roda belakang maupun roda depan. Setengah tekanan pada tuas rem akan memperlambat roda belakang. Sedang jika ditekan penuh makan roda depan akan ikut melakukan perlambatan hingga masuk ke sebuah 'full stop'. Canggih ? Tergantung pemakainya. Ini yang harus diwaspadai para pengguna agar tidak terlena dengan kecanggihan sebuah teknologi. Bagaimanapun jika dua buah roda terkunci maka distribusi bobot akan bermain dan ber potensi mencelakakan pengendara jika belum mengerti pemakaian detilnya.

Di luar Honda, ATPM roda dua lain tetap menawarkan produk eksisting sementara Minerva terus menggeliat memamerkan produk Megelli-nya. Test ride nya bisa dilakukan di lapangan yang telah disediakan. Untuk yang berminat hunting aksesoris berkendara bisa mencari varian-varian baru helm dari merk-merk yang sudah dikenal macam INK, Kyt, MDS hingga GM, dari level atas tersedia produk NOLAN, Givi hingga AGV. Semua memberikan diskon yang cukup menarik.

Lain motor lain pula mobil. Kendaraan roda empat mengambil tempat di dalam ruangan (hall/indoor). Dari mulai mobil klasik dari jaman perjuangan, mobil koleksi presiden RI, truk-truk canggih, hingga mobil-mobil sedan futuristik, offroad, hingga kendaraan harian konsumsi keluarga. Menemani kemegahan pameran mobil hadir pula stand-stand aksesoris audio-video, zat-zat aditif, velg, ban hingga pameran kendaraan ramah lingkungan, tak lain adalah sepeda. Booth produk sepeda menawarkan varian sepeda lipat dengan model yang menarik.

Bagi yang ingin memperpanjang SIM (A dan C) ternyata Polda Metro DKI Jaya membuka booth bekerja sama dengan BRI. Sistem online yang di anut menawarkan kemudahan. Silakan datangi booth ini jika memang SIM nya sudah hampir mati. Tersedia layanan siang hingga malam sesuai jam pertunjukan IIMS 2009.

Acara IIMS 2009 sendiri berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 2 Agustus 2009. Bertempat di lahan PRJ Kemayoran dengan tiket masuk 20.000 untuk hari biasa dan 30.000 untuk akhir pekan. Sebuah kesempatan jalan-jalan untuk mengisi waktu luang sekaligus mengenali produk-produk baru kendaraan roda dua dan roda empat serta pernak-perniknya.

Secara umum gelaran ini memang menawarkan hiburan yang cukup komplet. Terbantu juga dengan berbagai live performace yang dihadirkan oleh masing-masing ATPM. Di balik itu tentunya ada sedikit masukan yang hendaknya bisa diambil dari pihak penyelenggara. Ketiadaan kampanye 'ROAD SAFETY' menjadi poin lemah gelaran ini. Pihak ATPM sibuk menjual produknya dan bersiap membanjiri jalanan dengan kendaraan-kendaraan yang sudah terjual. Dari puluhan stand justru tidak hadir booth khusus maupun booth pendamping yang menggelar kampanye tentang keselamatan.

Jika mau, tiap-tiap stand bisa sedikit meluangkan waktu membangun booth dengan konsep memberikan pengunjung informasi dan ragam pengetahuan tentang keselamatan berkendara. Entah penggunaan seatbelt yang baik, posisi mengemudi, pengenalan kendaraan dari sisi safety, hingga data-fakta kecelakaan yang bisa membuat pengguna kendaraan berpikir lebih siap dalam mengemudikan kendaraan. Kemana fungsi Dephub atau mungkin instansi swasta Road Safety model Global Road Safety Partnership yang justru menghamburkan uang hanya demi sendratari. Akan lebih tertata lagi jika Dephub(dar) ataupun pihak KePolisian menggiatkan kembali atau memberi komando bahwa tiap ATPM wajib menyuguhkan layanan informasi keselamatan sehingga pengunjung tidak hanya dapat informasi produk kendaraan tapi juga informasi yang berkaitan dengan keselamatannya saat mengemudi. Pekerjaan Rumah besar bagi penyelenggara dan pengisi cara jika memang berniat mengurangi angka kecelakaan selain hanya menjual kendaraan.

Turing Iseng dan Narsis

27 Apr 2009

Berangkat jam 5 pagi tapi baru jam 10 malam kendaraan masuk garasi. Padahal tujuannya hanya Puncak PP. Melalui rute Sentul - Bukit Pelangi - Gadog - Puncak akhirnya rombongan berhenti di pedagang Sate Kiloan beberapa ratus meter dari masjid At Ta'awun. Hidangan sate kambing tambah tongseng mampu mengisi rasa lapar. Kelar makan siang akhirnya kami memutuskan bergerak ke masjid untuk menunaikan ibadah Dhuhur. Disini menu Jagung Bakar dan Tahu Sumedang menjadi teman lanjutan, wah perjalanan kali ini tak lebih dari perjalanan makan-makan dan foto-foto, entah berapa berat badan yang naik kelar melakukan perjalanan ini.

Kurang lebih jam 2 siang akhirnya kami merapat ke Gunung Mas. Perjalanan ini seperti kilas balik saat GK 1 Karisma Honda Cyber Community beberapa tahun yang lalu. Bedanya rute yang kami ambil adalah sebaliknya, melalui jajaran hijau kebun teh dan jalan berbatu kami pun bersemangat menyusuri jalur keras ini. Beruntung cuaca cerah yang menjadikan rute tetap bersahabat untuk dilewati.

Tak kurang sate kambing, tongseng, jus belimbing, belum lagi teh hangat, Jagung bakar, tahu sumedang sampai menu paket A HokBen habis dilahap sepanjang perjalanan, itu belum termasuk penawaran teh botolan non-sugar yang ditawari spg cantik bernama Fitri plus Mizone dari bapak-bapak yang datang menawarkan. Pemandangan yang tak kalah hebat adalah silih bergantinya raungan sirine dari motor sipil yang lalu lalang memecah kesunyian di lalu lintas buka-tutup saat itu. Nada geram sempat mampir karena sempat beberapa kali peserta rombongan ber-sirine mengeluarkan gelagat arogan. Harap maklum. Jelas-jelas kadar taat aturan nya masih kalah jauh dengan rombongan kami meski cc mesin yang kami kendarai cenderung kecil.

Overall perjalanan ini menyenangkan, saat berangkat berisi 7 rider, pulang tinggal 5 karena dua yang lain memutuskan pulang lebih cepat. Untuk melepas penat perjalanan ini benar-benar bermanfaat meski durasi perjalanan menjadi tidak ideal karena banyaknya kesempatan parkir untuk makan dan foto-foto. But let's do that again !

Jakarta - Purwakarta PP

13 Apr 2009

a Long weekend made me has no choice than to speed up my City Sport and take her for a ride. Destination : Jatiluhur, Friday April 10, 2009. Woke up early at 5 wasn't so difficult thing to do. The schedule was to leave Bekasi at 08 from the pit stop at Petronas gas station (West Bekasi). First, i'd like to make comment for this Petronas, i thought it was a clean space like Shell, but i went wrong. The toilet is out of order and the Green colour of Petronas as not as clean as Shell. Pertamina ? no way, there is only a few Pertamina clean gas station we can find. Not good as i thought, come on Petronas, clean up !

Arif, one of my companion arrived with his word .. "don't speed up later bro", since that is his first touring with us at KHCC (Karisma Honda Cyber Community). Next, DJ (Djoko) and Somadto arrived, as we wait for another group from Jakarta. Finally we start to run the engine at around 8.30 (forget the exact time). Me, who always take notes like kilometres and so on had to easily dissapoint since i left my book at home .. arrghh .. i cannot count the exact miles and riding duration. Around 15 riders hit the road to Purwakarta. Most riders ride Honda Karisma & Karisma X alongside with one Honda Vario dan my Honda City Sport.

We took the route "Pantura", from Bekasi - Tambun - Cibitung - Cikarang thru Klari then Purwakarta (Jatiluhur). By 11 we finally arrived then made Prays at nearest Mosque while we're waiting a few friends to ride along. After praying, we went to Jatiluhur Dams to take lunch. Unfortunately the menu was too slow to show, almost we had to make hard complaint to the restaurant. Me, who's not to keen on fish food (prefer fresh water than sea water) had to eat it all. I was hungry .. arrghhh .. okey okey .. later i was full and ready for taking 15 mins powerful nap to accelerate fitness before riding to next detination, Cirata Dams, about an hour journey from Jatiluhur near Jonggol route.

We end the journey at Cirata around 17 while sun set off the bridge. Well this dams (Cirata) looks better for me than Jatiluhur, at least that friday ride. The sun has set, we gotta go home. Instead of reaching Bandung we decide it to make this trip one way round Jakarta - Jatiluhur - Jakarta. Route home took place normal road from Purwakarta to Cikampek. The road was awful when we hit Cikampek, too many mini holes on the street so that we had to escape too many times.

Overall the journey went fine, unless the missing (kilometres) data that i used to make. We took a rest for snack + coffee near Tambun - Kalimalang before we hit our own ride home, at 23 i landed my City Sport home at last. What a single day ride. Zzzz .. zzz.

AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER

16 Feb 2009

AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER
14 Februari 2009


Tanggal 14 Februari ternyata menjadi hari yang penuh kejutan bagi kami blogger Indonesia yang mengkhususkan diri menulis seputar dunia otomotif. Hari itu PT AHM (Astra Honda Motor) memberikan kesempatan bagi kami datang berkunjung ke pabrik terbesar mereka yang berada di Cikarang (Plant 3 Cikarang).

Saya pun sama suprisenya, awalnya saya sedikit berharap agar tidak lagi berkunjung ke pabrik Honda, paska kunjungan saya ke tempat mereka di Sunter dan ikut merasakan sirkuit ketahanan Honda di Tipar Cakung saya berharap mendapat kesempatan masuk ke pabrikan lain. Murni demi memperluas jejaring sosial saya. Beruntung pabrik Honda yang dikunjungi bukan dua tempat diatas.

Pagi (14/2), kami berkumpul di Starbuck Tebet mulai jam 7 pagi. Hadir paling awal rekan-rekan AHM, salah satunya mas Tedy yang sudah saya kenal sebelumnya. Juga telah ikut duduk bro Triatmono. Saya pun bergabung sembari memesan Cappucino dan satu kue coklat hangat. Berturut-turut blogger lain hadir dengan gaya masing-masing. Ini semacam menjadi kopdar pertama saya untuk melihat sosok asli dibalik blog-blog otomotif mereka. Terlihat bro Stephen Langitan, bro Taufik pemilik blog Ninja 250R, bro Saranto yang saya kenal di MP, sampai bro Adi si blogger Alonrider. Datang sekitar 16 blogger dari berbagai latar belakang tulisan. Dari yang melek modifikasi, jagoan balapan, kritikus produk otomotif sampai penggiat safety riding macam saya. Disinilah saya akhirnya mengenali wajah-wajah di balik dunia blogging otomotif.

Puas sarapan pastry dan ragam kopi, kami pun berangkat ke Cikarang menggunakan bus. Tak memakan waktu panjang karena lalu lintas yang lancar dan hari yang cerah akhirnya kami masuk ke Kawasan Industri Cikarang. Surprise ! Sebuah banner besar menyambut kami di gerbang, bertuliskan “AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER”, sebuah apresiasi tinggi yang coba diberikan pihak tuan rumah kepada para tamunya. Salut !

BLOGGER
Blogger sendiri adalah semacam Citizen Journalism. Hadir membawa pesan melalui gaya tulisan masing-masing, tanpa tedeng aling-aling blogger menuliskan apa yang mereka rasakan terhadap segala situasi dan kondisi. Tak terkecuali keberadaan ragam produk otomotif. Kami, Blogger, adalah fotografer, penulis, editor, bahkan eksekutor terhadap pemberitaan kami. Beda dengan jurnalis konvensional yang masih menjaga etika jurnalisme dalam meliput pemberitaan dan kadang masih kurang menohok dalam mengkritisi sesuatu. Blogging adalah FREE JOURNALISM, tidak ada tekanan apapun terhadap meja tulis kami. Mungkin atas dasar kejujuran penulisan gaya blogger inilah yang membuat pihak AHM membuka pintu lebar-lebar untuk bersilaturahmi dan menjalin pertemanan yang lebih jauh.

Saya melihat sebuah kesempatan berharga untuk memberikan segala jenis masukan dan kritikan. Sama halnya seperti yang dipikirkan blogger dalam sesi tanya jawab. Semua hal yang masih terpendam di hati langsung terpuaskan di dalam sesi ini yang akhirnya molor panjang dari jadwal karena begitu banyak hal yang harus keluar dari pemikiran kami para blogger.

COMPANY PROFILE
Dalam pengenalan lebih dekat dengan apa itu Astra Honda Motor, pak Kristanto selaku Head of Corporate Communication maju di depan ruangan dan memberikan brief singkatnya. AHM sendiri awalnya bernama PT FEDERAL MOTOR (1971), yang kemudian pada 1 Januari 2001 menjadi PT ASTRA HONDA MOTOR. Share holding dibagi rata 50-50 antara Astra Internasional Tbk dan Honda Motor Co, Ltd.

Ingin tahu berapa besar kekuatan produksi motor mereka di tiap-tiap cabang pabrikan ? Sunter mampu memproduksi 4400 unit/day, Pegangsaan 3600 unit/day, sementara CIkarang sendiri mampu menghasilkan 4000 unit/day dari lahan 30 Ha mereka. Jumlah yang mencengangkan dan dari jumlah ini lah lalu lintas jalan di Indonesia semakin padat. Plant 3 Cikarang ini sendiri hadir sejak 30 September 2005. Disinilah ragam tipe cub dan matic produksi.

Ruang 1 berisi Assembly Engine, ruang 2 berisi olahan Casting, ruang 3 Frame Component dan berakhir di ruang 4 Final Assembly. Hari itu kami berkesempatan melihat produksi matic dari mulai part terkecil hingga instalasi penuh satu bodi beserta isinya menjadi satu unit motor siap jalan.

SESI TANYA JAWAB
Berbekal penglihatan blogger terhadap proses produksi membuat sesi tanya jawab menjadi sesi penting bagi kami, karena melalui sesi inilah kami berhak mengumbar kritikan maupun pujian terhadap perusahaan market leader di bidang otomotif roda dua.

Jika bisa disedikit disimpulkan ada beberapa hal yang dapat saya catat di buku kecil AHM saya :

• Strategi Warna. AHM dikenal banyak menggelontorkan pilihan warna untuk konsumen, dan berdasar riset bahwa pengendara di bawah usia 25 tahun menjaring lebih dari 53 % pangsa pasar.
• Pemerataan warna juga melihat dari demand tiap-tiap lokasi penjualan. Karena tak bisa dipungkiri tiap-tiap daerah memiliki keinginan warna mereka masing-masing.
• Sistem injeksi mengalami penjualan yang baik yaitu berkisar 4500 unit per bulan. Sistem injeksi sendiri menawarkan sistem teknologi pengapian yang lebih maju, lebih presisi, lebih irit ketimbang sistem karbu konvenional. AHM menghadirkan sistem ini di line produk Honda Supra X 125 mereka.
• Saat ditanya apa akan ada produk baru tentunya jawaban pun akan sesuai perkiraan. Ya akan ada, tapi belum bisa di publikasikan.
• Soal penjiplakan model Honda ke varian sepeda motor pabrikan lain, Honda juga telah melakukan somasi terhadap kasus penjiplakan ini. Kasus tengah berlangsung dan jika mengharuskan naik ke meja hukum secara tegas Honda menyatakan siap menghadapi segala situasi.
• Salah satu pertanyaan juga mengemuka soal kesediaan spare part untuk line produk yang telah berhenti produksi. Menurut narasumber internal AHM sendiri mereka menyebut bahwa spare part produk tetap akan diproduksi 7 tahun ke depan sejak sebuah varian itu diputuskan berhenti di produksi.
• Semisal ada keinginan memburu spare part original untuk produk lawas, silakan larikan keluhan ke Call Center Honda dimana mereka coba membantu menyediakan baik yang sifatnya benar asli atau sibstitusi dari merk lain yang sejenis.
• Datang dari konsumen Honda CS1 saya merasa berkewajiban menanyakan progress penjualan tipe ini. Cukup menggembirakan karena serapan pasar mampu menghasilkan angka kurang lebih 9000 unit/bulan untuk penjualan. Konsumen CS1 bisa berbangga hati karena jenis cross-over ini tidak di produksi di luar negri di bawah arahan Honda. Desain ini murni hasil karya anak bangsa. Desain yang aneh tapi juga super menarik.
• Soal Safety Riding sendiri, AHM melalui banyak dealer nya mulai mengangkat issue ini sejak akhir 2002. Sebuah usaha yang layak diacungi jempol meski masih banyak yang harus dibenahi baik dari pola pelatihan hingga metode kampanye.
• Poin penting yang coba saya kritisi adalah pemberian perlengkapan aman berkendara. Saya secara langsung menyatakan buruknya kualitas helm gratisan dari pabrikan/dealer. Pembenahan ternyata juga tengah berjalan dimana helm model tipis yang banyak diberikan ke konsumen per Desember 2008 mengalami perubahan. Untuk jenis motor sport diberikan full face dengan kategori layak pakai. Setara dengan helm yang dijual massal, mulai dari sisi desain, ketebalan material hingga model kancing pada dagu. Sementara di luar tipe sport konsumen berhak mendapatkan jenis half face dengan kualitas yang sama baiknya. Berbeda jauh dari helm yang telah saya tulis keburukannya beberapa bulan yang lalu.
• Ini belum lagi pertanyaan-pertanyaan menarik lain. Intinya semua puas menyebarkan keluhan dan masukan.

SESI TEST RIDE
Kelar break makan dan sholat, blogger kembali ke aula untuk mendapatkan presentasi materi Safety Riding di bawah arahan pak Surya. Disini pula saya berkesempatan tukar kartu nama dengan petinggi Safety Riding AHM bro Anggono Iriawan, beliau menjabat Safety Riding Promotion Department. Bicara SR tidak cukup sebentar sampai akhirnya terlontar ide untuk kembali bertemu di lain waktu demi sebuah materi bernama SAFETY RIDING.

Menurut isu yang coba saya korek, AHM sendiri tengah menyiapkan ladang pembelajaran Safety Riding secara total. Memakan tempat yang luas dan diproyeksikan tempat ini akan menjadi pusat bagi mereka yang ingin mempelajari lebih dalam apa itu pentingnya sebuah keselamatan berkendara. Celah besar bagi para penggiat kampanye SR untuk mewujudkan mimpinya melihat perubahan sikap dan mental pengendara ibukota yang sudah terlanjur dicap buruk.

Kelar kelas SR, blogger pun bergerak menuju mini sirkuit yang telah disiapkan pihak AHM. Telah siap (lagi-lagi) penganan dan minuman, berikut perlengkapan aman bekendara. Satu unit masing-masing Honda Tiger New Revo, CS1, Beat hingga Revo 110 dan Blade 110 siap di uji coba blogger. Masing-masing hadir dengan kenyamanan berkendaranya dan menyasar pasar yang berbeda-beda.

USAI
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kurang lebih jam 16 pun blogger bertolak pulang. Tak lupa sesi dokumentasi kami lakukan jika ada kesempatan. Akhir kata terima kasih sebesar-besarnya pada pihak AHM yang telah meluangkan waktu bagi kami para blogger.

Pada tanggal 14 Februari jugalah bro Stephen ber inisiatif mendeklarasikan sebuah komunitas independent baru. KOMUNITAS BLOGGER OTOMOTIF INDONESIA, begitu sebutannya. Secara singkat justru terbaca nama lucu, KOBOI. Saya yakin nama ini masih bisa berubah sesuai diskusi lanjutan melalui milis dan grup Facebook. Menarik dan membuat semangat para blogger otomotif untuk memberikan hasil terbaik melalui tulisan yang transparan khas blogger.

Kaos hitam Honda Community, 2 set gantungan kunci, pin, brosur produk dan ditambah paket Valentine karena bertepatan dengan tanggal 14 Februari. Apa isinya? Paket coklat manis berbentuk hati plus pisau lipat Honda-Victorinox. Super bermanfaat bukan? Belum lagi bungkusan snack di bus yang isinya lezat-lezat.

Wah sangat memuaskan. Apalagi saya datang berbekal kedekatan dengan produk Honda karena sebelum mengendarai Honda CS1 saya juga telah meminang Honda Vario dan sebelumnya Honda Karisma X. Semuanya adalah line up tertinggi pada masanya untuk tiap varian.

Semoga pertemanan dengan blogger ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bisa saling menguntungkan.

dokumentasi :
http://s248.photobucket.com/albums/gg189/arantan/Visit_Honda_Plant_Cikarang/

Ride.2.Bandung

2 Feb 2009

Tidak mudah mendapatkan waktu untuk melakukan perjalanan panjang. Habisnya waktu oleh pekerjaan, perijinan keluarga hingga terbatasnya dana perjalanan membuat kita terpaksa berpikir dua kali. Melihat satu edisi KICK ANDY minggu siang (re-run) tentang para adventurer benar-benar menjadi sedikit ilmu yang harus cepat ditarik, pengalaman mereka yang fantastis, dokumentasi luar biasa hingga cerita di balik suka dan duka. Mas Paimo dengan sepeda-nya, Mas Herman Wenas ( www.mb-gen.org ) dengan usaha berjalan kakinya, Kang Fazham dengan perahu layar hingga Kang JJ dengan sepeda motor nya, contoh sebagian orang yang mampu menuai hasil mimpi selama mereka masih hidup. Meski dalam skala yang jauh lebih kecil, usaha melakukan ragam perjalanan coba dimaksimalkan meski masih banyak berbenturan dengan waktu.

Kelar ride.trip ke Ujung Genteng begitu banyak agenda yang muncul sebagai wacana. Ciwidey, Garut, hingga Green Canyon Pangandaran benar-benar jadi impian yang harus diusahakan menjadi nyata. Perjalanan terakhir yang dilakukan adalah sekedar pulang pergi Bekasi – Bandung 31 Januari 2009. Total hanya 329,5 km PP. Berangkat di KM awal 11.486,6 dan berhenti di titik terakhir garasi rumah dengan KM 11.816,1.

Entah bagaimana selalu saja terasa aneh ketika harus berhenti menunggangi motor untuk sekian waktu. Tak cukup libur satu dua hari rasanya ingin cepat kembali naik ke atas motor. Kadar maniak ke motor memang tidak sampai taraf tinggi seperti mereka yang memperlakukan motor sebagai bagian dari hidup dan hobi. Sepeda motor disini hanyalah sebagai media pelampiasan rasa kecewa terhadap sisi-sisi dunia yang kadang sulit dijelaskan. Melepaskan diri dan berkendara.

Rute keberangkatan menggunakan jalur Jonggol yang menyisakan pesentase kerusakan jalan hingga 20 %, masuk Ciranjang dan menuju Bandung melalui jalur utama. Berbeda dengan keberangkatan maka kepulangan menggunakan jalur sibuk Puncak dan Bogor hingga menuju Jl Raya Bogor menuju Jakarta dan Bekasi. Jalur Jonggol terhitung berbahaya saat malam.

Menikmati kabut tebal di Puncak benar-benar mengasyikkan. Satu stel jaket Contin baru berbalut jas hujan dan rompi di dalam tidak membuat gentar badan menjadi kedinginan. Glove yang dipakai juga mampu mengurangi gesekan angin dingin pada stang. Terlihat banyak kendaraan dalam kecepatan rendah karena keterbatasan pandangan. Sukses lepas kabut dan terus menuruni bukit menuju kota Bogor yang selalu ramai.

Yah itulah sedikit pemanasan jika memang niatan membawa sepeda motor ke kota Purwokerto, Solo dan Jogja menjadi kenyataan di periode Februari s.d Maret, bersamaan dengan rencana agenda roadshow bersama perusahaan. Let’s Ride !

Bubur Ayam Pasar Hias Rias Cikini

21 Jan 2009

Hujan deras 3 hari di Jakarta berubah menjadi sedikit cerah di Rabu sore (14/01), hasil wisata web menemukan satu titik makan di daerah Cikini. Menu utamanya bubur ayam dan ayam goreng. Namanya Bubur Ayam Pasar Hias Rias. Posisinya persis di sebrang POM bensin baru Pertamina Cikini, jam buka sore pukul 17:00 hingga malam.

Harga terbilang relatif, satu porsi bubur ayam ati ampela dihargai 14 ribu rupiah. Cukup mahal jika dibandingkan harga bubur ayam pinggir jalan untuk sarapan yang sebenarnya tidak kalah cemerlang dalam hal rasa. Harga tadi ditutupi suasana yang terbilang apik untuk tempat istirahat di tengah perjalanan. Gelaran tikar lampit dan lesehan jelas memberi nilai lebih kedekatan pengunjung. Positioning lesehannya mengambil halaman gedung yang sepertinya sudah tidak aktif lagi. Pemilihan yang tepat.

Bicara rasa bisa dibilang cukup enak, tergantung lidah mana yang hendak ditanya. Untuk tongkrongan pulang kantor rasanya sudah lebih dari cukup demi menghindari jam puncak macet bubar kerja. Jika tak banyak agenda bolehlah kita mampir disini.

Jakarta Motorcycle Show 2008 : One

10 Des 2008

Gejala flu berat kayaknya ga sanggup ngalahin niat gue ngunjungin JMS tahun ini. Sebenarnya masih banyak kesempatan kesana, tgl 11 ngikut seminarnya, tgl 13-14 join JDDC di Taman Lalu Lintas nya. Gemes kudu dateng cepet malah tgl 9 dah nangkring disana kelar jam kantor. Janjian ma Danty yang masih bingung nentuin beli CS-1 or Vixion, terus Chicha dengan stoking hitamnya (kekekekkekee) .. plus Ochep perwira dinamis bermutu tinggi yang tengah gencar mencari profil backpackers (?). Rencana jam 4 mabur ternyata take off seperti biasa jam 4.30 sore dan langsung menuju TKP. Senayan ramai, hari itu juga ada gim bola Indonesia v Singapura, ga tau deh hasilnya berapa. Tapi roda gue arahkan ke parkiran mini di samping booth outdoor Honda setelah kelar menyapa Atma yang lagi petugas Honda di areal Test-Ride. Liat kantong cuma bekel sekitar 100 ribu, padahal gue yakin tu JMS bakal banyak godaan aksesoris bikers. Kelar parkir, gembok cakram dan berdoa parkiran aman, rada beda sore itu ga ada preman parkiran berkeliaran. Sip deh .. tinggal masuk meninggalkan pesan ke Atma yang cuma nyengir ga dihampiri.

JMS .. tiket masuk Jakarta Motorcycle Show 2008 adalah 15rb hari biasa dan 20rb saat wiken. Masuk, dingin dan langsung disapa geng ijo Kawasaki. Sebelah kanan ada Yamaha, kiri Suzuki, sebelah Suzuki muncul Honda yang berseberangan dengan Kanzen. Ada yang bingung di gelontor suara-suara manis suruh beli ini atau itu .. CS-1 atau Vixion, karena masing-masing punya kelebihan mulai dari posisi postur berkendara hingga teknologi karbu. Silakan Danty berpikir :-P . DI stand Honda malam itu ada aksi si robot Honda Asimo, plus ganti-gantian moto Asimo dan CS-1 modifikasi, damn a good modification ! *cek gambar*.

Di sebrang Honda ada Yamaha yang malah menonjolkan tunggangan Lorenzo di stage yang lebih tinggi, sementara tunggangan Rossi lebih dekat ke pengunjung. Foto-fotooooo ........ Di lain ruang ada stand Bajaj Pulsar plus penjualan pernak-pernik bikers, lengkap. Di sisi paling belakang muncul arena freestyle BMX plus Taman Lalu Lintas garapan Dyandra dan JDDC (liputan khusus menyusul). Di dekatnya ada food court dengan harga fantastis.

Pilek tapi lumayan puas, tinggal nanti Kamis pas seminar mampir lagi karena ga dapet foto-foto SPG ... ooopppsss ... foto-foto lengkap maksudnya. Pulang, ambruk, meler all night long ! Yang belum kesana mending kesana deh ya.

Offroad, antara Malu dan Seru

28 Okt 2008

(25/10). Sabtu pagi jam 7:30 baru bisa memejamkan mata dan itupun hanya bisa hingga jam 11 untuk full tidur. Obrolan di luar kamar dan suasana dingin penginapan di bukit kota Lembang memaksa mata membuka lebih awal. Saya tak punya pilihan untuk bangun, mandi dan mempersiapkan kepulangan. Kali ini saya memilih rute Jonggol yang terbukti secara jarak mampu memangkas Bandung-Jakarta ketimbang melalui jalur Cianjur-Puncak-Bogor. Terhitung singkat karena tujuan saya adalah Bekasi melalui Cileungsi sehingga tidak perlu masuk Bogor dan hinggap di Depok yang jauh memutar arah.

KM menunjukkan 6501.1 saat berhenti mengisi bensin di arah pulang perjalanan dari penginapan. Ketika bro-bro HCST berhenti makan siang saya memutuskan tidak ikut berhenti dan memilih untuk memangkas waktu perjalanan agar bisa sampai tujuan lebih awal sebelum gelap. Diantar oleh bro Bagus Rully (ketua regional Cysers/HCST Ja-Bar) ke titik penjemputan tadi pagi akhirnya selepas itu saya berkendara sendiri menuju jalur Padalarang dan berbelok di Jonggol sesuai penunjuk arah yang sudah terlihat di daerah Ciranjang. Aspal terhitung baik dan tidak mengganggu perjalanan, terik matahari masih bisa disiasati dengan kecepatan kendaraan agar tidak terlalu berkeringat. Bensin penuh dan siap menyusuri jalur Jonggol yang memang sudah diniatkan untuk di dokumentasikan.

Sekitar 7-8 KM dari rel KA yang memotong jalur pulang akhirnya arah menuju Jonggol ditemukan, terakhir kali melintasi daerah ini adalah sore/malam bareng rekan-rekan KHCC selepas turing kuliner Sate Kiloan di jalur Puncak Pas. Waktu itu perjalanan terbilang tidak baik karena harus melintasi banyak kubangan lumpur yang banyak menghias jalur Jonggol menuju Cileungsi, keadaan waktu itu pun gelap jadi memang tidak ada yang bisa dinikmati. Untuk perjalanan malam bagi mereka yang berkendara sendiri, jalur Jonggol tidak di rekomendasikan karena jalur ini membelah hutan dan kanan-kiri jalan masih lebat dengan pepohonan dan sesekali melintasi perumahan penduduk. Saya tak akan berani jika harus bergerak malam dan lebih menomorsatukan aspek 'safety' dalam sebuah perjalanan. Persentase rute Jonggol kemarin ternyata sudah jauh lebih baik, aspal mulus naik turun membelah hutan tanpa kendala berarti. Kanan-kiri pemandangan hijaunya perbukitan lebih membawa perjalanan lebih bisa dinikmati. Persentase aspal baik dan buruk jika dihitung bisa menjadi 80% baik - 20% buruk. Bagian yang saya maksud buruk adalah pada pembangunan material jalan yang di-cor di beberapa bagian yang memaksa kendaraan harus bergantian memakai jalur.

Di sela perjalanan saya mencoba teknik menikung dengan counter steering dan counter weight, pada saat itu saya merasa lebih nyaman dengan teknik kedua dimana badan mengambil posisi berlawanan arah dengan arah tikungan dan memainkan pinggul sebagai alat belok. Awasi derajat tikungan demi menghindari kendaraan melebar karena teman seperjalanan di jalur ini di dominasi kendaraan-kendaraan besar. Jika berjalan searah dan hendak mendahului pastikan kondisi arah lawan aman karena kendaraan yang di dahului terhitung besar, awasi juga gerak kemunculan kendaraan dengan efek 'ciluk baa', efek ini adalah sebutan laju kendaraan yang tiba-tiba muncul saat kondisi jalan naik turun dimana daya pandang tidak bisa melihat arah lawan yang juga tengah melaju.

Tak lupa menunaikan ibadah di jalur Jonggol sekaligus makan kecil dan minum minuman segar akhrinya perjalanan dilanjutkan dan belum lagi perlu mengisi bahan bakar karena saya berpikir masih cukup untuk bisa menyentuh daerah Cileungsi. Ketersediaan POM bensin di jalur ini terbilang jarang, selain karena memang sebuah jalur sepi dan bisa di antisipasi dengan pengadaan POM bensin di tiap ujung jalan rute Jonggol hingga Cileungsi, kalaupun ada beberapa disana tidak menyediakan jenis Pertamax.

OFFROAD - ANTARA MALU DAN SERU

Jonggol saya lalui dengan baik tanpa ada kesulitan karena jalur demikian bersahabat, awan mendung sedikit terlihat di atas langit dan sempat berpapasan dengan pengendara motor yang memakai jas hujan. Saya pikir masih terang dan jaket masih mampu menahan gerimis akhirnya terus melintas di jalur menuju Cileungsi, beruntung tidak bertemu hujan. Di sinilah awal petualangan heboh itu muncul. Kebiasaan untuk terus 'sok paham rute' yang saya anut akhirnya ketemu batunya. Arah penunjuk jalan menunjukkan CILEUNGSI .. panah lurus, BEKASI .. belok kanan. Saya berpikir untuk mencoba rute lain karena rute panah Cileungsi akan mengarah ke Narogong yang akan bertemu jalur Rawa Panjang sebelum masuk kota Bekasi. Dengan penuh percaya diri saya berbelok mengikuti arah, sempat ragu karena kana-kiri jalan termasuk jalur sepi dan tidak aktif meski aspal terbilang baik. Sepanjang 500 m entah 1 KM semua berjalan baik sampai akhirnya jalan tiba-tiba putus dan langsung turun ke jalan yang tidak ber-aspal. Tidak terlintas akan kacau jadi diputuskan untuk sedikit melintas untuk sekedar membuktikan rute akan tembus ke Bekasi sesuai penunjuk jalan tadi. Keputusan yang buruk.

Salah strategi melintas jalan licin berair paska hujan yang membuat debu menjadi lumpur akhirnya membuat saya menyerah kalah, seharusnya strategi nya pakai saja jalur bekas ban mobil yang melintang tapi yang di lakukan justru terbawa ke tepi saking licinnya medan, ini yang membuat motor terus oleng berayun-ayun sepanjang jalan sementara kaki tidak boleh diam antisipasi jika motor jatuh. Akhirnya tanpa sadar indikator radiator harus berkedip sementara penunjuk bensin turun satu bar, kacau ..... itu yang terlintas. Jika overheat mesin akan mati akibat terus di gerung, dan ban sudah cukup puas makan tanah yang membuat tanah menembus spatbor dalam. Ban terkunci, tidak mau jalan. Ranting dan bambu-bambu kecil harus membantu mengelupas tanah dari ban kalo ingin ban tetap jalan. Seorang penduduk yang lewat meng instruksikan untuk berputar karena jalan tidak dapat di lewati jika ingin ke Cibarusah. Cibarusah ? Benar ... saya salah jalan.

Harus berputar dan harus malu karena mesin terus berteriak dan indikator sudah berkedip tanda overheat. Malu tapi juga seru karena teringat adegan turing Long Way Down yang terjebak lumpur di Kenya. Alamak ! Kacau semuanya, kacau jadwal, kacau motor dan kacau perangkat, semua berlumuran tanah basah dan menempel ketat. Solusi satu-satunya harus lepas spatbor dan memberi air pada tanah yang menempel, alhamdulilah disinilah akhirnya bantuan datang. Seorang yang datang dari dalam kediaman akhirnya menyarankan masuk area rumahnya untuk bebersih motor sebelum melanjutkan perjalanan. Cerita punya cerita, beliau datang dari kalangan pengajar/pengurus Pesantren Nurul Fikri yang lokasinya berdekatan dengan tempat saya tersasar. Dibantu dorong masuk pekarangan rumah dan mempersilahkan saya mencuci ban motor dan melepas spatbor, untungnya perlengkapan standar dibawa jadi tidak perlu meminjam karena hanya butuh kunci 10 untuk membuka spatbor. Estimasi sampai rumah jam 5 akhirnya harus bubar jalan karena terjebak di tempat yang belum saya kenal dengan baik. Keluarga pengurus berbaik hati menemani saya selama membersihkan kotoran untuk kembali melanjutkan perjalanan. Entah berapa banyak terimakasih yang harus saya haturkan buat mereka, sempat terpikir untuk selanjutnya memberikan mereka bingkisan di lain hari.

Akhirnya roda depan pun telanjang dan usai berpamitan saya pun melanjutkan perjalanan berbalik arah ke arah Cileungsi menuju rumah di Bekasi. Konyol ! Perhitungan yang konyol. Motor berbalut tanah coklat, belum lagi sepatu. Sesampainya di jalur utama saya langsung mencari tempat pencucian motor untuk kembali membersihkan semuanya. KM akhir di rumah menujukkan 6550.8. Malu tapi Seru...what a ride home !

Jakarta - Bandung

27 Okt 2008

(24/10). Keberangkatan HCST ke Bandung akhirnya berjalan pada jam 22:30 setelah lama melakukan pembagian kemeja plus seremoni singkat HCST-Wahana/AHM. Berkekuatan 28 motor akhirnya kelompok turing tidak jadi dibagi dua, berlaku kurang lebih 5 petugas untuk mengawal jumlah tersisa melalui rute Jakarta via Gatsu/Pancoran - Pasar Minggu - Depok - Jl Baru Depok - KSU menuju pit stop satu di Warung Jambu Bogor untuk menjemput bro Tono yang sudah stand by disana. Grup turing secara umum berjalan baik meski ada beberapa rekan HCST yang baru melakukan perjalanan secara berkelompok dan berjalan jauh untuk pertama kalinya.

Titik Awal keberangkatan KM motor tercatat 6319.6, isi bensin di jalur Jl. Panjang dengan Pertamax, hinggap di Panahan pada kilometer 6321.2. Perjalanan hingga Bogor tercatat berakhir di KM 6370.9, berarti total 49.7 km sudah digeber sedari Panahan, jalanan lancar karena memang ini menjadi kelebihan jalan malam dimana arus lalu lintas tidak akan sepadat siang. Pada awalnya saya merekomendasikan jalan pagi karena berhubungan dengan kemudahan trouble shooting jika terjadi kendala, menghilangkan efek kantuk karena idealnya tubuh istirahat pada malam hari sampai kemudahan dalam menikmati perjalanan karena masih bisa melihat kanan-kiri selama perjalanan. Secara voting pemilih perjalanan malam lebih banyak dan saya hanya bisa melakukan gambaran dan wanti-wanti agar semua dalam kondisi terbaik.

Lepas dari Bogor HCST bergerak menuju jalur Puncak menuju Bandung melalui Cianjur, 3 bar tersisa dan tak ingin mengambil resiko akhirnya tanki coba di penuhi lagi pada KM 6399.4 (15ribu) berbarengan dengan berhentinya klotur karena ada masalah pada salah satu motor Cysers. Untungnya malam itu HCST menyertakan dua mekanik yang spontan dapat menyelesaikan masalah komstir.

Rombongan kembali bergerak dan malam itu sengaja berjalan di kecepatan rata-rata 50 km/jam yang kemudian dipercepat menjadi > 60km/jam selepas beristirahat kembali di salah satu POM Bensin di Cianjur, KM malam itu menunjukkan 6427.3. Bro Asep yang notabene orang Bandung ditunjuk jadi penunjuk jalan, kencang sejadi-jadinya padahal sebelumnya berusaha untuk menikmati perjalanan. Beberapa Cysers sebenarnya masih terlihat lelah akibat kantuk dan 'ngebut' menjadi obat instan meski riskan ber potensi masalah. Bro Ilham yang baru pertama kali melakukan perjalanan malam akhirnya menyerah dan minta dibonceng, sebuah bukti bahwa sebenarnya perjalanan malam adalah situasi yang tidak ideal.

Akhirnya klotur masuk wilayah Bandung dengan dijemput oleh beberapa Cysers Bandung pukul 05 sekaligus berhenti untuk ibadah sholat Subuh. Sinar matahari sudah mulai terlihat dan pagi itu menemani HCST sarapan bubur dan bergerak naik ke Lembang menuju tempat penginapan. Berhenti di penginapan pada sekitar pukul 07 dan langsung semua beristirahat.

Overall perjalanan berangkat terhitung lancar tanpa kendala berarti dan Cysers terbilang fasih berkendara berkelompok meski ada beberapa gap soal skill dan pengalaman. Lelah terbayar sesampainya di penginapan dan langsung berbaring istirahat apalagi saya harus pulang lebih awal, jam 07 masuk penginapan, jam 12 siang saya merencanakan perjalanan kembali tanpa rombongan karena sesuatu hal yang harus dikejar sesampainya di Bekasi. Ride to Bandung is a success. (BERSAMBUNG ...)

DAY THREE <> Wisata Candi Gedong Songo

7 Okt 2008

(30/9) Lama tidak mengunjungi objek wisata yang satu ini, Candi Gedong Songo menjadi salah satu target perjalanan saat liburan di Ambarawa. Lokasi nya terbilang rada sulit ditemui buat yang pertama kali datang kesini karena petunjuk arah yang tersedia hanyalah ke arah Bandungan. Jika datang dari arah Bawen memasuki pasar Ambarawa cermati posisi Bank BCA di sisi kiri jalan, arah ke Bandungan ada di seberangnya (sisi kanan), jalan ini memandu arah ke lokasi wisata Bandungan dan Candi Gedong Songo. Kelokan dan tanjakan tajam kerap ditemui jadi jangan salah memakai gigi kendaraan ketimbang menjadi lemah saat naik yang membuat mesin meraung tinggi. Buat yang tidak siap dengan bahan bakar, satu POM bensin resmi ada di pertigaan menuju Candi Gedong Songo, tetap Premium menjadi konsumsi utama yang disediakan. Dari POM tersebut ini posisi Candi naik sekitar 3 KM, tanjakan makin curam sementara hawa dingin yang dulu sudah bisa dirasakan sejak siang kini berubah lebih panas, isu pemanasan global ? tidak tau juga.

Setelah parkir dan menitipkan sepatu boots dan helm, akhirnya tiket seharga 6000 rupiah pun dibeli dan naik berjalan kaki masuk ke pelataran candi. Masih coba mengingat pengalaman pertama kali saat kesini tapi justru tidak teringat apa-apa selain makanan sate kelinci yang dulu sempat dicoba. Hari itu pengunjung termasuk sedikit, karena memang belum masuk hari raya sementara pedagang makanan memilih tutup karena masih adanya ibadah puasa. Segelintir pengunjung coba memaksimalkan sepinya rute jalan. Penasaran ingin sampai di puncak candi, ga perlu pikir panjang akhirnya naik kuda juga. Jalan naik turun berbatu seolah ingin memangkas jalan akhirnya kesampaian juga di candi ke-9, candi yang terhitung paling tinggi. Dari ketinggian inilah pemandangan perbukitan dapat di lihat dengan jelas apalagi saat itu cuaca tengah terang.

Rute balik ke bawah melintasi pemandian air panas belerang dan beberapa candi lain sepanjang jalan turun. Kios-kios masih tampak belum menunjukkan kegiatan, menurut si empunya kuda betina Anjani, si bapak memberi info bahwa biasanya baru hari ke 2 Lebaran dan seterusnya wisata candi ini akan tampak sibuk oleh pengunjung. Secara umum semua pemandangan tampil menakjubkan, hanya angin dingin yang ternyata tidak sedingin dulu ditambah coret-coretan pengunjung yang memadati bangunan pos-pos candi. Kotor. Harusnya pihak candi langsung menindak pelaku dan menghukumnya untuk menyapu pelataran candi selama 6 hari berturut-turut. Informasi detil pengetahuan soal candi bisa langsung googling menggunakan kata sandi " Candi Gedong Songo". Di tulisan ini sih hanya sekedar serapan pengalaman saja mengenai indah tidaknya candi.

Kelar wisata seorang diri ... *kasian ya*, akhirnya turun dari tempat wisata, mesin seolah tak perlu di nyalakan karena jalur turun terhitung ada yang curam adan yang landai yang membuat roda tetap berputar tanpa harus berhenti dan menggerung mesin. Puas karena sudah mencicipi rute naik turun candi dengan motor plus menunggang kuda dengan tarif 50ribu hingga ke puncak candi di atas bukit.

Can't Stop Riding

22 Sep 2008

Apa bisa sehari tanpa naik ke jok motor terus berkendara ? you just can't live a day without riding a bike can you ? ... HAHAHAHAA .... ga hari kerja ga wiken, masih aja nih bokong demen nyamperin jok motor, menyalakan mesin, dan berlari puluhan KM sekali jalan. Rasa getal genggam grip benar-benar tidak bisa dihindari, yang tadinya rencana mo rebahan dan tidur malah lari kesana kemari ngehadiri event ber nuansa otomotif. Kadang jadi pengen ngitung berapa jam dan berapa KM total yang gue konsumsi dalam seminggu.

Sabtu sekitar jam ngeluyur ke Senayan buat liat acara Mudik Fiesta-nya Otomotif bareng temen2 Cysers (HCST), meski ga sampe kelar akhirnya gue ngejar berbuka di rumah. Minggu nya dateng ke acara KHCC buat acara bukber puasa, lepas dari rumah sekitar 14:30 baru parkir lagi malamnya sekitar jam 22:00. Mutar-muter ga karuan sekalian lepas stress hawa kerja yang gue pikir dah ga kondusif mengalir di darah gue....hehehehee ......... jadilah cari pelepasan. Ooppppss dah masuk Senin. Hmmmm.

Jalur Kalimalang Gatsu

12 Sep 2008

Mengukur jalur part II kali ini punya jarak total hanya 41 KM.
Rutenya ? ini dia ... KM Awal 2914.4 berakhir di kantor dengan 2955.4. Berangkat jam 05:30 pagi dengan status ramai lancar.

Urutan jalannya cukup simpel yaitu Rumah - Jl.Baru Underpass Duren Jaya - Kalimalang - Metropolitan Mall - Kalimalang terussss - Halim - Cawang - Pancoran - Gatsu - Kuningan - Komdak - Slipi - Grogol - Daan Mogot - Kantor.

Meski jarak lebih dekat sekitar 5 KM tapi jalur ini penuh sesak dengan kendaraan apalagi jika baru masuk dari MM jam 06, habis lah kita berkendara di jalur Kalimalang. Lepas Cawang sebenarnya space jalan amat besar tapi ternyata sama sibuknya karena sudah menumpuk kendaraan dari berbagai arah.

Oiya, saat mengukur jarak, pagi tadi juga disuguhi kecelakaan beruntun 3 motor persis di samping gue ketika sedikit lagi melintasi Komdak Semanggi.

Jalur ini bukan pilihan UTAMA.

Ke Saung Angklung Mang Udjo

3 Sep 2008

Kelamaan ngutek kerjaan terus pake embel-embel setengah stres segala akhirnya masa jalan-jalan itu pun hadir juga. Terimakasih buat kantor yang akhirnya menyuguhkan jalan-jalan bermanfaat meski kantong kempes karena jalan-jalan ini ada di tanggal 30 sementara gajian baru masuk dompet tgl 1 di bulan berikutnya. Apes ga tuh .. ileran doank liat barang-barang bagus sekelebat mata tanpa bisa menarik satu-dua .... hu hu huuu ....

Kemana sih ? kringggg ... bel baru nyala 5.00 pagi sementara kudu cabut jam 05.30, pembantu belum dateng lagi, buru-buru sikat sana-sini akhirnya 5.45 berangkat ke tikum di kantor pusat di bilangan Monas. Untungnya sepi jadi bisa rada nggeber gas takut telat, tapi ... ah ini kan indonesia, pasti target jam 7 kumpul juga belum lengkap. Bener aja, untungnya jam berangkat on-time dan semua berjalan sesuai schedule. Baguslah ga pake ngaret berangkat segala.

Bandung here we come ... bus merayap nangis di pintu keluar tol Bandung. Hhmmm ... macet juga ya, ga mau kalah sama Jakarta. Meluncur ke Factory Outlet di Jl. Riau .. atau apa tuh ?? .... yah bener aja, secara ga bakal ada yg mo minjemin gue uang buat belanja kan, jadilah sepiring somay buat pelampiasan kekesalan ... nyam nyam ... kalo siomay pasti enak dah.

Jam makan siang rombongan meluncur ke Riung Sari dan prasmanan disana ... sikat sate .. sikat sayur asem .. sikat segalanya yang ada ... nasi penuh, laper mode ON. Kelar maksi dapet bingkisan, kirain kaos lagi atau merchandising gitu tapi ternyata dua buah paket makanan, gpp .. buat di rumah. Dalam hati bilang ayo dah segera berangkat ke target berikutnya, ribet ntar kalo telat.

Kemana sih ? untungnya semua peserta gathering taat jadwal, jadi ga ada tuh molor-moloran jadwal khas indonesia .. negara siapa sih tuh ...... !!! Tujuan utama gathering ini adalah menyambangi Saung Angklung di bilangan Jl Padasuka, Cicaheum kalo ga salah ... coba geber situs mereka aja di http://www.angklung-udjo.co.id , semua keterangan lengkap tentang saung udjo ada disana.

Kesan dan pesan ? Saung ini menawarkan tempat yang menghibur banget karena menyajikan alat musik tradisional Jawa Barat dimana pada gelarannya mereka juga menghadirkan musik yang lebih universal, asli cakep banget dengan segala keindahan musiknya. Para pemain angklung adalah anak-anak dengan rentang usia 2 hingga belasan tahun, sepertinya mengambil bakat pribumi dari saung itu berada. Seorang gadis kecil umur 2 tahun juga berhasil menggoda peserta untuk tertawa renyah akibat polahnya dibarengi dengan alunan angklung yang demikian khas. Jam acara yang dimulai dari jam 15:30 hingga 17:30 teramat menghibur apalagi saat penonton di ajak memegang angklung dan memainkan sebuah lagu populer anak-anak. Gue yang dapet angklung kunci 3 - MI langsung antusias menggoyang-goyangkan angklung mengikuti kode sang pemandu lagu. Akhiran acara mayoritas pengunjung diajak menari bersama-sama beralunkan musik angklung.

Asli menggetarkan dan benar-benar pengalaman yang mengasyikkan. Oiya, selain gelaran SAUNG PETANG tadi, Saung Angklung juga menyediakan pusat merchandise berbagai tipe dan harga yang semuanya bernuansa Saung dan Angklung, gue hanya beli souvenir 5000-an, murah meriah dan cakep lah .. cukup lah buat dibawa pulang sebagai sebuah suvenir.

Semua bubar kelar magrib untuk kembali ke Jakarta, kota riuh dengan himpitan masalah yang kadang bikin frustasi warganya. Jika stres dan butuh hiburan, datang saja ke Saung ini dan nikmati aroma kesederhanaan pedesaan ala Saung Angklung.

dokumentasi lengkap :
http://ridesafe.multiply.com/photos/album/129/Gathering_Bandung_-_Saung_Angklung

Liat syuting "Ahirnya Datang Juga Plus-plus"

25 Jul 2008

Semalem nyoba ikutan shooting (jadi audiens) "Akhirnya Datang Juga" di studio 1 TransTV, dan ternyata bikin capek karena durasi nya yang panjang karena ini sistem taping bukan live. Gue cuma pengen liat Narji hueheuehue, sebagai juri hadir Parto dan senior komedian Jojon yang malem itu hadir tanpa kumis yang alesannya kumis sedang berbaring di rumah. Wah asli yang kocak sepertinya cuma hadir dari kelakar host dan juri, para bintang tamu justru seperti ngelawak terpaksa apalagi yang ga punya latar belakang komedi. Bintang tamu yang hadir ada Eli Brokodi, eh... Edi Brokoli, Saiful Djamil sama 2 orang yg gue ga hafal namanya, yang cewek asli cantiknya bikin merinding sampe cowok bintang iklan rokok yang malah tampil kedodoran dan super garing.

Sesi pertama ngambil adegan si Edy dilanjutkan si cewek manis, lalu Saiful, baru si garing. Si Edy okelah dia punya selera humor gila, Saiful pun masih bisa naikin suasana, dan si cantik juga tampil baik, yang aneh malah si aktor iklan itu, kameramen sampe bisik-bisik garing dan nyuruh juri untuk seyum sedikit berlagak biar akting si bintang tamu menjadi lucu. Gimana mau lucu, ketengilan lu men, kalah sama aktor pendamping, perbaiki ya lain kali penampilannya !

Yah begitulah, masuk studio kurang lebih jam 19, kelar ngambil gambar yang ga tau kapan disiarinnya sekitar jam 10:30 - 11:00 *ga begitu lirik jam*. Hadir FREE bareng temen-temen dari KHCC yang dateng dengan kuota 30 orang, satu orang KHCC-er dapet jam dinding sama payung tuh (siape yeee), di dalam studio pun duduk mencar-mencar nyari space buat disorot, Atma yang dikira Didi Petet palsu sempat ketangkap kamera hahahahaha .... gue yang duduk persis di kursi penonton samping Parto sepertinya terus luput dari gerak kamera, baguslah gue juga bukan camera-face kok wakakakak.

Overall, hhmmm biasa aja, ga ada yang istimewa kecuali kehadiran kocak host dan juri plus lebih enak liat LIVE ketimbang hadir sebagai audiens di sesi taping. Dan tetep, HP semua OFF, paling nyuri gambar via flight mode. Pak Jojon .... aku penggemarmu, sayang pas abis shooting dah ngeluyur pergi duluan hehehhe. Thanks anyway buat all.

Cuci Helm @ Bikers Point

7 Jul 2008

Ekspektasi tinggi ternyata sedikit tak terpenuhi ketika Sabtu (7/7) coba main ke Bikers Point - Motorcycle & Helmet Cleaning Specialist di bilangan Basuki Rahmat Jakarta Timur. Sekedar untuk membuktikan bagus tidaknya pelayanan pencucian helm ternyata ada beberapa poin yang harusnya bisa dimakismalkan pengelola jasa cuci motor dan helm ini. Foam wash hari itu rusak dan kebersihan sekitar macam banner hingga bangku kursi masih terkesan apa adanya, padahal kalo dilihat dari alternatif jasa yang diangkat, jasa cuci motor plus cuci helm masih jadi barang langka dan ini masih bisa dimaksimalkan agar kios lebih terkesan ekslusif, sayang pengelola tak di tempat padahal ngincer ilmu siapa tau bisa dapet ijin franchise nya :-).

Bicara cuci motor mungkin sudah biasa, pegawai disana telaten hingga titik motor yang sulit dijangkau ga heran keluar dari sana motor terlihat kinclong dan untungnya rute pulang tak banyak hambatan yang bikin motor 'lecek' kembali.

Nah kalo soal cuci helm memang masih rada jarang apalagi banyak pengendara motor yang masih malas membersihkan helm padahal helm itu terus dipakainya setiap hari. Biaya terhitung sebagai berikut :
<> Helm Full Face : 10.000
<> Helm Half Face : 8.000
<> Helm Cetok : 6.000

Jenis helm yang disebut terakhir kok anehnya diterima juga jasa pencuciannya padahal menurut gue amat sangat tidak perlu. Lama waktu cuci helm yang memakan waktu 4 jam rada sulit kalo harus pake nunggu segala, yang ada kita bisa tinggalkan dan kita jemput lagi di lain waktu. Sayang banget ga bisa ditunggu padahal pengen tau aja proses kerjanya yang ternyata setelah di intip alat nya tak lebih dari alat-alat tradisional macam hair-dryer, pengerjaan buka tutup helm nya manual.

Kelar semuanya helm jadi tampil lebih bersih, kesat dan wangi. Oiya jangan lupa cek semua kelancaran buka tutup visor, karena kemarin lupa cek kok buka tutup nya jadi rada 'nyangkut', tapi it's okay lah. Nah sekarang waktunya cuci helm yah.

Dok : http://ridesafe.multiply.com/photos/album/116/Cuci_Helm_Bikers_Point

BRI dan SCTV gelar Dinosaurs Walk Again !

27 Jun 2008

Satu lagi event bernuansa edukasi hadir di tengah kota Jakarta, mengambil tempat di Plasa Tenggara Senayan Dinosaurs Walk Again sudah dapat dinikmati sejak 21 Juni hingga nanti 20 Juli 2008.

Entrance dan ZONA A.
Bentuk akses masuk begitu sederhana dan mengarahkan pengunjung ke sisi kanan untuk pertama-tama menikmati replika tulang T-Rex sembari disuguhkan banner besar kisah singkat beberapa jenis dinosaurus yang telah dikenal banyak orang dari Triceratops, Megalosaurus, Triceratops hingga T-Rex. Sayangnya banner seperti di desain terburu-buru hingga penjelasan satu dino berulang ke dino yang lain, entah salah pada pencetakan atau memang sisi editor nya yang tidak aware terhadap kesalahan. Buat yang sudah mengerti dino pasti protes berat tapi buat yang belum ngeh pasti akan nelan mentah-mentah informasi ini. Nilai banner = 5.

Di Zona A ini juga tersedia 1 wahana simulator berbentuk Triceratops yang bisa ditempati 4 anak kecil, sayangnya (lagi-lagi) jumlah pengantri rada tidak bisa dikendalikan karena panjangnya mengular hingga jauh ke belakang. Seandainya tersedia 4 simulator tentunya kejadiannya akan beda.

Lepas simulator pengunjung juga bisa mencicipi dino mini train yang memutar berbentuk oval berbekal klakson nyaring yang bisa mengagetkan orang yang berjalan di dekatnya, juga Fossil Dig yaitu arena pasir yang dihiasi tulang-belulang dinosaurus. Wahana-wahana tadi bebas dinikmati pengunjung berbekal tiket masuk plus penggunaan kartu dino yang dicetak gratis oleh pihak BRI.

ZONE B
Zona ini lebih sebagai pengantar sebelum pengunjung masuk ke Zone D (Dinosaurs), zona lebih diisi oleh booth-booth penjualan pernak-pernik dino. Jika pengunjung memilih belok kanan disana akan ditemukan jalan masuk menuju zona dino, dan jika memilih kiri pengunjung masuk ke ZONE C yaitu area permainan plus bioskop mini Dino Movie. Yang aneh dalam film animasi ini adalah ketiadaan kacamata 3 dimensi karena yang terlihat di layar gambar-gambar seperti pecah berbayang layaknya kita menonton film 3-d tanpa kacamata. Benar atau tidak 3-d yang jelas sedikit mengganggu mata, atau memang filmnya seperti itu ?

ZONE D dan ZONE E
Disinilah menu utama pertunjukkan dinosaurus. Masuk area pengunjung akan dipandu petugas untuk mengenal lebih dekat jenis-jenis dinosaurus. Efek gelap plus tumbuh2an dan pasir hadir untuk men dramatisir keadaan seperti zaman dino di masa lampau. Efek robotik terbilang kaku dan kurang riil tapi buat anak-anak pengadaan spesial efek seperti itu sudah lumayan menghibur dimana gerak-gerik kepala dino bisa naik turun dan mengeluarkan suara-suara. Dengan HTM 150ribu untuk pengunjung umum dan 120rb untuk nasabah BRI rasa-rasanya spesial efek ini seharusnya masih bisa ditingkatkan agar nilai tiket masuk sepadan dengan show yang dihadirkan.

ZONE F
Kelar zona D dan E pengunjung lalu keluar arena dan langsung masuk Food Park dan taman bermain termasuk Flying Fox dan Inflatable Zone. Food Park hadir dengan berbagai macam makanan dan minuman dan tempat rindang untuk menikmati penganan yang dipesan.

Kelar zone F pengunjung masuk lagi ke arena yang tembus ke Zone C untuk selanjutnya keluar dari arena.

Secara umum event ini bisa menjadi alternatif liburan bagi si kecil untuk lebih mengetahui lebih dekat tentang dinosaurus. Meski hewan ini sudah lama punah setidaknya apa yang tersisa dapat berguna bagi pengetahuan si kecil akan kekayaan hidup alam semesta. Yang mungkin sedikit mengganggu adalah biaya yang harus dirogoh oleh orang tua akibat dipasangnya banderol mahal 150ribu per orang. Untuk mengetahui event ini berikut reservasi nya silakan kebet http://www.dinosindonesia.com/ .

Salam dino !!

Kung Fu Panda

18 Jun 2008

17 Juni 2008 @ 21 Blok M Plaza
Nonton Kung Fu Panda

Mau kasi bintang berapa ya ? Bintang berapa pun boleh lah karena tema yang diangkat dari Kung Fu Panda ternyata tampil super ringan, tanpa konflik dan dibalut humor per kata maupun slapstick yang lumayan menyegarkan.

Alkisah Po, panda gembul penjual mie yang selalu berangan-angan menjadi salah satu jagoan kung fu penyelamat dunia secara tidak sengaja terpilih menjadi Pendekar Naga. 5 pendekar kung fu yang mengharapkan kebagian peran jadi Pendekar Naga spontan meragukan kemampuan si Panda karena melihat tingkahnya yang teramat ceroboh dan sulit dipercaya kehandalannya. Master Shifu yang tetap percaya pada Master Oogway akhirnya mau melatih Po menjadi Pendekar Naga.

Sementara di lain tempat, Tai Lung, mantan murid Master Shifu akhirnya dapat melepaskan diri dari belenggu penjara dan berniat mengambil Gulungan Suci yang sudah lama diincarnya. Di tengah perjalanan, 5 pendekar (Tigress, Monkey, Mantis, Viper dan Crane) yang berusaha mencegah Tai Lung datang ke kota akhirnya harus takluk. Datang dengan niat jahat untuk merebut Gulungan Suci akhirnya Tai Lung harus melawan Po setelah lebih dulu melumpuhkan Master Shifu.

Alur cerita tidak banyak menghadirkan konflik model pengkhianatan para 5 pendekar dan tidak juga menyertakan asal-usul Po yang di angkat anak oleh seekor angsa Mr. Ping. Target Audiens yang menyasar ke semua umur ternyata klop dengan ringannya cerita dan mudah ditebak arah adegan berikutnya mulai dari kesempatan Po yang masih grogi lalu berlatih dan kemudian menjadi yang terpilih "The Chosen One".

Monggo nonton, lumayan buat penyegar diri dengan tawa dan saksikan kelucuan tingkah polah Po menghadapi takdirnya sebagai Yang Terpilih. Ending ceritanya pun mungkin bisa dianggap Po terlalu mudah mengalahkan Tai Lung yang tampil ganas sejak lepas dari penjara.

“ yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift, that’s why a gift calls present “.

*thanks to wiwi yg dah ngajak refreshing :-)*

Surfing the City with Matic

9 Jun 2008

(Sabtu, 7 Juni '08) Sebenernya sih yang muncul di kepala justru kalimat 'Surfing the City with Vario' tapi ubah deh ke matic karena tanpa sadar moda ini jauh lebih rileks dalam memanjakan kaki pengendara saat berkendara keliling kota, seperti yang gue lakukan paska meeting lanjutan event rally motor bertajuk Food Hunt. Apa itu Food Hunt ? Tanpa bermaksud membeberkan lebih awal soal event ini sebenarnya FH ini adalah tajuk yang disematkan buat event yang rencananya digelar bulan November 2008 nanti dan saat ini masih dalam tahap persiapan mulai dari rute hingga budgeting dan proposal yang notabene harus dipersiapkan hingga detil terkecil. Perubahan signifikan dari model acara hingga jumlah peserta memaksa gue dan tim memutar otak untuk mencari konsep rally dan kampanye yang lebih efisien untuk hinggap di kepala para peserta. Project JalanRaya dan rally yang tengah gue koordinir kini juga tengah membangun konsep yang nantinya tidak boleh merugikan peserta baik dari sisi waktu dan kondisi mengingat event rally ini harus bergandeng tangan dengan event kuliner karena partner kita kali ini datang dari komunitas ber-basis penggemar nuansa kuliner. Dah mungkin segitu aja soal FH yang bisa gue ceritakan.

Kelar meeting di bilangan Pondok Indah gue cabut jalan ke arah pulang untuk mampir di beberapa tempat terlebih dahulu. Mampir ? wah rada susah kalo dibilang mampir karena ternyata tempat persinggahan justru seperti lintas Jakarta mulai dari Taman Puring lalu ke Glodok dan Senen. Disinilah kegiatan 'surfing' itu berjalan. Lintas Jakarta berbekal Pertamax 15rb yang gue isi di POM Kalimalang benar-benar berjalan santai dan berusaha menikmati peliknya lalu-lintas Jakarta yang kadang terlihat semrawut di satu tempat dan terlihat lengang di tempat yang lain.

Taman Puring

Persinggahan pertama adalah pasar Taman Puring yang dah lama kepengen gue datangi. Tawaran menggiurkan yang katanya kita bisa dapet barang murah disini coba gue cek kebenarannya. Parkir di bibir trotoar depan Pasar lantas gue masuk area yang sebenarnya tidak terlalu besar itu. Pikiran pertama kali sih gue mungkin bisa dapet beberapa barang unik yang mungkin sulit dicari, tapi ternyata barang-barang yang hinggap di etalase pedagang tidak banyak menarik minat gue untuk membeli. Isinya mulai dari pedagang sepatu, tas, baju, parfum hingga gitar bekas dan alat-alat pertukangan tidak membuat gue tertarik dan hasilnya hanya coba mengenali pasar aja dengan mengelilingi seluruh sudut Pasar Taman Puring. Entah ini memang Pasar Taman Puring yang terkenal itu atau memang ada sisi lain Taman Puring yang belum atau tidak gue jelajahi gue juga ga tau karena Sabtu itu gue ga ditemani siapapun alias jadi solo rider.

Glodok

Puas sudah tau bentuk Taman Puring gue langsung memutar gas dan berseluncur melintasi Jakarta dari bagian Selatan menuju Utara yaitu Pusat Elektronik Glodok. Bicara Glodok memang banyak yang bisa didatangi, mulai dari penjualan vcd-dvd-software bajakan, elektronik murah, alat-alat pertukangan hingga aksesoris rumah seperti handle pintu, bak mandi, kloset dll. Kali ini tujuan gue cuma buat mencari cd Transformer the Game versi PC dan beberapa dvd bajakan. Bicara film bajakan Glodok ini sudah seperti surganya karena apapun film atau software yang dicari pasti tersedia duplikasinya. Sarang kejahatan yang hingga kini aman-aman saja dikonsumsi oleh ribuan pelanggannya. Soal film jangan harap dapet kualitas kelas wahid, dengan banderol 5000 per dvd pelanggan seperti membeli kucing dalam karung, terbukti dengan film Golden Compass yang gue beli justru ga bisa diputar di rumah, sisanya sih belum diputar/dicoba yaitu film Maradona, PS I Love You plus Rambo.

Kelar belanja di Glodok satu target lagi harus dikejar yaitu menuju Senen untuk mencari (lagi-lagi barang bajakan) yaitu peta lengkap Jakarta. Jalan terbilang lengang yang lucunya dengan gaya sok tau seluk beluk Jakarta alih-alih belok kanan ke Gajah Mada, motor justru gue belokkan ke kiri arah Mangga Besar. Gue pikir jalurnya simpel tapi malah jadi ribet karena ternyata jalur ini pertama kali gue ambil, jadillah gue 'surfing the city with matic' sepanjang Mangga Besar mulai dari pedalaman ruang tinggal penduduk Mangga Besar hingga stasiunnya yang ternyata muncul di arah Pasar Baru. Sepanjang jalan stasiun Mangga Besar itu pun ternyata banyak 'berserakan' kios-kios kecil para penjual barang-barang otomotif bekas mulai dari kaca spion dan pernak-pernik otomotif. Mau mampir tapi ga ada yang dicari.

Lepas Pasar Baru sampailah di Senen untuk mencari peta lengkap Jakarta. Sudah banyak yang tau bahwa sisi kiri jalan Senen menuju Atrium banyak penjaja buku murah alias bajakan yang ramai menawarkan barangnya. (Mungkin) Gue yang terlihat datang dengan muka butuh sampai-sampai ditawarkan banyak opsi peta mulai dari yang ratusan ribu (peta plus CD) sampai hanya yang berupa poster saja. Tidak banyak sangu yang ada di dompet akhirnya gue lebih memilih versi poster yang mudah-mudahan aja gue ga dikibuli harganya. Ya sudahlah, gue siang menjelang sore itu juga ga punya banyak waktu untuk lebih mencari hingga ke pelosok pedagang buku di Senen.

Letih berkendara plus tambahan bensin saat pulang sedikit banyak memuaskan gue soal berkendara dengan matic dan pemuasan rasa penasaran beberapa tempat yang tadi gue singgahi. Kalo ga salah hitung sih sudah total kurang lebih 100 km gue berkendara hari itu mulai dari Bekasi - Pondok Indah - Taman Puring - Senayan - Glodok - Pasar Baru - Senen - Cempaka Putih - Klender hingga kembali ke Bekasi. Lelah kaki ? Tidak tuh karena fungsi kaki benar-benar dimanja oleh moda matic yang gue pakai seharian. Si Redd memanjakan tuannya.

Pulang dan tidur bentar.

dok : pribadi