POM Cianjur

31 Jan 2009


pom pertamina yg terhitung bersih dan terawat..pertamax available, mushola luas, toilet bersih dan harum.

BaBe


Beli safety shoes lg dah

Kampoeng Kuring


Lunch.time

Bye Now Isat !

28 Jan 2009

ceritanya email perpisahan, tp dibuat singkat aja ketimbang nulis nama satu-satu yang belum tentu kasi efek bagus ke kita selama bekerja.

====================
... signing out from Persada / Indosat ...

Terima kasih atas segala kesempatan yang diberikan buat saya mulai dari awal masuk hingga detik ini saat email terkirim.

ppfff ........ don't know what to say, only Big Thanks buat semua yang mengenal saya, mulai dari pucuk pimpinan komando sampai divisi kroco mumet.

Tetap jalin silaturahmi ya ... jika ada sesuatu silakan lirik email address saya di bawah.

... signing in to new hope and new adventure ... Jakarta Defensive Driving Consulting !



rgds.

andry.berlianto@gmail.com
www.andryberlianto.co.cc
====================

TSI Prigen

Kalo ngeliat foto nya sih sudah sedikit terlihat kalo Taman Safari versi Prigen ini lebih sejuk ketimbang TS nya milik Cisarua, perjalanan kalo ga salah kutip dari blog sih sekitar 1 jam dari Surabaya. OK, kalo ada waktu kesana bakal gue icipin nih tempat wisata.

*thanks dik fotone*

HAI Riders ! Safety Riders !

Adalah rangkaian kalimat penyebar semangat kampanye aman berkendara bagi para pembaca majalah HAI, dipilih karena cukup simple diingat dan langsung berhadapan dengan kata SAFETY, harapannya dengan kalimat ini banyak para pembaca HAI dapat mengaplikasikan semangat aman berkendara agar tetap jauh dari potensi bahaya yang senantiasa mengancam para pengguna jalan raya.

Safety Riding Weblog Indonesia www.jalanraya.net secara kontinyu berencana membuat artikel yang dekat dengan keseharian para pengguna kendaraan roda dua. Ini lantas dihubungkan dengan usaha meningkatkan sisi kesadaran (awareness) aman berkendara pada pengguna roda dua yang masih terbilang belia dalam usia sekolah menengah pertama hingga atas. Bagaimana pun perilaku aman berkendara adalah cerminan si pengendara itu sendiri.

So .. be HAI Riders ! Safety Riders !

Mau liat artikelnya ? Ikuti terus edisi majalah HAI mulai terbitan 9 Februari 2009 !

Langit Sore

26 Jan 2009


Gerhana cincin tak cukup terlihat

Krisbow Safety Shoes

24 Jan 2009


242800 at Ace Hardware

Beli gado2..



Suasana antri motor


Ke MM Bekasi

Penggiat Kampanye Aman Berkendara

22 Jan 2009

mission one :
Menggiatkan diri di tengah isu road safety, jika diperkecil lingkupnya akan masuk ke soal 'safety riding'. Ya, Safety Riding, dan secara arti semua individu pasti punya definisi masing-masing. Misi terdekat paling tidak menyeruakan ke mereka yang dekat di keseharian. Bisa keluarga, bisa teman, bisa sebuah mailing list. Tentunya dengan tidak menampik bahwa jika kita berani berteriak, kita sudah harus dalam posisi sebagai contoh. Effort yang berat tapi harus dijalani.

Konsumsi harian tentunya menyebarluaskan informasi lintas milis. Disukai atau tidak ini menjadi konsumsi menarik karena seringkali satu pendapat ditentang pendapat yang lain, yang menyenangkan ketika sebuah pendapat diterima oleh khalayak milis secara luas. Gue pikir apa yang telah dan terus gue lakukan terbilang berhasil. Coba saja jika negri ini mau menyadari betapa keselamatan berkendara itu penting. Jadi ketika berangkat kita selamat, pulang pun masih sehat wal afiat. Amin. Mission One .. accomplish kali ya, dah berhasil kasi efek ke internal komunitas motor sendiri dan milis-milis yang di ikuti.

Nah setelah yang diatas dah jadi kegiatan harian, gue coba tulis nanti ide dan pikiran menyiasati bagaimana seharusnya seseorang memandang lebih jauh soal aman berkendara. Ga perlu dalam skala besar Indonesia, tapi cukup lah diluncurkan peluru ilmu ke mereka yang terdekat.

Stay Tune !

Bubur Ayam Proyek Bekasi H. Asiman

21 Jan 2009



Bubur Ayam H. Asiman. Buat yang stay di Bekasi pernah denger atau mampir ? Kalo iya pasti tau sejarah si penjualnya, dulu sempet buka warung tenda di depan Hembo (Hembo dah musnah sekarang), nah sekarang pindah ke lokasi yang masih berdekatan. Bedanya warung yang ada sekarang sifatnya fixed, alias bertembok jadi ga perlu dorong-dorong gerobak lagi. Lokasinya kalo kita jalan dari arah stasiun Bekasi, menyeberang jembatan, kita akan sampai di lokasi yang kalo di Bekasi sebutannya PROYEK. Ini jalan satu arah. Tiba di perempatan kalo lurus lari ke Terminal Bekasi, belok kiri ke arah Mekar Sari dan belok ke arah pasar Proyek, belok saja ke kanan sekitar kurang dari 100 m ada warung bubur ayam dengan spanduk nama H. Asiman. Letaknya kanan jalan.

Satu porsi cukup kena 10.000, tambah sate usus n ati ampela @2500, paling minumnya ya es teh. Kalo boleh membandingkan sama bubur ayam pasar hias rias Cikini sih jauh, maksudnya lebih lezat buryam pak Asiman ini. Lengkap dengan potongan kentang, ebi, ayam, apa lagi ya ... mangkuk penuh deh, kalo di aduk bisa sedikit tumpah. Kerupuknya juga banyak. Yah masing-masing konsumen beda selera, ada yang cari nikmat, ada yang cari suasana. Bicara buryam sebenernya ada lagi satu penjual buryam gerobak yang lama ga dikunjungi, mangkalnya pagi di sebelah gedung Bimantara, persis di bawah rel KA menuju Gambir. Buryam itu asli bikin kenyang, hampir sama kenyangnya sama buryam pak Asiman ini.

Nah mampir deh kalo sore-sore laper, biasanya malam dikit dah habis. Warung buryam ini buka pagi dan sore, pengunjung keluar masuk gantian makan. Murah, kenyang pula. Nyam nyam nyam .....

Mission : Possible : Safe Road !

Well .... ide awal keikutsertaan gue di kompetisi nge-blog ini ya murni karena merasa wajib berbagi atas misi yang tengah berjalan. Mission : Possible. What mission ? Entah muluk entah tidak karena pihak yang akan gue sasari hanya sebuah hati dimana hati tersebut mau kembali berpikir tentang arti keselamatan berkendara. Ya, berkendara .. itu yang secara spesifik gue coba angkat karena mau ga mau fakta menyebutkan bahwa lalu lintas sudah lebih dari kacau dan jauh dari kata ideal. Sebagai seorang penggiat kampanye road safety, khususnya saat berkendara roda dua, paling tidak ajang ini bisa jadi medan yang baik untuk pembaca untuk kembali melihat apakah sikap berkendara kita sudah dekat dengan kata aman atau justru meninggalkan sifat nyaman.

Berkaca saja pada diri sendiri, apakah kita berada di barisan minoritas yang tertib hukum jalan raya dan berusaha mentaati seluruh peraturan berlaku, atau justru mengalihkan kesalahan ke pihak lain dan memilih lebih baik berbaris melanggar peraturan dan tidak peduli akan berdirinya rambu-rambu. Melakukan sesuatu untuk negri buat gue ya hanya ini, mencoba mengangkat kembali bahwa keselamatan berkendara itu penting. Berkendara tidak hanya soal memutar gas tapi juga bagaimana menghargai sesama pengguna jalan.

Apa aja misinya ? stay tune aja ............. i'll post it one by one later !

Pilih Lihat Lampu LaLin atau Luna Maya ?

Seolah tidak cukup menayangkan iklan di media televisi, salah satu operator kartu seluler secara 'cerdas' meletakkan papan reklame besar di tengah jalan raya yang padat. Entah definisi 'cerdas' disini harus diartikan secara asli atau kiasan. Papan reklame ini terbentang megah di salah satu perempatan di daerah Kalimalang Bekasi. 'Cerdas'-nya lagi papan reklame tersebut mampu mengalahkan keberadaan lampu pengatur lalu lintas yang notabene seharusnya mendapatkan hak yang lebih istimewa. Setelah gagal menggantikan sosok Luna Maya dengan hewan primata, sosok cantik ini kembali hadir dan kali ini mengganggu para pengendara yang melintas di jalur Kalimalang. Bagaimana tidak mengganggu jika mata pengendara yang seharusnya menatap fokus ke lampu lalu lintas kini harus terpecah dengan warna biru terang pada papan reklame yang terpasang.

Salah siapa ?
Pemasang iklan, penyedia jasa advertising atau Pemda setempat ?
Bukan hanya satu ini saja yang terbilang besar dan mengganggu, tapi di jalur lain kerap ditemukan iklan-iklan produk yang sebenarnya juga mengganggu para pengguna jalan. Coba simak PP berikut :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 34 TAHUN 2006
TENTANG
JALAN

Pasal 52
Ayat (1)
Izin pemanfaatan ruang milik jalan dapat diberikan sepanjang tidak mengganggu fungsi jalan antara lain untuk:
a. pemasangan papan iklan, hiasan, gapura, dan benda-benda sejenis yang bersifat sementara;
b. pembuatan bangunan-bangunan sementara untuk kepentingan umum yang mudah dibongkar setelah fungsinya selesai seperti gardu jaga dan kantor sementara lapangan;
c. penanaman pohon-pohon dalam rangka penghijauan, keindahan ataupun keteduhan lingkungan yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan
d. penempatan bangunan dan instalasi utilitas seperti tiang telepon, tiang listrik, kabel telepon, kabel listrik, pipa air minum, pipa gas, pipa limbah dan lainnya yang bersifat melayani kepentingan umum.

Poin detil hanya bisa ditemukan di poin A, dimana pemasangan papak reklame dapat tegak berdiri sejauh sudah memiliki izin. Sayang izin disini tidak mengambil poin izin masyarakat maupun pengguna jalan. Situasi dilematis dimana ada yang diuntungkan tapi tak kurang banyak pula yang dirugikan. Penempatannya akan elegan jika sesuai koridor nilai estetika yang baik. Tapi jika sampai menutupi fungsi lampu lalu lintas, ini jelas-jelas pengabaian sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan raya. Jangan sampai penempatan yang terkesan memaksa ini lalu bisa berakibat menurunkan daya jual operator kartu seluler yang diakrabi sosok primata dan Luna Maya ini.

Bubur Ayam Pasar Hias Rias Cikini

Hujan deras 3 hari di Jakarta berubah menjadi sedikit cerah di Rabu sore (14/01), hasil wisata web menemukan satu titik makan di daerah Cikini. Menu utamanya bubur ayam dan ayam goreng. Namanya Bubur Ayam Pasar Hias Rias. Posisinya persis di sebrang POM bensin baru Pertamina Cikini, jam buka sore pukul 17:00 hingga malam.

Harga terbilang relatif, satu porsi bubur ayam ati ampela dihargai 14 ribu rupiah. Cukup mahal jika dibandingkan harga bubur ayam pinggir jalan untuk sarapan yang sebenarnya tidak kalah cemerlang dalam hal rasa. Harga tadi ditutupi suasana yang terbilang apik untuk tempat istirahat di tengah perjalanan. Gelaran tikar lampit dan lesehan jelas memberi nilai lebih kedekatan pengunjung. Positioning lesehannya mengambil halaman gedung yang sepertinya sudah tidak aktif lagi. Pemilihan yang tepat.

Bicara rasa bisa dibilang cukup enak, tergantung lidah mana yang hendak ditanya. Untuk tongkrongan pulang kantor rasanya sudah lebih dari cukup demi menghindari jam puncak macet bubar kerja. Jika tak banyak agenda bolehlah kita mampir disini.

Ride Report : Ujung Genteng Day Three

5 Jan 2009

Bangun pagi ! Estimasi keberangkatan paling telat jam 9 pagi plus misi menurunkan para lady backpacker di terminal Surade. KHCC-ers yang di malam pertama tidur larut malam justru sekarang berebut waktu tidur, hasilnya justru pada jam 4 dini hari sudah membuka mata. Semua persiapan berkendara untuk pulang ramai-ramai di persiapkan.

Scruud singkat lalu bergegas mandi, sarapan, menunggu lady backpacker dan rombongan siap pergi. Kali ini metode grouping sedikit berbeda dari keberangkatan. Tim terbagi 3, tim klotur satu (Anto-Andry-DJ-Andika-Verdian-Bodats-No Q), lalu muncul tim penghubung Ozqy dan Tria .. *nah ini orang doyan jalan kenceng nih, layak disuruh bolak-balik*, lalu tim klotur satu adalah sisa dari peserta yang ada. Barisan cukup ramping dan koordinasi terbilang cukup baik.

Cukup baik pun tidak menjamin barisan rapat, vorijder yang terlalu kencang pun harus rela barisannya terpecah. Sadar diri membawa beban lebih banyak saya tidak terlalu berani bermanuver, sedikit miring saja daya gravitasi side box akan menekan ke bawah secara cepat jika tidak buru-buru kendaraan ditegakkan lagi. Jika di lintasan kering ini masih bisa cepat dikendalikan seperti pada saat rute berangkat, kondisi beda berlaku saat basah, antara tidak PD dengan kualitas ban sampe ke khawatiran beban berat jatuh lebih cepat.

Mau nya sih berusaha tidak tertinggal, malah justru melalui rute yang keliru. Pertigaan bertuliskan Sukabumi - Pelabuhan Ratu justru 'missed'. Seharusnya arah yang diambil adalah kiri dan bukan lurus, hasilnya adalah tersesat. Tak kurang 4 rider menempuh rute yang salah, konyolnya jika dijumlahkan KM total menjadi 32 km. Cukup jauh. Setelah berbalik di rute yang benar plus bergabung di tim kedua kabar lain justru menyebutkan bahwa bro DJ sempat jatuh. Sedikit beda dari case jatuhnya bro Igu, bro DJ sepertinya hendak menghindari geliat tanah tapi justru terpeleset keluar jalur dan motor terpelanting ke depan. Box samping mepet ke dalam ditambah pedal rem yang juga bengkok ke dalam.

Akhirnya semua bisa kembali berkumpul di Pelabuhan Ratu. Makan siang cukup nikmat plus sholat sebelum kembali meneruskan perjalanan kembali ke Jakarta. Isi bensin di Pelabuhan Ratu dengan konsumsi Premium di angka KM 9765.7 dan berhenti lagi di POM Cikidang dengan angka 9804.7. Tidak refuel tapi menunggu hingga nanti di Bogor. Di sini bro Anto memisahkan diri karena ada agenda lain. Terimakasih atas jasa mimpin grup nya meski sempat missed dan kehilangan buntut rombongan. Sebelum berhenti di POM Cikidang terjadi sedikit pengabaian bahaya dimana hawa kantuk menyiksa beberapa pengendara. Herannya arah berkendara tak cukup waktu untuk meminta jeda waktu istirahat. Gaya alternatif sejadi-jadinya dibuat untuk menahan kantuk, berteriak kencang sampai bernyanyi-nyanyi. Grup satu terbebani kantuk teramat berat sampai kami dikagetkan grup dua yang ternyata juga sama kantuknya. Pergerakan motor bro One sanggup menepuk kantuk yang sudah sepersekian detik terpejam. Bahaya ! Beruntung ternyata POM Cikidang sudah di depan mata, bersikap super awas dan akhirnya berhenti beristirahat lebih dari setengah jam.

Pernah dengar istilah '15 minutes powerful nap' ? Sebuah metode istirahat persis 15 menit tanpa diganggu sesuatu apapun. Konon dalam rentang waktu singkat tersebut badan dapat di recharge layaknya badan tidur lebih dari satu jam. Siasati dengan benar-benar terpejam, tidur dan tanpa diganggu apapun. Rebahkan badan dan lakukan se rileks mungkin. Secara tak sadar mungkin banyak yang pernah sedang istirahat siang barang sejenak lalu mendengar dering telpon, badan terangkat bangun dan tanpa sadar kita sulit untuk tidur lagi. Di situlah efek '15 minutes powerful nap' bekerja.

Akhir cerita kami kembali berangkat pergi menuju Bogor dan ditemani sumpeknya lalu lintas menuju Bogor. Rute rombongan menjadi tak terkendali dan terpecah beberapa bagian. Beruntung para penyapu jalan masih aktif bergerak melihat rekan-rekan lain yang ber potensi tertinggal. Masuk Bogor sempat terjadi saling cari sampai akhirnya berkumpul kembali di salah satu POM besar di rute kepulangan. Tak banyak kata karena sudah lelah, rombongan berpisah menurut daerah masing-masing. Saya menuju KSU dan melintasi Pd Gede untuk makan malam bersama bro DJ Gippi, bro Henry, bro Dagienk, dan bro Alex.

Kenyang rombongan pemakan malam pun bubar jalan. KM akhir di Bekasi sampai lupa tercatat. Kelar sudah perjalanan dan tinggal saya me review perjalanan jauh di atas sebuah Honda City Sport One.

(HABIS)