On Air bentar Sore-sore

27 Nov 2008

Kemarin malam ............. brakkk ... 3 rider sukses tergelincir akibat jalan licin di tikungan Pemancingan Pd Kopi menuju tanjakan Bintara. Gue yang datang belakangan cuma bisa kasi kode ke belakang agar memperlambat laju kendaraan. Satu sis ber Tiger langsung teriak nanya .. "Kenapaaa ?" .... gue cuma jawab .. "Jatuh ... Licin !". Terlihat tidak parah, rider 1 rada pincang pegal di pinggang, rider 2 nyengir ke belakang, rider 3 kayaknya mo marah ke rider 2 tp ga jadi ... 3 motor jatuh satu-satu dan tidak ada kontak langsung, murni karena tergelincir. Mungkin karena spontan reflek tekan rem melihat yang depan jatuh, kaget dan ikutan tergelincir. Rem depan yang tertekan gue pikir jadi faktor utamanya, jika rem depan yang ditekan justru kestabilan motor terkunci dan yang ada pasti ban terpeleset, lalu terjatuh. Beda jika rem belakang yang ditekan, efek sliding sepertinya masih bisa dalam taraf pengendalian standar. Setelah melihat semuanya baik-baik saja langsung gue lanjutin perjalanan pulang. Masih gerimis, masih licin, dan masih ribet bawa backpack ... rusuhnya naik motor ga pake box. Ribet !

Di waktu yang sama gue tengah nge-dengerin i-Radio Sore-sore, tetap dengan nuansa Sandy ngerjain Mely, kali ini lagi angkat topik "Berubah itu Mudah : being a Safety Driver". Ga safety denger radio sambil naik motor ? Ya dan tidak, justru buat gue radio jadi mesin penyedia informasi lalu lintas yang cukup valid sambil menghilangkan suntuk akibat buruknya situasi lalu lintas Jakarta. Asal ... sumbat satu kuping saja dan dengan volume yang tidak besar. Satu kuping lagi berfungsi untuk tetap me-monitor keadaan sekitar. Cukup safe i Think !.

Seperti biasa mereka buka line di 0816 1 472 346 (SMS) , isi SMS yang masuk tetep pada 'ngomel' soal keberadaan motor dan keberingasannya. Memang benar juga sih tapi umpatannya tetep bikin gemes. Hasil gemes langsung gue pinggirkan motor yah sekedar untuk kirim SMS soal tips trik menghindari tergelincir, persis di bawah Fly Over Kranji tertulis 'Message Sent'. Kringgg .... baru sekian menit ada telp masuk, namanya Ade, dari i-Radio langsung bla bla bla ngajak on air bentar bareng Sandy n Mely, OKELAH KALO BEGITU .. jawab gue singkat. Terpaksa donk minggirin motor lagi, kali ini lebih safe untuk on air dan cari spot yang tidak bising. Yak masuk ............. jreng ... ane on-air yah sekitar < 10 menitan kali ya (ga tau brp menit), cuap-cuap soal jadi defensive rider itu mengasyikan, mengutamakan selamat karena punya keluarga dan hal-hal lain seputar gimana baiknya berperilaku SAFE di jalan, gue tegesin juga kalo riding itu adalah full time job, konsentrasi all the way. No Excuse !.

Santai dan puas tapi tetep ketinggalan mo nyertain info weblog Safety Riding gue di www.jalanraya.net. Yah tapi tetep lah puas banget. Kringgg .......... baru mo jalan, si Irwan telp. Ya ya ya .. itu gue ... kekekekekke...........

=========
foto : Facebooknya i-Radio Sore-Sore

Jelang Adventouring Ujung Genteng

25 Nov 2008

5 November - 27 November 2008. Hari ini tanggal 25 (November) dan sisa deadline opname CS1 gue tinggal 2 hari. Apa jadinya jika si Redd harus bertahan lebih lama ngendon di bengkel ? Terpikirkan untuk ganti motor saja, lepas bengkel lalu di permanis dan dijual lagi ... ah kok sepertinya terlalu bernafsu. Ga kok ! ga dijual deh ... asal ga rewel lagi aja ya.

27 s.d 29 Desember 2008. KHCC rencana ngadain touring bernuansa adventure ke Ujung Genteng, sebuah tempat jauh di bawah jika kita liat peta pulau Jawa (Barat), posisinya di Selatan Jawa dan sepertinya menawarkan objek yang menarik, sesuatu yang harus dibuktikan sendiri. Nah ini dia ... gue kudu bawa CS1 donk kalo mau turing jauh, ehhh dia lagi dirawat, semoga bisa sembuh tepat waktu dan sekali lagi di test ride untuk jarak jauh setelah percobaan pertama saat mudik kemarin.

Hingga tulisan ini dibuat memang belum ada persiapan apa-apa yang berhubungan dengan motor, tapi soal jalur gue percayakan semuanya ngatur bareng-bareng dengan Alex, Henry dan si One ... yah mereka inilah KHCC-ers utama yang manas-manasin grup turing biar ada kegiatan akhir tahun. Persiapan penginapan sudah 'clear' dan bakal pake tempat di losmen MAMAS (kata orang Sunda, Mamas artinya 'yang itu .. tuh' ya ... *ngeri nyebut, porno*). Konsumsi pun insya allah beres, mikir paling dapet sayur asem ala Sunda dan tentu saja SeaFood .. mudah2an lezat.

Survey lain yaitu ke temen yang baru kenal online, namanya bro Petrus, yang juga ternyata seorang pegawai di salah satu ATPM roda dua di Indonesia. Lucunya .. dan beruntungnya, beliau justru bakal menginap di rentang hari yang sama dan di area losmen yang sama, makin yakin bahwa agenda perjalanan akan berjalan baik.

So ... nunggu si Redd CS1 keluar bengkel dulu, baru setelah itu nyiapin perbekalan, syukur2 bisa ngasi tambahan e21 ke tubuh si Redd *senyum penuh harap*.

Kampanye SR ala Extravaganza

24 Nov 2008

Ada yang menarik pada episode 'Extravaganza' di TransTV edisi Sabtu 22 November 2008. Apanya ? Lucu adegan komikalnya ? Bintang Tamunya ? atau D'Masiv yang tengah naik daun dan unjuk gigi di sela cerita 'Extravaganza' ? Bukan itu semua, tapi kali ini acara reguler komedi ini tampil dengan isi cerita yang sedikit berbeda. Ya, dengan nuansa kampanye 'Aman Berkendara' garapan Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Dirjenhubdat inilah yang saat ini tengah gencar-gencarnya menyuguhkan berbagai ilmu pengetahuan kelengkapan aman berkendara secara ideal kepada masyarakat luas. Penggunaan helm berkualitas, jaket, sarung tangan dan sepatu menjadi kewajiban pengendara saat berada di jalan raya. "Jika terjadi kecelakaan, ya nggak parah-parah amat !", seloroh Sogi.

Ini menjadi salah satu cara jitu dengan memanfaatkan media favorit pemirsa plus menaruhnya di jam utama (Prime Time). Di tengah cerita diperagakan pula perbedaan kualitas helm standar dan non-standar dengan cara membantingnya ke atas lantai, ini sebagai acuan bahwa jika terjadi benturan, helm non-standar tidak akan mampu memberikan perlindungan yang baik. Selain itu diperagakan juga kebutuhan jaket berwarna terang semata-mata demi menjadi objek yang mudah terlihat, tak ketinggalan pemilihan sarung tangan dan sepatu yang baik.

Banyak cara ditempuh berbagai pihak demi mengedepankan pentingnya aman berkendara, banyak pula target pengendara yang mesti disentuh seiring buruknya mental dan buruknya pemilihan kelengkapan standar aman berkendara. Jika acara ini dapat tertangkap pemirsa lalu pemirsa mencerna dan mengaplikasikannya di kemudian hari, sebuah prestasi tinggi akan menjadi catatan manis Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Semoga.

Jadi BIJAKSANA BIKERS saat hujan

21 Nov 2008

============================
"Biker kok takut hujan ?", seloroh Finda ke Alex lewat telpon, ketika ditelpon ternyata Alex sedang berteduh di kolong Fly Over karena hujan. Wah, entah hujannya yang teramat besar sehingga sulit dilalui atau memang Alex nya saja yang minus persiapan sampai-sampai harus menepi segala. Ketika hujan makin deras muncul pula Alex-alex lain yang memilih berteduh ketimbang melanjutkan perjalanan.

Harus bagaimana kita sebagai bikers ?

Seolah menjadi resiko buat pengendara motor, sehari-harinya menelan debu, terguyur hujan bahkan tertimpa terik matahari semata-mata karena fungsi badan motor yang tidak menyediakan atap perlindungan. Segala gangguan di jalan pasti akan langsung terasa di tubuh pengendara, tak terkecuali hujan. Apa ya DO and DON'TS nya kalau kita jadi bikers saat ngadepin hujan ? Ya itung-itung jadi Bijaksana Bikers, ga merugikan orang lain dan pastinya menguntungkan diri sendiri .... *senyum*

1.Jika hujan ya pasti wajib sedia JAS HUJAN. Jika mau terabas hujan, ya pakailah jas hujan. Tapi jangan pakai yang asal-asalan bro ! Pakai model satu stel jas dan celana, jangan yang model ponco, kenapa ? jika lembaran ponco melambai-lambai bisa saja mengenai kendaraan sekitar seperti tersangkut, lebih parah jika masuk ke putaran rantai yang bisa berakibat macet dan pengendara terpelanting.

2.Jaga kaca helm agar tetap bersih bro ! Gerak air yang terus-terusan mengenai kaca helm dan tak terhapus bisa berabe karena mengganggu penglihatan saat berkendara. Lebih bagus jika kaca nya bening dan tidak tergores. Ada yang kasi tips agar kaca helm dilapisi tembakau, caranya cukup taburkan ke kaca yang nantinya akan menghindari embun muncul pada kaca helm.

3.Biker yang belum 'ngeh' keselamatan dan ga sayang kaki pasti buru-buru minggir ganti sepatu ke sendal selain memakai jas hujan. Wah jangan bro ! Apotik penjual jempol kaki belum tersedia di Jakarta, jangan memaksa diri dengan mengorbankan keamanan dan kenyamanan. Tanpa sepatu kaki bisa kedinginan, efeknya bisa membuat respon kaki ke rem atau kopling menjadi berkurang. Belum lagi soal licin saat menginjak aspal.

4.Ban bagaimana ? Ya sebisa mungkin jangan terus-terusan pakai ban botak, tidak hujan pun sama bahayanya. Saat jalan basah, grip ban ke aspal bisa berkurang jauh, licin bisa melintir nanti kena efek aqua-planning. Ganti segera bro !

5.Buat yang motornya *maaf* telanjang, perhatikan lagi sisi kelistrikan. Jika banyak terkena air secara terus menerus bisa saja ber-akibat korslet. Nanti lampu bisa mati, klakson juga. Jika mau sedikit repot ya lapisi bagian kelistrikan untuk menghindari efek langsung tersiram air.

6. Nah buat yang ga punya persiapan dari tiga poin di atas biasanya memilih berteduh sekaligus istirahat. Konyolnya terkadang justru kegiatan mereka dapat mengganggu arus lalu lintas, seperti kebiasaan gemar berteduh di bawah jembatan penyeberangan, kolong fly over atau tempat teduh lain. Parkir saat darurat sah-sah saja dilakukan, tapi itu pun harus menjaga hak orang lain juga yang mencari kenyamanan, atur parkir agar tidak mengganggu ruang jalan. Misalnya cari warung atau toko, sembari istirahat perut pun kenyang, parkir pun nyaman.

7.Hidupkan lampu bro! Hujan deras kadang memaksa kendaraan bergerak lambat, tetap nyalakan lampu tapi jangan sesekali menyalakan lampu hazard yang berkedip genit kanan-kiri atau konstan berkedip bersamaan. Aturan internasional berkendara sama sekali tidak merekomendasikan perilaku tersebut, Pengendara lain bisa dibuat bingung, ujungnya si pemakai lampu kedap-kedip lah yang bisa disebut 'norak'. Penggunaan lampu hazard hanya dilakukan pada saat kendaraan berhenti dalam keadaan darurat. Bisa donk jadi bijak soal lampu ?

8.Tetap jaga stamina berkendara, tingkatkan konsentrasi ! Hujan lebat acap menggangu daya pandang pengguna jalan. Hati-hati lubang di jalan yang tertutup air, caranya ya coba kenali rute, hafalkan titik rawan yang berpotensi membuat celaka. Layaknya pembalap yang punya racing line, kita pun idealnya punya 'jalur balap' yang bisa bikin kita nyaman melintas dimana saja.

Semua oke, jadi siap donk untuk terus terabas hujan, berkendaralah dengan sabar saat hujan dan jaga konsentrasi ! Bikers ga lagi takut hujan bro !

==========================
dibuat spesial untuk www.tokohelm.com

JDDC - Boehringer Ingelheim Defensive Riding Training

17 Nov 2008

Sabtu-Minggu (14-15 November 2008) PT. BOEHRINGER INGELHEIM Indonesia bersama Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengadakan dua hari pelatihan Aman Berkendara secara defensif atau lebih dikenal dengan istilah Defensive Riding. Event ini menjadi jawaban atas program yang berlaku 'worldwide' yang dicanangkan PT. BOEHRINGER INGELHEIM internasional yaitu "Zero Accident to Field Force". Peserta yang hari itu berjumlah 16 orang sehari-harinya memang berkutat dengan kendaraan operasional sepeda motor, mereka bekerja sebagai Sales Force yang selalu wara-wiri memberikan penawaran-penawaran pada banyak instansi farmasi. Tak heran kebutuhan akan keselamatan menjadi nilai mutlak sejajar dengan target yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Hari pertama peserta disuguhkan kelas teori yang mengupas habis sisi yang belum terungkap dari ilmu berkendara, baik soal bagaimana posisi badan yang ideal, pemilihan perlengkapan berkendara, ilmu menikung, manajemen resiko hingga pemutaran video-video dan ilustrasi seputar fakta kecelakaan yang dipaparkan secara gamblang oleh Bp.Surya selaku kepala instruktur JDDC selama dua hari. Materi menjadi ilmu baru bagi peserta saat mereka menyadari bahwa berkendara tidak semudah yang mereka bayangkan, seperi diketahui bahwa berkendara di Jakarta menjadi media penguras tenaga tingkat tinggi dimana mental dan emosi selalu tarik ulur untuk menjadi yang terdepan. Disinilah pentingnya metode aman berkendara secara bertahan (defensive). Titik bahaya bisa datang dari arah mana saja (depan-belakang-kiri-kanan bahkan atas dan bawah). Pengendara kebanyakan selalu berkilah pada elemen lain ketika mereka mengalami insiden, bisa saja mereka menyalahkan munculnya tiba-tiba lubang di jalan atau bahkan saling tuding bahwa kendaraan lain lah yang melakukan kesalahan. Jika mau diambil investigasi tersingkap data dominan penyebab kecelakaan datang dari faktor manusia, lemahnya antisipasi dan mental berkendara menjadi dominan sehingga kadang emosi lah yang muncul sebagai tameng atas kesalahan mereka sendiri.

Hari kedua menjadi medan praktek atas teori di hari pertama, total sebelas simulasi berkendara disuguhkan tim Instruktur. Peserta dipaksa keras mempraktekan ilmu berkendara di berbagai medan mulai cara pengereman yang baik, antisipasi kecelakaan, berkendara di titian besi dan medan berpasir, meliuk di cone hingga naik ke jembatan besi. Antusiasme peserta sangat terlihat sepanjang pelatihan, hujan deras di tengah haripun tak menyurutkan agenda pelatihan saat peserta tetap berada di lapangan mengenakan jas hujan. Salah satu metode pelatihan yang menarik adalah sesi "Commentary Riding", metode ini melibatkan peserta dan instruktur dalam satu motor dan berkendara di medan sebenarnya yaitu jalan raya, di saat itulah peserta wajib mengkomunikasi kan setiap kondisi yang tampak di sekeliling mereka.

Diantara enam belas peserta, hadir dua pengendara wanita masing-masing Desi dan Norma. Desi terlihat cukup fasih mengikuti medan halang rintang, dengan logat Jawa-nya yang kental senyumnya kerap mengembang seolah jadi penghibur bagi peserta lain di tengah lapangan. Norma pun sama dengan sikapnya yang terlihat enjoy menikmati pelatihan. Di sesi "Commentary Riding", terungkap alasan Norma mengganti spionnya dengan ukuran yang lebih kecil dengan alasan agar bisa meliuk di seputar kemacetan. Pemahaman yang sebenarnya bisa dikoreksi karena fungsi spion bagai kumis kucing dimana saat spion berukuran standar tak sanggup masuk di celah kendaraan, maka pada waktu itu pulalah pengendara tak seharusnya melakukan manuver masuk di tengah dua kendaraan.

Di akhir acara peserta terlihat puas mengumpulkan ilmu baru dan sesekali berharap bahwa event sejenis dapat berlangsung secara reguler. Pak John Kurniyanto selaku Sales Manager di hari pertama juga secara tegas mengharapkan pelatihan bisa berakhir baik dan menjadi elemen penting dalam program perusahaan yaitu "Zero Accident to Field Force". Ini seolah berusaha mengurangi fakta buruk fenomena berkendara di tanah air dimana 63% penyebab kemiskinan adalah kecelakaan kendaraan, nyawa seseorang yang hilang atau cedera spontan memutus putaran roda ekonomi keluarga. Kini 86% manusia modern berpotensi mengalami kecelakaan, untuk ukuran lalu lintas yang buruk di kota Jakarta angka ini bisa naik menjadi 96%. 8 dari 10 kecelakaan melibatkan sepeda motor. Jangan ambil bagian dalam fakta mengerikan diatas. Tetap berusaha defensif dan jauhi potensi bahaya. Every K (kilo) is a Killer !

Kelas Teori Defensive Riding

14 Nov 2008


@ JDDC

Warung Uneg-Uneg i-Radio

13 Nov 2008

Rabu (12/11) kembali pihak Ditlantas melakukan penyuluhan seputar 'Road Safety' dan kali ini melalui media radio. Pada talkshow Warung Uneg-Uneg i-Radio kali ini mengambil tajuk "Tertib ber-Lalu Lintas", hadir sebagai pembicara Bp. AKBP Chrysnanda selaku Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya ditemani bintang tamu Delon dan penyiar reguler i-Radio Putri Soehendro yang kali ini ditemani Sandy Andarusman. Topik ini terbilang dekat dengan keseharian pengguna jalan baik mereka pengendara motor, mobil, busway bahkan pejalan kaki. Tak heran banyak acungan tangan muncul hendak menyampaikan pendapat, protes bahkan saran dan anjuran ketika pembawa acara membuka forum tanya jawab. AKBP Chrysnanda membuka informasi mengenai apa sebenarnya konsep Polisi dalam pekerjaan sehari-harinya, konsep itu sendiri tak lain bahwa Polisi hadir sebagai mitra masyarakat sekaligus merawat kehidupannya agar senantiasa masyarakat bisa ber aktifitas dengan aman dan nyaman.

Tahukah kita bahwa kebutuhan perangkat kePolisian saat ini mencapai perbandingan 1 polisi untuk 1500-2000 orang, sementara jika dihitung dari sisi yang ideal 1 polisi sudah cukup menangani 500 orang saja. Terbayang bagaimana sibuknya Polisi yang bertugas sementara kita sebagi pengguna jalan cukup sering menghujat korps berseragam tersebut. Melalui pembicaraan yang simpatik, AKBP Chrysnanda yang hadir beserta seluruh staf nya berusaha merubah imej korps KePolisian agar bisa lebih diterima masyarakat agar sama-sama dapat berjalan di koridor yang sesuai untuk mewujudkan aman dan tertib berlalu lintas.

Di lain pihak, lembaga YLKI pernah mengeluarkan catatan tentang kecelakaan bahwa setiap hari nya selalu saja ada sembilan orang berakhir cacat dan tiga berakhir dengan kematian dalam satu hari. Data mengerikan dan siapa lagi jika bukan kita sendiri yang harus merubahnya. Kini e-enformcement coba diterapkan jajaran Kepolisian, bekerja sama dengan pihak lain untuk sama-sama membangun kepedulian. Pak Chrysnanda juga menambahkan celotehan bahwa jangan lah kita mengharapkan Polisi sehat kalau masyarakat sendiri masih sakit.

Pada forum yang mengambil tempat di McDonald Cikini Rabu pagi, sepertinya masih banyak mis-informasi soal tugas-tugas Polisi. Penjabaran peraturan tidak hanya milik Polisi karena muaranya justru terletak pada keputusan yang diambil oleh Pemerintah, DPR hingga Departemen Perhubungan dimana semuanya menjadi rantai yang utuh dalam pemberian peraturan kepada masyarakat. Bagaimana jika banyak Polisi yang melakukan pelanggaran seperti yang banyak terjadi dan sering terlihat oleh masyarakat ? Jangan sungkan untuk mengadukan segala keluhan ke nomor singkat SMS ke 1717, bisa juga melalui website http://www.lantas.metro.polri.go.id/ atau email di lantaspmj@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Di akhir penyuluhan AKBP Chrysnanda mengilustrasikan kisah tentang niat untuk menjadi disiplin. Jika kita tidak mampu merubah dunia, ubahlah untuk merubah bangsa, jika masih terlihat berat coba rubahlah masyarakat, dan jika masih saja berat rubahlah keluarga. Jika semua masih saja tak mampu dilakukan, cobalah rubah diri kita sendiri, siapa tau kita bisa menjadi panutan bagi keluarga atas sikap disiplin diri kita sendiri.

Safety Riding for Family

3 Nov 2008

Secara tidak sadar kadang orang tua tidak lagi peduli dengan aspek keselamatan ketika mereka berangkat dari rumah menuju tempat kerja. Yang terpikir mungkin hanyalah bagaimana menyiasati padatnya rute lalu lintas dari rumah ke kantor atau memikirkan cara bagaimana menghindari masalah jika bertemu dengan atasan. Rantai keselamatan tentunya tidak boleh hilang jika kita menganut keinginan untuk bisa berangkat dengan selamat pulang pun demikian.

Pernahkah untuk lebih memperhatikan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga dalam hubungannya menempatkan perilaku tertib dan aman berkendara dalam setiap perjalanan yang dilakukan. Simulasikan berbagai kemungkinan yang dapat saja terjadi saat melakukan perjalanan, perilaku negatif saat berkendara bisa saja menjadi faktor penghadang para orang tua untuk bisa selamat kembali ke pelukan keluarga.

• Jika kita tidak tertib melihat peraturan saat berada di lampu merah, bisa saja nanti akan ada persinggungan yang kerap berakhir adu argumen atau bahkan kecelakaan, keluarga di rumah akan rugi besar,
• Jika kita memilih berkendara di trotoar, dengan alasan agar cepat sebagai pembenaran, sewaktu-waktu pengguna jalan lain pun akan terganggu dan terjadi adu argumen, keluarga di rumah akan rugi besar,
• Jika kita memilih mengacuhkan pemakaian helm standar lalu pada waktunya kita terjatuh dan terluka, keluarga di rumah akan rugi besar.

Masih banyak kemungkinan lain yang berpotensi mengacaukan keinginan para orang tua untuk bisa pergi dan pulang dengan selamat. Tidak ada lagi unsur tanggung jawab terhadap keluarga jika sampai lalai menyematkan perilaku aman berkendara. Anggota keluarga jelas-jelas membutuhkan para orang tua untuk bisa pergi dan kembali dengan selamat. Jangan putus rantai ekonomi keluarga hanya dengan mengabaikan keselamatan saat berkendara. (abee)