Tampilkan postingan dengan label a-nulis nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a-nulis nulis. Tampilkan semua postingan

Ndesain Booklet JDDC

12 Agu 2009

Akhirnya kelar juga bikin booklet (atau pamflet .. atau brosur ya namanya :p) dengan tema Panduan Keselamatan Berkendara Sepeda Motor (Defensive Riding). Halamannya tidak banyak, hanya memuat 4 lembar saja dan berkutat pada informasi mengenai konsep PLS milik JDDC -awalnya dikenal dengan Pulubuhu System-, lalu reminder untuk selalu melakukan pengecekan kendaraan hingga tips singkat 'proper gear' untuk berkendara. Terakhir menulis beberapa elemen penting mengemudi defensif.

Yang ini memang baru versi motor, dan mobil akan menyusul kemudian. Tidak akan sempat bikin besok karena jadwal back up training menunggu, besok 'main' ke Philips sebagai klien. Training mobil. Booklet ini rencananya sebagai bahan bawaan kami, JDDC untuk ber kampanye jelang waktu mudik, bisa saat seminar maupun pelatihan-pelatihan. Content tidak terpaku pada saat mudik agar masih bisa diterima di luar waktu mudik. Booklet sederhana menggunakan Mic Publisher, cari-cari alat sederhana untuk nge desain.

Majalah MotoGP Mid-Season 2009

29 Jul 2009

Coba liat gambar 'daftar isi' di atas. Kira-kira artikel apa yang menarik yang sudah bisa dibayangkan dari sebuah judulnya saja. Layaknya ritual baca majalah saya yang sudah-sudah. Dari halaman depan ke belakang saya selalu melihat gambarnya dulu, dan headline. Isi artikel bisa nanti dibacanya. Dengan harga jual 23.000, MotoGP mid-season 2009 ini layak menemani waktu luang teman-teman. Bisa pas mau tidur, pas jeda iklan saat nonton tv, atau saat break makan siang. Atau mungkin teman perjalanan, daripada lirik-lirik wanita ga jelas tanpa keberanian minta nomor telponnya :p.

Isu utama di halaman depan lebih mengulas dampak krisis ekonomi yang membuat panggung MotoGP terpaksa melakukan penyunatan regulasi dimana-mana. Halaman berlanjut dengan pose-pose seksi Randy de Puniet, niy rider rada terangkat dengan citra sponsor Playboy-nya. Salute. Berturut-turut halaman lanjutan membedah peta kekuatan tim kontestan MotoGP hingga pertengahan musim.

Lalu ada review balapan 2009 yang sudah berlangsung plus preview balapan yang akan berlangsung selanjutnya. Info flag-to-flag race, kebijakan unutk para rookie, ban asimetris, berita kemunduran Sete & team, artikel Ben 'the elbow' Spies, gosip-gosip, fenomena teknologi rem KERS, hingga -ini dia- wajah-wajah helm unik Rossi saat berperang di Mugello. Corak helm Rossi di Mugello disajikan dari tahun 2002 s.d 2009. Mana yang paling keren ? Setelah pilah-pilih ... saya menyukai corak helm Mugello Rossi di tahun 2007. Ada motif cinta disana, motif bergambar HATI. Wow.Selebihnya ada lah bermacam-macam variasi tulisan. Tulisan ini yang pertama kali saya baca. TEKNIK TURUN SATU KAKI. Ada apa saja soal fenomena turun kaki ini yang ternyata bukan murni ciptaan Rossi, silakan geber baca langsung majalah ini. Wah ada pihak Kompas Gramedia ga ya yang baca ini. Boleh saya minta free-pass MotoGP di Sepang pak ? atau ya minimal poster kemenangan Rossi yang ke 100 deh :-).

Mengenali Potensi Bahaya

28 Jul 2009


Bahaya ! Semua pengendara pasti mengerti maksud dari bahaya. Saat berkendara, agar tidak jatuh atau menabrak maka kasus selesai dan itulah hasil dari menghindari bahaya. Tapi pernahkan pengendara secara khusus menaruh perhatian penuh pada kata BAHAYA, atau sebuah POTENSI BAHAYA. Bahaya adalah objek atau kondisi fisik atau lingkungan atau perilaku yang ber potensi menimbulkan kerusakan, kecelakaan atau kerugian. Tentu BRO saat berkendara selalu melihat objek di setiap sisi, misalnya mobil atau truk parkir di kiri jalan, anak-anak kecil bermain, pengemudi becak, gerobak makanan sampai motor-motor lain yang bergerak cepat. Melihat tapi hanya melihat saja. Pernahkah terpikir lebih dalam untuk bermain kata "jika ini jika itu". Bagaimana jika mobil yang parkir secara tiba-tiba membuka pintu, atau mendadak bergerak tanpa menyalakan sein. Bagaimana jika anak-anak kecil tadi lupa diri dan bergerak turun ke jalan raya. Bagaimana jika pengemudi becak secara serampangan mengemudikan kendaraannya tidak beraturan. Bagaimana jika motor-motor tadi bergerak zig-zag tak terarah atau mungkin angkutan umum yang akan berhenti mendadak sekehendak hati. Tanpa sadar kita lengah tak terbiasa memperhitungkan potensi bahaya. Bagaimana mengantisipasi nya jika BRO tidak membiasakan diri memperhitungkan segala macam potensi bahaya di setiap sisi jalan raya.

Hitung berapa sisi yang patut diwaspadai ketika berkendara. Tidak hanya depan dan belakang saja. Tapi juga sisi kiri, kanan, dan juga atas serta bawah. Enam sisi tadi patut diwaspadai agar BRO bisa terhindar dari segala potensi bahaya. Meski masih bersifat potensi tetap saja jika lengah akan sangat sulit menerima bayarannya. Bisa terjadi benturan, kecelakaan kecil hingga mungkin musibah yang menyangkut nyawa.

• DEPAN - Kewaspadaan dapat dilakukan melalui perilaku memandang jauh ke depan. Dengan memaksimalkan jarak pandang mata dapat mempelajari situasi. Dan jika ada situasi yang membahayakan maka otak akan diberi kesempatan berpikir untuk mengantisipasi segala sesuatunya. Jadikan kebiasaan mata jauh memandang terus dilakukan saat BRO berkendara.

• BELAKANG - Kewaspadaan terhadap objek di belakang bisa BRO maksimalkan dengan bantuan kaca spion. Lebar spion standar pabrikan tentunya sudah melalui perhitungan tinggi untuk mengurangi efek 'blind spot' saat berkendara. Spion seperti layaknya mata pada punggung. Jangan rubah besar spion yang tentunya akan semakin memperlebar hambatan penglihatan BRO ke belakang.

• KANAN - KIRI - Spion tidak seratus persen membantu melihat keadaan. Pastikan gunakan teknik 'Toleh Sekilas' (head check) untuk menghilangkan efek 'blind spot' (objek tak terlihat oleh pandangan). Dalam jarak yang tidak lebih dari satu meter dapat saja kendaraan sudah berada di dekat BRO. Perhatikan spion setiap delapan detik sekali karena dalam rentang waktu itulah objek di sekitar BRO bergerak dan berubah dinamis. Mainkan bola mata BRO ke seluruh arah demi menghindari mata dari efek fiksasi. Mata yang terus bergerak selain menyehatkan mata itu sendiri tapi juga meningkatkan kadar kesadaran dan kewaspadaan BRO saat berkendara.

• BAWAH - Dengan melakukan teknik pertama (memandang jauh ke depan), gangguan dari bawah dapat sesegera mungkin di antisipasi, semisal lubang pada jalan, atau mungkin keberadaan objek batu atau lintasan berpasir atau segala hal yang bertebaran di sisi bawah (aspal).

• ATAS - Meski sepele tak kurang di musim penghujan ranting-ranting yang tersambar petir dan angin hujan dapat mencederai BRO. Tidak hanya berkutat pada ranting pohon tapi juga rambu-rambu, papan reklame dan object lain yang datang dari atas. Meski tidak perlu memandang ke atas tapi tetap diperlukan kesigapan saat menemui gangguan. Tetaplah fokus.

Itu adalah lima hingga enam sisi yang patut di waspadai. Pembelajaran seperti ini idealnya didapatkan semua pengendara. Pengenalan bahaya dapat menjadi bekal penting bagi BRO saat berkendara agar bisa terhindar dari kecelakaan. Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) selaku operator pelatihan mengemudi defensif (bertahan) selalu menanamkan materi pengenalan bahaya ini pada seluruh pesertanya. Bahkan untuk mengurangi bahaya banyak sekali prosedur yang harus dilakukan saat berkendara, mulai dari prosedur mendahului kendaraan, melintas di persimpangan hingga melakukan rem mendadak sekalipun. Satu poin penting yang kerap 'missed' untuk di cek pengendara adalah fitur kaca spion. Pada setiap prosedur tadi kaca spion menjadi poin nomor satu yang harus di cek. Ini dilakukan untuk antisipasi keadaan di belakang kendaraan. Pastikan cek spion untuk memeriksa keadaan sebelum melakukan aktifitas lain yang berhubungan dengan pengendalian kendaraan.

Sepeda motor adalah benda yang tidak stabil karena hanya bergantung pada dua roda selain kemampuan pengendara dalam pengendaliannya. BRO memerlukan lintasan, kecepatan dan distribusi bobot untuk tetap menahan motor sesuai kehendak hati. Berhati-hatilah saat masuk ke jalan raya karena jalan raya masih saja menjadi lahan empuk bagi mereka yang lengah, dimana kelengahan dapat menjadi awal dari sebuah kecelakaan. Bahaya sekali lagi adalah objek atau kondisi fisik atau lingkungan atau perilaku yang ber potensi menimbulkan kerusakan, kecelakaan atau kerugian. Skill atau keahlian BRO berkendara akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan 'behaviour' yang baik di jalan raya. Memperhatikan potensi bahaya secara seksama tentunya adalah keputusan tepat untuk selalu bisa menjadi pengendara yang bebas dari insiden. Riding is a 100 % full-time job.

*telah di publikasikan di majalah BRO edisi 2. Thanks BRO

Provokasi ala Prasetya M Brata

27 Feb 2009

Sebenarnya saya agak tidak percaya dengan praktik hipnotis dan sejenisnya, kini saya baru dengar lagi satu 'term' baru bernama PROVOKASI. Siang ini, katakanlah seorang Provokator datang berkunjung ke kantor untuk bertemu dengan pak Jusri Pulubuhu, bos saya. Beruntung di sesi lain kelar sholat Jumat saya tiba-tiba bisa makan siang bersama mereka semua. Siapa sih provokator itu ? Namanya Prasetya M Brata, blogspotnya bisa dilihat disini http://provokasi-prass.blogspot.com/ , sementara web nya www.provokasi.com masih 'under construction'. Facebooknya pun ada, silakan ketik nama diatas tadi.

Di tengah makan siang tiba-tiba muncul topik untuk mempengaruhi seseorang. Saya menghindar dan tidak mau jadi objek. Bujuk punya bujuk akhirnya saya mengiyakan dan bukan bermain di sesi hipnotis. Pak Pras memerintahkan saya untuk merapatkan dua tangan untuk melihat mana yang lebih panjang. Jari tengah kanan atau jari tengah kiri. Saya tempelkan dan terlihat lebih panjang yang kanan. Setelah dipengaruhi dan memisahkan kedua belah tangan kembali saya membandingkan. Pak Pras bilang dengan tegas sekarang jari tengah kiri yang panjang. Loh ... kaget, takjub dibarengi tawa rekan-rekan lain. Jari tengah kiri kini lebih panjang. Apa yang salah dengan mata saya ? Tidak ada yang salah karena kita sudah dipengaruhi oleh sebuah ketegasan bahwa jari tengah kiri akan menjadi lebih panjang dari kanan. Mindset berubah. Tidak akan percaya jika tidak mencobanya.

Saya merasa cukup beruntung punya sesi singkat dengan provokator ini. Ajarannya mengatakan bahwa kita akan memerintahkan otak kita sesuai apa yang kita pikirkan. Bisa karena mau dan tidak bisa karena tidak mau. Simpel. Mempengaruhi orang pun akan mubazir jika kita belum mampu mempengaruhi diri kita sendiri bahwa kita bisa. Memprovokasi adalah menyulut sesuatu. Mungkin seperti motivator dalam bentuk yang berbeda. Pak Jusri yang beberapa hari lalu mengikuti seminar nya menjadi semakin terbuka tentang motivasi diri dan hal-hal yang berbau provokasi. Provokasi dalam bentuk positif tentunya. Oiya, pak Pras seorang 'bikers' juga ternyata, tuh liat motor dan asesori nya. Wah masih satu semangat bikers juga dengan saya rupanya. Semoga di lain kesempatan bisa bertemu kembali. Bravo Provokasi.

Antara Helm Motocross dan Helm Balap Jalanan

25 Feb 2009

Helm pada dasarnya adalah sebuah perangkat keselamatan bagi pengendara, fungsinya lebih untuk mengurangi tingkat cedera yang mampir di kepala. Pada perkembangannya helm menjadi salah satu unsur fashion demi mendongkrak penampilan. Helm juga menjadi pembeda satu cabang olahraga terhadap olahraga yang lain. Bicara balap, bentuk helm yang berbeda justru ditampilkan cabang motocross dan balap jalanan. Bentuk helm motokros lebih dikenal sebagai helm cakil dengan bentuk 'pet' lebih mancung ke depan serta proteksi dagu yang juga lebih menjorok ke depan, sementara helm balap jalanan (street helmet) berbentuk lebih bulat dan lebih menekan kepala dengan kaca helm tanpa 'pet'.

Mengapa bentuknya bisa berbeda ? Karena secara fungsi adalah sama dan juga sama-sama berkutat dalam dunia balap. Ternyata bentuk helm ini memiliki karakterisitk dan fungsi yang berbeda. Apa saja ?

Motocross Helmet, dengan desain dagu yang lebih terbuka membuat pengendara lebih bebas mengatur nafas karena balapan motocross cenderung berisi lintasan-lintasan ketat dan menguras tenaga. Jika saja memakai 'Street Helmet' upaya mengambil nafas akan terus-terusan membuat kabut di kaca helm. Pada situasi tertentu seperti di lintasan berlumpur dan berpasir 'pet' helm juga berfungsi menghalau partikel debu untuk masuk lebih dalam ke kaca, tak heran pengendara lebih nyaman mengenakan 'Goggle' yang lebih mudah dibersihkan ketimbang memakai kaca pada helm. Di saat panas 'pet' juga dapat menghalau sinar matahari. Jika helm jenis ini dipakai di lintasan balap jalanan tentunya mengganggu sisi aerodinamika dimana helm rentan tertarik ke belakang karena desainnya yang lebih besar.

Street Helmet, dengan desain membulat mengikuti kepala helm jenis ini membuat sisi aerodinamika lebih terjaga dalam usahanya menambah kecepatan saat balapan. Pada balapan yang menggunakan jenis helm ini memang lebih menekankan pada kecepatan dan saling mendahului dalam tempo yang lebih kencang ketimbang balapan motocross. Ini yang membuat dari sisi desain antara 'Motocross Helmet' dan 'Street Helmet' menjadi berbeda.

Bagaimana jika helm-helm ini diaplikasikan ke penggunaan sehari-hari ? Tidak ada larangan dalam bentuk apapun dalam memilih helm sejauh helm memberikan proteksi lebih terhadap kepala dan memberikan kenyamanan pada penggunanya. Pastikan saja kita sudah memilih helm dengan benar.

Dr Leon James and Dr Driving

19 Feb 2009

Membaca dan mempelajari data statistik kadar agresifitas antara pengemudi pria dan wanita melalui internet mengantarkan saya ke satu sosok pria yang belum pernah saya tau eksistensinya. Namanya Dr Leon James, seorang profesor psikologi asal Hawaii USA. Kelahiran (cek nanti). Apa yang membuat profil beliau menjadi lebih menarik ? Tidak lain kepeduliannya tentang area psikologi berkendara. Tentunya ini lebih dekat ke arah pengamatan ke si pengemudi kendaraan itu sendiri. Pernah dengar istilah "Dr Driving" ? Jika belum maka sosok Dr Leon James inilah yang berada di belakang layar tokoh Dr Driving.

Satu cerita menarik tentang Dr Leon James (Leon) sebelum beliau menekuni profesi seputar psikologi berkendara. Di hari minggu pagi yang indah di tahun 1982, selesai mengantar nenek dari istrinya (Dr Diane Nahl) tak diduga justru muncul keluhan atas perilaku buruk dirinya saat berkendara. "Leon is not a very good driver", begitu ucap sang nenek. Sontak Leon kaget dan mendesak kenapa sebutan itu bisa muncul. Jawaban yang diterima adalah mengenai buruknya Leon saat menikung. Sang nenek yang saat itu berusia 92 tahun tidak terima cara Leon menikung yang membuat terhempas ke pintu. Sang nenek mengeluhkan itu semua ke istri Leon. Leon sendiri menyebutnya bahwa itu adalah keluhan yang keterlaluan. "Pegangi saja pegangan pintu itu !", jawab Leon. Ternyata istrinya sendiri pun mengeluhkan soal yang sama soal perilaku berkendara Leon. Berubah lajur tanpa menengok, malas menyalakan sein saat hendak bermanuver selalu dilakukan Leon secara simulta, ini yang membuat sang istri, Diane juga merasa keselamatannya terancam.

Atas dasar keluhan-keluhan tersebutlah Dr Leon James sadar diri. Lalu Leon menemukan apa yang disebutnya "Partnership Driving". Di sisi lain Leon juga menemukan bentuk lain keberadaan teman di dalam dirinya sendiri. Muncul nama Dr Driving di benaknya. Inilah yang menyelamatkan pernikahan Leon, juga hidupnya, juga semangatnya. Ternyata sebelum mau berubah, Leon adalah seorang pengemudi yang individualis. Bergerak secara agresif, merasa selalu kompetitif dan oportunis termasuk perilaku 'mendekati' pejalan kaki saat mereka berjalan pelan, dan hal-hal lain yang mengancam keselamatan, baik diri sendiri dan orang lain. Leon merasa sudah cakap berkendara sampai-sampai teguran Diane tidak digubrisnya. Keteguhan hati Diane akhirnya memaksa Leon berbenah diri. Jadilah Leon saksi atas agresifitas cara berkendaranya sendiri. Leon lalu mulai menatapnya dari sisi psikologis, terlebih dia adalah seorang profesor psikologi. Modifikasi secara sistematis mulai dilakukannya, mulai dari merubah kepribadian, satu per satu, membangun sebuah identitas baru yang lebih modern, kompeten, bahagia serta lebih tenang.

Dr Driving semakin menunjukkan kepribadiannya di otak Leon, seolah seperti berbisik ketika Leon berkendara dan terus mengawasi pergerakannya. Lalu pelan-pelan Dr Driving mewujudkan beberapa efek sikap positif terhadap Leon saat berkendara seperti mengambil lebih sedikit resiko, memberikan hak jalan pengendara lain, menghormati aturan, berpikir cermat terhadap situasi lalu lintas serta peduli atas efek sebuah aksi saat berkendara. Jika meninggalkan Dr Driving maka kebiasaan lama bisa saja muncul mengemuka kembali, seperti mengemudi terlampau cepat, beresiko, selalu mencari celah dan kesempatan, sampai tindakan yang membuat emosi pengendara lain, penumpang sampai pejalan kaki.

Dr Driving hanyalah sebuah imajinasi dalam pikiran, kesadaran bawah sadar yang memberi kekuatan berubah kepada pemilik raga untuk melakukan modifikasi pada sikap berkendara mereka. Sebagai contoh jika pengemudi dalam keadaan tak beraturan dalam berkendara, tokoh imajinasi Dr Driving mereka akan mengambil alih dan memotivasi agar pengemudi kembali berlaku baik demi keselamatan.

Yah begitulah hasil pencarian saya tentang Dr Leon James dan tokoh nya Dr Driving. Soal statistik yang saya sempat tulis di awal artikel akan saya tulis di subject yang lain.

(Bersambung ... )

AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER

16 Feb 2009

AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER
14 Februari 2009


Tanggal 14 Februari ternyata menjadi hari yang penuh kejutan bagi kami blogger Indonesia yang mengkhususkan diri menulis seputar dunia otomotif. Hari itu PT AHM (Astra Honda Motor) memberikan kesempatan bagi kami datang berkunjung ke pabrik terbesar mereka yang berada di Cikarang (Plant 3 Cikarang).

Saya pun sama suprisenya, awalnya saya sedikit berharap agar tidak lagi berkunjung ke pabrik Honda, paska kunjungan saya ke tempat mereka di Sunter dan ikut merasakan sirkuit ketahanan Honda di Tipar Cakung saya berharap mendapat kesempatan masuk ke pabrikan lain. Murni demi memperluas jejaring sosial saya. Beruntung pabrik Honda yang dikunjungi bukan dua tempat diatas.

Pagi (14/2), kami berkumpul di Starbuck Tebet mulai jam 7 pagi. Hadir paling awal rekan-rekan AHM, salah satunya mas Tedy yang sudah saya kenal sebelumnya. Juga telah ikut duduk bro Triatmono. Saya pun bergabung sembari memesan Cappucino dan satu kue coklat hangat. Berturut-turut blogger lain hadir dengan gaya masing-masing. Ini semacam menjadi kopdar pertama saya untuk melihat sosok asli dibalik blog-blog otomotif mereka. Terlihat bro Stephen Langitan, bro Taufik pemilik blog Ninja 250R, bro Saranto yang saya kenal di MP, sampai bro Adi si blogger Alonrider. Datang sekitar 16 blogger dari berbagai latar belakang tulisan. Dari yang melek modifikasi, jagoan balapan, kritikus produk otomotif sampai penggiat safety riding macam saya. Disinilah saya akhirnya mengenali wajah-wajah di balik dunia blogging otomotif.

Puas sarapan pastry dan ragam kopi, kami pun berangkat ke Cikarang menggunakan bus. Tak memakan waktu panjang karena lalu lintas yang lancar dan hari yang cerah akhirnya kami masuk ke Kawasan Industri Cikarang. Surprise ! Sebuah banner besar menyambut kami di gerbang, bertuliskan “AHM OPEN HOUSE – GET INSIGHT WITH BLOGGER”, sebuah apresiasi tinggi yang coba diberikan pihak tuan rumah kepada para tamunya. Salut !

BLOGGER
Blogger sendiri adalah semacam Citizen Journalism. Hadir membawa pesan melalui gaya tulisan masing-masing, tanpa tedeng aling-aling blogger menuliskan apa yang mereka rasakan terhadap segala situasi dan kondisi. Tak terkecuali keberadaan ragam produk otomotif. Kami, Blogger, adalah fotografer, penulis, editor, bahkan eksekutor terhadap pemberitaan kami. Beda dengan jurnalis konvensional yang masih menjaga etika jurnalisme dalam meliput pemberitaan dan kadang masih kurang menohok dalam mengkritisi sesuatu. Blogging adalah FREE JOURNALISM, tidak ada tekanan apapun terhadap meja tulis kami. Mungkin atas dasar kejujuran penulisan gaya blogger inilah yang membuat pihak AHM membuka pintu lebar-lebar untuk bersilaturahmi dan menjalin pertemanan yang lebih jauh.

Saya melihat sebuah kesempatan berharga untuk memberikan segala jenis masukan dan kritikan. Sama halnya seperti yang dipikirkan blogger dalam sesi tanya jawab. Semua hal yang masih terpendam di hati langsung terpuaskan di dalam sesi ini yang akhirnya molor panjang dari jadwal karena begitu banyak hal yang harus keluar dari pemikiran kami para blogger.

COMPANY PROFILE
Dalam pengenalan lebih dekat dengan apa itu Astra Honda Motor, pak Kristanto selaku Head of Corporate Communication maju di depan ruangan dan memberikan brief singkatnya. AHM sendiri awalnya bernama PT FEDERAL MOTOR (1971), yang kemudian pada 1 Januari 2001 menjadi PT ASTRA HONDA MOTOR. Share holding dibagi rata 50-50 antara Astra Internasional Tbk dan Honda Motor Co, Ltd.

Ingin tahu berapa besar kekuatan produksi motor mereka di tiap-tiap cabang pabrikan ? Sunter mampu memproduksi 4400 unit/day, Pegangsaan 3600 unit/day, sementara CIkarang sendiri mampu menghasilkan 4000 unit/day dari lahan 30 Ha mereka. Jumlah yang mencengangkan dan dari jumlah ini lah lalu lintas jalan di Indonesia semakin padat. Plant 3 Cikarang ini sendiri hadir sejak 30 September 2005. Disinilah ragam tipe cub dan matic produksi.

Ruang 1 berisi Assembly Engine, ruang 2 berisi olahan Casting, ruang 3 Frame Component dan berakhir di ruang 4 Final Assembly. Hari itu kami berkesempatan melihat produksi matic dari mulai part terkecil hingga instalasi penuh satu bodi beserta isinya menjadi satu unit motor siap jalan.

SESI TANYA JAWAB
Berbekal penglihatan blogger terhadap proses produksi membuat sesi tanya jawab menjadi sesi penting bagi kami, karena melalui sesi inilah kami berhak mengumbar kritikan maupun pujian terhadap perusahaan market leader di bidang otomotif roda dua.

Jika bisa disedikit disimpulkan ada beberapa hal yang dapat saya catat di buku kecil AHM saya :

• Strategi Warna. AHM dikenal banyak menggelontorkan pilihan warna untuk konsumen, dan berdasar riset bahwa pengendara di bawah usia 25 tahun menjaring lebih dari 53 % pangsa pasar.
• Pemerataan warna juga melihat dari demand tiap-tiap lokasi penjualan. Karena tak bisa dipungkiri tiap-tiap daerah memiliki keinginan warna mereka masing-masing.
• Sistem injeksi mengalami penjualan yang baik yaitu berkisar 4500 unit per bulan. Sistem injeksi sendiri menawarkan sistem teknologi pengapian yang lebih maju, lebih presisi, lebih irit ketimbang sistem karbu konvenional. AHM menghadirkan sistem ini di line produk Honda Supra X 125 mereka.
• Saat ditanya apa akan ada produk baru tentunya jawaban pun akan sesuai perkiraan. Ya akan ada, tapi belum bisa di publikasikan.
• Soal penjiplakan model Honda ke varian sepeda motor pabrikan lain, Honda juga telah melakukan somasi terhadap kasus penjiplakan ini. Kasus tengah berlangsung dan jika mengharuskan naik ke meja hukum secara tegas Honda menyatakan siap menghadapi segala situasi.
• Salah satu pertanyaan juga mengemuka soal kesediaan spare part untuk line produk yang telah berhenti produksi. Menurut narasumber internal AHM sendiri mereka menyebut bahwa spare part produk tetap akan diproduksi 7 tahun ke depan sejak sebuah varian itu diputuskan berhenti di produksi.
• Semisal ada keinginan memburu spare part original untuk produk lawas, silakan larikan keluhan ke Call Center Honda dimana mereka coba membantu menyediakan baik yang sifatnya benar asli atau sibstitusi dari merk lain yang sejenis.
• Datang dari konsumen Honda CS1 saya merasa berkewajiban menanyakan progress penjualan tipe ini. Cukup menggembirakan karena serapan pasar mampu menghasilkan angka kurang lebih 9000 unit/bulan untuk penjualan. Konsumen CS1 bisa berbangga hati karena jenis cross-over ini tidak di produksi di luar negri di bawah arahan Honda. Desain ini murni hasil karya anak bangsa. Desain yang aneh tapi juga super menarik.
• Soal Safety Riding sendiri, AHM melalui banyak dealer nya mulai mengangkat issue ini sejak akhir 2002. Sebuah usaha yang layak diacungi jempol meski masih banyak yang harus dibenahi baik dari pola pelatihan hingga metode kampanye.
• Poin penting yang coba saya kritisi adalah pemberian perlengkapan aman berkendara. Saya secara langsung menyatakan buruknya kualitas helm gratisan dari pabrikan/dealer. Pembenahan ternyata juga tengah berjalan dimana helm model tipis yang banyak diberikan ke konsumen per Desember 2008 mengalami perubahan. Untuk jenis motor sport diberikan full face dengan kategori layak pakai. Setara dengan helm yang dijual massal, mulai dari sisi desain, ketebalan material hingga model kancing pada dagu. Sementara di luar tipe sport konsumen berhak mendapatkan jenis half face dengan kualitas yang sama baiknya. Berbeda jauh dari helm yang telah saya tulis keburukannya beberapa bulan yang lalu.
• Ini belum lagi pertanyaan-pertanyaan menarik lain. Intinya semua puas menyebarkan keluhan dan masukan.

SESI TEST RIDE
Kelar break makan dan sholat, blogger kembali ke aula untuk mendapatkan presentasi materi Safety Riding di bawah arahan pak Surya. Disini pula saya berkesempatan tukar kartu nama dengan petinggi Safety Riding AHM bro Anggono Iriawan, beliau menjabat Safety Riding Promotion Department. Bicara SR tidak cukup sebentar sampai akhirnya terlontar ide untuk kembali bertemu di lain waktu demi sebuah materi bernama SAFETY RIDING.

Menurut isu yang coba saya korek, AHM sendiri tengah menyiapkan ladang pembelajaran Safety Riding secara total. Memakan tempat yang luas dan diproyeksikan tempat ini akan menjadi pusat bagi mereka yang ingin mempelajari lebih dalam apa itu pentingnya sebuah keselamatan berkendara. Celah besar bagi para penggiat kampanye SR untuk mewujudkan mimpinya melihat perubahan sikap dan mental pengendara ibukota yang sudah terlanjur dicap buruk.

Kelar kelas SR, blogger pun bergerak menuju mini sirkuit yang telah disiapkan pihak AHM. Telah siap (lagi-lagi) penganan dan minuman, berikut perlengkapan aman bekendara. Satu unit masing-masing Honda Tiger New Revo, CS1, Beat hingga Revo 110 dan Blade 110 siap di uji coba blogger. Masing-masing hadir dengan kenyamanan berkendaranya dan menyasar pasar yang berbeda-beda.

USAI
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kurang lebih jam 16 pun blogger bertolak pulang. Tak lupa sesi dokumentasi kami lakukan jika ada kesempatan. Akhir kata terima kasih sebesar-besarnya pada pihak AHM yang telah meluangkan waktu bagi kami para blogger.

Pada tanggal 14 Februari jugalah bro Stephen ber inisiatif mendeklarasikan sebuah komunitas independent baru. KOMUNITAS BLOGGER OTOMOTIF INDONESIA, begitu sebutannya. Secara singkat justru terbaca nama lucu, KOBOI. Saya yakin nama ini masih bisa berubah sesuai diskusi lanjutan melalui milis dan grup Facebook. Menarik dan membuat semangat para blogger otomotif untuk memberikan hasil terbaik melalui tulisan yang transparan khas blogger.

Kaos hitam Honda Community, 2 set gantungan kunci, pin, brosur produk dan ditambah paket Valentine karena bertepatan dengan tanggal 14 Februari. Apa isinya? Paket coklat manis berbentuk hati plus pisau lipat Honda-Victorinox. Super bermanfaat bukan? Belum lagi bungkusan snack di bus yang isinya lezat-lezat.

Wah sangat memuaskan. Apalagi saya datang berbekal kedekatan dengan produk Honda karena sebelum mengendarai Honda CS1 saya juga telah meminang Honda Vario dan sebelumnya Honda Karisma X. Semuanya adalah line up tertinggi pada masanya untuk tiap varian.

Semoga pertemanan dengan blogger ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bisa saling menguntungkan.

dokumentasi :
http://s248.photobucket.com/albums/gg189/arantan/Visit_Honda_Plant_Cikarang/

TSI Prigen

28 Jan 2009

Kalo ngeliat foto nya sih sudah sedikit terlihat kalo Taman Safari versi Prigen ini lebih sejuk ketimbang TS nya milik Cisarua, perjalanan kalo ga salah kutip dari blog sih sekitar 1 jam dari Surabaya. OK, kalo ada waktu kesana bakal gue icipin nih tempat wisata.

*thanks dik fotone*

Jadi BIJAKSANA BIKERS saat hujan

21 Nov 2008

============================
"Biker kok takut hujan ?", seloroh Finda ke Alex lewat telpon, ketika ditelpon ternyata Alex sedang berteduh di kolong Fly Over karena hujan. Wah, entah hujannya yang teramat besar sehingga sulit dilalui atau memang Alex nya saja yang minus persiapan sampai-sampai harus menepi segala. Ketika hujan makin deras muncul pula Alex-alex lain yang memilih berteduh ketimbang melanjutkan perjalanan.

Harus bagaimana kita sebagai bikers ?

Seolah menjadi resiko buat pengendara motor, sehari-harinya menelan debu, terguyur hujan bahkan tertimpa terik matahari semata-mata karena fungsi badan motor yang tidak menyediakan atap perlindungan. Segala gangguan di jalan pasti akan langsung terasa di tubuh pengendara, tak terkecuali hujan. Apa ya DO and DON'TS nya kalau kita jadi bikers saat ngadepin hujan ? Ya itung-itung jadi Bijaksana Bikers, ga merugikan orang lain dan pastinya menguntungkan diri sendiri .... *senyum*

1.Jika hujan ya pasti wajib sedia JAS HUJAN. Jika mau terabas hujan, ya pakailah jas hujan. Tapi jangan pakai yang asal-asalan bro ! Pakai model satu stel jas dan celana, jangan yang model ponco, kenapa ? jika lembaran ponco melambai-lambai bisa saja mengenai kendaraan sekitar seperti tersangkut, lebih parah jika masuk ke putaran rantai yang bisa berakibat macet dan pengendara terpelanting.

2.Jaga kaca helm agar tetap bersih bro ! Gerak air yang terus-terusan mengenai kaca helm dan tak terhapus bisa berabe karena mengganggu penglihatan saat berkendara. Lebih bagus jika kaca nya bening dan tidak tergores. Ada yang kasi tips agar kaca helm dilapisi tembakau, caranya cukup taburkan ke kaca yang nantinya akan menghindari embun muncul pada kaca helm.

3.Biker yang belum 'ngeh' keselamatan dan ga sayang kaki pasti buru-buru minggir ganti sepatu ke sendal selain memakai jas hujan. Wah jangan bro ! Apotik penjual jempol kaki belum tersedia di Jakarta, jangan memaksa diri dengan mengorbankan keamanan dan kenyamanan. Tanpa sepatu kaki bisa kedinginan, efeknya bisa membuat respon kaki ke rem atau kopling menjadi berkurang. Belum lagi soal licin saat menginjak aspal.

4.Ban bagaimana ? Ya sebisa mungkin jangan terus-terusan pakai ban botak, tidak hujan pun sama bahayanya. Saat jalan basah, grip ban ke aspal bisa berkurang jauh, licin bisa melintir nanti kena efek aqua-planning. Ganti segera bro !

5.Buat yang motornya *maaf* telanjang, perhatikan lagi sisi kelistrikan. Jika banyak terkena air secara terus menerus bisa saja ber-akibat korslet. Nanti lampu bisa mati, klakson juga. Jika mau sedikit repot ya lapisi bagian kelistrikan untuk menghindari efek langsung tersiram air.

6. Nah buat yang ga punya persiapan dari tiga poin di atas biasanya memilih berteduh sekaligus istirahat. Konyolnya terkadang justru kegiatan mereka dapat mengganggu arus lalu lintas, seperti kebiasaan gemar berteduh di bawah jembatan penyeberangan, kolong fly over atau tempat teduh lain. Parkir saat darurat sah-sah saja dilakukan, tapi itu pun harus menjaga hak orang lain juga yang mencari kenyamanan, atur parkir agar tidak mengganggu ruang jalan. Misalnya cari warung atau toko, sembari istirahat perut pun kenyang, parkir pun nyaman.

7.Hidupkan lampu bro! Hujan deras kadang memaksa kendaraan bergerak lambat, tetap nyalakan lampu tapi jangan sesekali menyalakan lampu hazard yang berkedip genit kanan-kiri atau konstan berkedip bersamaan. Aturan internasional berkendara sama sekali tidak merekomendasikan perilaku tersebut, Pengendara lain bisa dibuat bingung, ujungnya si pemakai lampu kedap-kedip lah yang bisa disebut 'norak'. Penggunaan lampu hazard hanya dilakukan pada saat kendaraan berhenti dalam keadaan darurat. Bisa donk jadi bijak soal lampu ?

8.Tetap jaga stamina berkendara, tingkatkan konsentrasi ! Hujan lebat acap menggangu daya pandang pengguna jalan. Hati-hati lubang di jalan yang tertutup air, caranya ya coba kenali rute, hafalkan titik rawan yang berpotensi membuat celaka. Layaknya pembalap yang punya racing line, kita pun idealnya punya 'jalur balap' yang bisa bikin kita nyaman melintas dimana saja.

Semua oke, jadi siap donk untuk terus terabas hujan, berkendaralah dengan sabar saat hujan dan jaga konsentrasi ! Bikers ga lagi takut hujan bro !

==========================
dibuat spesial untuk www.tokohelm.com

JDDC - Boehringer Ingelheim Defensive Riding Training

17 Nov 2008

Sabtu-Minggu (14-15 November 2008) PT. BOEHRINGER INGELHEIM Indonesia bersama Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengadakan dua hari pelatihan Aman Berkendara secara defensif atau lebih dikenal dengan istilah Defensive Riding. Event ini menjadi jawaban atas program yang berlaku 'worldwide' yang dicanangkan PT. BOEHRINGER INGELHEIM internasional yaitu "Zero Accident to Field Force". Peserta yang hari itu berjumlah 16 orang sehari-harinya memang berkutat dengan kendaraan operasional sepeda motor, mereka bekerja sebagai Sales Force yang selalu wara-wiri memberikan penawaran-penawaran pada banyak instansi farmasi. Tak heran kebutuhan akan keselamatan menjadi nilai mutlak sejajar dengan target yang diberikan oleh pihak perusahaan.

Hari pertama peserta disuguhkan kelas teori yang mengupas habis sisi yang belum terungkap dari ilmu berkendara, baik soal bagaimana posisi badan yang ideal, pemilihan perlengkapan berkendara, ilmu menikung, manajemen resiko hingga pemutaran video-video dan ilustrasi seputar fakta kecelakaan yang dipaparkan secara gamblang oleh Bp.Surya selaku kepala instruktur JDDC selama dua hari. Materi menjadi ilmu baru bagi peserta saat mereka menyadari bahwa berkendara tidak semudah yang mereka bayangkan, seperi diketahui bahwa berkendara di Jakarta menjadi media penguras tenaga tingkat tinggi dimana mental dan emosi selalu tarik ulur untuk menjadi yang terdepan. Disinilah pentingnya metode aman berkendara secara bertahan (defensive). Titik bahaya bisa datang dari arah mana saja (depan-belakang-kiri-kanan bahkan atas dan bawah). Pengendara kebanyakan selalu berkilah pada elemen lain ketika mereka mengalami insiden, bisa saja mereka menyalahkan munculnya tiba-tiba lubang di jalan atau bahkan saling tuding bahwa kendaraan lain lah yang melakukan kesalahan. Jika mau diambil investigasi tersingkap data dominan penyebab kecelakaan datang dari faktor manusia, lemahnya antisipasi dan mental berkendara menjadi dominan sehingga kadang emosi lah yang muncul sebagai tameng atas kesalahan mereka sendiri.

Hari kedua menjadi medan praktek atas teori di hari pertama, total sebelas simulasi berkendara disuguhkan tim Instruktur. Peserta dipaksa keras mempraktekan ilmu berkendara di berbagai medan mulai cara pengereman yang baik, antisipasi kecelakaan, berkendara di titian besi dan medan berpasir, meliuk di cone hingga naik ke jembatan besi. Antusiasme peserta sangat terlihat sepanjang pelatihan, hujan deras di tengah haripun tak menyurutkan agenda pelatihan saat peserta tetap berada di lapangan mengenakan jas hujan. Salah satu metode pelatihan yang menarik adalah sesi "Commentary Riding", metode ini melibatkan peserta dan instruktur dalam satu motor dan berkendara di medan sebenarnya yaitu jalan raya, di saat itulah peserta wajib mengkomunikasi kan setiap kondisi yang tampak di sekeliling mereka.

Diantara enam belas peserta, hadir dua pengendara wanita masing-masing Desi dan Norma. Desi terlihat cukup fasih mengikuti medan halang rintang, dengan logat Jawa-nya yang kental senyumnya kerap mengembang seolah jadi penghibur bagi peserta lain di tengah lapangan. Norma pun sama dengan sikapnya yang terlihat enjoy menikmati pelatihan. Di sesi "Commentary Riding", terungkap alasan Norma mengganti spionnya dengan ukuran yang lebih kecil dengan alasan agar bisa meliuk di seputar kemacetan. Pemahaman yang sebenarnya bisa dikoreksi karena fungsi spion bagai kumis kucing dimana saat spion berukuran standar tak sanggup masuk di celah kendaraan, maka pada waktu itu pulalah pengendara tak seharusnya melakukan manuver masuk di tengah dua kendaraan.

Di akhir acara peserta terlihat puas mengumpulkan ilmu baru dan sesekali berharap bahwa event sejenis dapat berlangsung secara reguler. Pak John Kurniyanto selaku Sales Manager di hari pertama juga secara tegas mengharapkan pelatihan bisa berakhir baik dan menjadi elemen penting dalam program perusahaan yaitu "Zero Accident to Field Force". Ini seolah berusaha mengurangi fakta buruk fenomena berkendara di tanah air dimana 63% penyebab kemiskinan adalah kecelakaan kendaraan, nyawa seseorang yang hilang atau cedera spontan memutus putaran roda ekonomi keluarga. Kini 86% manusia modern berpotensi mengalami kecelakaan, untuk ukuran lalu lintas yang buruk di kota Jakarta angka ini bisa naik menjadi 96%. 8 dari 10 kecelakaan melibatkan sepeda motor. Jangan ambil bagian dalam fakta mengerikan diatas. Tetap berusaha defensif dan jauhi potensi bahaya. Every K (kilo) is a Killer !

Ride Like a Master !

21 Okt 2008

Kebutuhan pelatihan Aman Berkendara yang akrab disebut ‘Safety Riding’ idealnya sudah menjadi kebutuhan banyak pihak bagi mereka yang berkutat dengan kendaraan roda dua sebagai kendaraan operasional harian. Jalan raya yang sudah demikian padat bercampur dengan fakta bahwa banyak pengendara hanya mengandalkan keberanian tanpa dibarengi tanggung jawab untuk saling peduli sesama pengendara, belum lagi menomor duakan ‘skill’ atau kemampuan yang kerap menjadi awal dari sebuah kecelakaan jalan raya. Apa usaha yang sudah dilakukan oleh kita untuk menjadi pengendara yang bebas dari sebuah peluang kecelakaan entah menjadi penyebab maupun menjadi korban. Hal ini yang menjadi pegangan Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) untuk terus bergerak di jalur operator pelatihan berkendara secara bertahan atau lebih akrab disebut ‘Defensive Riding’.

"Dari Kita, Untuk Kita !", sebut pak Jusri Pulubuhu, kepala instruktur ‘safety riding’ JDDC yang hari itu menemani rekan-rekan dari Indonesian Bikers Society 888 berlatih bersama sebuah pelatihan Aman Berkendara bertajuk ‘Riding Dynamic Course – Ride Like a Master’ di bilangan Pondok Pinang Jakarta Selatan. Tak kurang dari 10 pengendara motor besar secara aktif mengikuti tahapan demi tahapan setiap pelajaran teori dan praktik yang hari itu juga dipandu oleh bung Joel D.Mastana, nama yang tak asing yang selalu bergelut di pelatihan ‘safety riding’ motor-motor besar. Tak kurang ragam tipe motor besar hadir mulai dari ragam varian Harley Davidson hingga Honda Gold Wing di sela cuaca terik Jakarta Minggu pagi (19/10).

Bagi komunitas IBS 888 event seperti ini terhitung sebuah pengalaman baru, komunitas motor besar yang baru saja terbentuk 8 Agustus 2008 ini datang dari berbagai latar belakang profesi mulai dari pengusaha, dokter hingga artis/presenter seperti Adi Nugroho yang hadir dengan Electra Police-nya, meski bukan dipakai sebagai kendaraan harian melainkan datang dari hobi kesempatan ini benar-benar membuka cakrawala pengetahuan baru di dunia berkendara karena memang banyak sekali hal-hal yang senantiasa luput dari perhatian, hal kecil ternyata menjadi penting dan kebiasaan yang dilakukan ternyata kadang adalah sebuah kekeliruan.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu peserta pelatihan yaitu bro Agus yang hari itu datang mengendarai Honda Gold Wing dengan singkat, “Bagus dan bermanfaat!”. Pelatihan yang hari itu dipandu secara bergantian oleh pak Jusri dan bung Joel berjalan komunikatif dan selalu berisi materi-materi ilmu aman berkendara yang teramat sayang untuk dilewatkan seperti bagaimana peserta di ajarkan untuk ‘membangunkan’ sepeda motor yang tengah tidur paska jatuh, posisi tangan mengenggam grip gas, posisi tubuh saat berkendara hingga membedakan perilaku berbelok dengan teknik ‘counter weight’ dan ‘counter steering’.

Dua teknik tersebut berbeda gaya dimana ‘counter weight’ lebih tepat digunakan saat motor berbelok di kecepatan rendah dan menggunakan pinggul sebagai kendali sementara ‘counter steering’ lebih tepat digunakan pada kondisi berbelok dengan kecepatan tinggi dimana tubuh mengikuti rebahan motor.

Seolah satu hari saja tak akan cukup bagi peserta yang hari itu juga diajak mencicipi banyak trek seperti meniti papan keseimbangan, teknik menekan rem dengan benar, melintasi gundukan hingga teknik berputar serta slalom. Idealnya hasil pelatihan ini dapat terbawa pada kondisi berkendara di keseharian dan terus menempatkan perilaku ‘Defensive Riding’ menjadi yang utama. Ride Like a Master ! (abee)

DOKUMENTASI LENGKAP DISINI

Beli Majalah ZebraCross

24 Sep 2008

Apresiasi tinggi --meski telat beli-- layak dihaturkan atas kehadiran majalah dengan tematis situasi jalan raya dengan nama ZEBRACROSS. Cover edisi nomor 7 dengan wajah dan senyum Happy Salma langsung menarik mata dan lengan untuk merogoh kocek lebih dalam dan membawa majalah itu pulang. Apa ini ZEBRACROSS ? Kehadiran majalah ini sebenarnya sudah tercium lama tapi entah kenapa peredarannya tidak bisa terpantau mata. Cukup surprise juga melihat tulisan edisi pada cover sudah masuk ke edisi 7. Segala hal tentang dunia otomotif coba disampaikan halaman per halaman meski dengan kualitas lem perekat halaman yang kurang baik. Terhitung artikel "Malu donk melanggar Lalu Lintas", "Safety Riding masuk sekolah", "Membongkar Kualitas Helm" hingga penyegaran mata melalui penampilan Happy Salma.

Halaman bertajuk 'Lifestyle and Street Magazine' ini sudah selayaknya masuk hitungan bikers yang doyan mengumpulkan informasi dan menambah bacaan. Pada sesi CROSSFOCUS ada kutipan yang cukup menggelitik seperti ini "If You Can Survive Riding in Jakarta, You Merely Can Survive Anywhere in the World", *tersenyum* , ya inilah sindiran tentang buruknya perilaku baik pada pribadi maupun sistem yang ada di dunia jalan raya ibukota. Jangan berbangga hati !. Lewat artikel itu pula muncul kolom kecil tips 10 hal atau 10 cara di tengah kemacetan, salah satunya adalah "Dengarkan radio yang menyiarkan kondisi lalu lintas, berita tentang kemacetan di tempat lain akan membuat hati kita lebih tentram" dan berbagai tips lain.

Worth it dan edisi demi edisi harus dipertahankan agar bisa eksis dan diterima masyarakat pengguna jalan. Jangan bosan mengumbar kampanye berperilaku aman saat berkendara dan hindari muncul lalu tenggelam seperti yang kerap terjadi pada edisi majalah yang seolah tidak niat terbit.

*foto-foto Happy Salma tidak semenarik foto-foto nya di FHM atau Popular ..... YA IYALAH BROOOOO...............*

Impian Besar

23 Sep 2008

Sebuah impian terbesar yang berkelana di ruang kepala seorang pengendara motor pasti ga akan jauh dari impian melakukan perjalanan jauh, berpetualang dari satu kota ke kota yang lain dengan esensi mengakrabkan diri dengan alam luar dan menguji ketahanan fisik dan mental menghadapi berbagai pengalaman baru. Buat seorang amatir tampaknya berkendara jauh tidak perlu dibuktikan dengan secara muluk. Sebuah perjalanan seperti hal nya mudik ke desa bisa saja di 'plot' menjadi sebuah petualangan, melakukan sendiri dokumentasi, mencatat detil perjalanan tiap melintas di satu kota hingga merasakan lega dan penatnya tulang saat sudah waktunya untuk berbaring istirahat di sela-sela hari.

Bicara amatir pasti akan berbicara tentang sikap gugup, sikap tidak siap dan sikap-sikap menakutkan yang harus segera diantisipasi. Semua akan berbalik tanpa catatan indah jika tak berani mengambil resiko dan menghadapinya. Inilah sebuah posisi dilematis yang tengah terjadi. Di satu sisi hati sudah demikian kuat melakukan perjalanan, di lain sisi terkadang masukan banyak pihak cukup mengganggu demi batalnya sebuah perjalanan.

Menurut informasi lintas internet jarak tempuh destinasi impian yang muncul di kepala yaitu Jakarta - Semarang berjarak kurang lebih 500 km. Sebuah jarak yang demikian panjang dan pasti menyisipkan berbagai adegan cerita. Jarak itu pula yang menjadi impian besar terdekat sembari melakukan perjalanan mudik dengan motor ke daerah pegunungan kabupaten Semarang yaitu Salatiga dan Ambarawa. Entah apa akan ada keberanian dan kesempatan untuk menguji diri lebih dari sekedar perjalanan turing jarak menengah yang sering dilakukan.

Tidak sekeras perjalanan Charley dan Ewan di Long Way Down atau perjalanan Natural Born Travellers atau juga perjalanan yang di dokumentasikan di http://www.advrider.com/ , tapi apapun bentuk perjalanannya pasti akan sangat menyenangkan jika dinikmati.

Impian besar.

Pemberitaan yang Aneh

15 Sep 2008

bola.okezone.com menulis Manchester United dilanda krisis usai menelan kekalahan 1-2 dari Liverpool pada lanjutan Premier League, akhir pekan lalu. Namun pelatih Sir Alex Ferguson membantah pasukannya tengah dihantui krisis kepercayaan diri....bla bla bla. Mungkin juga sumber berita lain menuliskan hal yang sama kepada satu tim tertentu atau kepada satu personal tertentu.

Entah kenapa gue paling ga suka dengar (tepatnya mbaca) pemberitaan model begini, ya di sepakbola, ya di balap, ya dimana saja, ya soal MU, ya soal siapapun yang sedang mengalami penurunan. Kita ga bisa mengharap jagoan kita fit 100 % setiap saat bukan. Ketika jatuh dibilang krisis, ketika bangun dibilang tengah bangkit, ketika satu pembalap doyan bikin kesalahan dibilang mental nya jelek, ketika pembalap tengah juara dibilang ini sebuah top performance. Ya Manchester United, ya Valentino Rossi, ya Stoner, ya siapapun dan apapun klubnya. Gue yang ga doyan mengkritik atau meledek lawan melihat sebuah naik turunnya sebuah prestasi adalah normal. Bisa saja hari ini berkalung kemenangan, besok berkalung kekalahan. It's normal, nothing's wrong with it. Sabarlah dan dukunglah jagoan masing-masing baik ketika kalah apalagi ketika menang.

Tarixx Jabrixxx ....

9 Sep 2008



SAFETY FIRST !!! .............. begitu teriak Cacing memberi komando buat CIko-Coki, Mulder, dan Dadang untuk bergegas membejek gas untuk kemudian berkendara lintas jalan raya kota Bandung. Cacing ga lupa untuk sejenak mengingatkan keberedaan helm, rem sampai spion. Grung ... grung ... asap 2 tak motor Cacing menemani Honda lawas milik Mulder dan Vespa antik milik si kembar Ciko dan Coki. Ciiitttttt .......... sembari menekan rem sekali lagi komando Cacing lantang terdengar, ada apa lagi ? oh .. ada wanita tua hendak menyeberang jalan. Saking lamanya wanita itu menyeberang Ciko dan Ciko lantas turun dan berusaha mempercepat langkah si nenek, yang lain gemas bergerak kesana-kemarin sebelum akhirnya memutuskan membopong si nenek ke seberang jalan. Itulah sedkit adegan dari film bernuansa 'bikers' berjudul THE TARIX JABRIX. Kisah edan 5 pengendara motor berusia remaja yang mencoba mencari jati diri sebagai pengendara motor yang beken setelah sebelumnya selalu tidak di untungkan oleh keadaan, semisal Cacing yang ditolak mentah-mentah ROAD DEVIL, Mulder yang disayang orang tuanya yang kaya raya, Ciko-Coki yang selalu gembira bersama-sama dan Dadang, seorang montir yang punya bawaan lupa ingatan jika sudah tertidur, ga aneh kalo buku catatan selalu dipegangnya.

Banyak cara untuk bisa meneruskan pesan kampanye AMAN BERKENDARA, salah satunya melalui cara visual melalui film yang dekat dengan keseharian masyarakat pada umumnya. Selain film layar lebar, bisa saja kampanye diselipkan melalui film layar kaca, film komedi, iklan layanan masyarakat hingga tv-tv plasma yang bertebaran di perempatan kota besar dengan lalu lintas padat nya. Ironisnya masih cukup banyak visualisasi yang sepertinya bertentangan dengan kaidah Aman Berkendara, dimana ternyata masyarakat umum lebih 'ngeh' dengan kesembronoan dan mengikutinya pada sifat sehari-hari saat berkendara, contohnya seperti menyepelekan fungsi helm yang benar atau sifat cuek pada aturan lalu lintas yang sudah demikian bagus dipasang di jalan raya. Film the TARIX JABRIX tadi tampil cukup menghibur seperti dikutip dari www.ruangfilm.com yaitu film ini mengusung beberapa pesan sederhana seperti mematuhi peraturan lalu lintas, safety riding, dan patuh kepada orang tua ternyata tidak membuat film ini menjadi garing dan membosankan.

Film tadi juga mengupas arti kekeluargaan (brotherhood) komunitas pengendara roda dua baik yang berisi pergaulan negatif maupun positif, tak lupa adegan percintaan yang pangkalnya adalah keberadaan seorang gadis cantik di antara dua kubu yang berbeda pandangan. Jika film ini dibandingkan pada sebuah video klip dari grup So7 yang menampilkan konvoi skutik minus perlengkapan Aman Berkendara maka film Tarix Jabrix ini menjadi film berpesan kan keselamatan yang jauh lebih bermanfaat ketimbang videoklip grup So7. Sepertinya materi pembuatan sebuah film yang di lengkapi dengan kendaraan bermotor terkadang terbentur dengan keinginan pihak produser untuk menampilkan wajah aktor dan aktrisnya secara jelas dan mengesampingkan aturan main berkendara yang dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Tinggal bagaimana kita sebagai penikmat visualiasi sebuah film sebagai hiburan untuk memilih ingin jadi pengendara roda dua seperti apa kita saat berkendara di belantara jalan raya, jangan sampai menunggu ditilang atau menunggu dibungkus koran hanya karena bertindak sembrono di jalan raya.

Gue dan Labirin

28 Agu 2008

gue coba sedikit mengutip bagian artikel yang siang ini gue baca, judulnya "Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV?" yang masuk ke email dari beberapa milis yang gue ikuti. Bukan mengarah ke sosok Andy Noya nya tapi lebih ke kedalaman sebuah pesan tentang perasaan takut untuk mencoba mendobrak batas, tulisannya begini :
==================
Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.
==================
Apa hubungannya sama gue ? bakal jadi super curhat deh nih .... *lirik CV*, gue sudah berada di lingkungan kantor gue yang sekarang sejak tahun 2001 , dipotong beberapa bulan di 2003 untuk mencoba peruntungan di tempat lain yg akhirnya harus kembali ke lingkungan hingga sekarang. Secara posisi bisa dibilang naik secara horisontal tapi kok disebut naik vertikal juga bisa, entahlah. Yang jelas selalu kepikiran, kok kayaknya kalo stay disini bisa jamuran ga dapet apa-apa nih.

Dalam perjalanannya gue ikutan komunitas bikers yang bagusnya dah bisa bikin gue masuk ke sebuah organisasi dimana tersedia tempat untuk membuat diri lebih menonjol, baik menonjol ke arah internal ke sistem kepengurusan maupun eksternal di dunia bikers secara umum. Ini yang kemudian sedikit menyeret gue ke sebuah peluang menjadi bagian dari staffing JDDC alias Jakarta Defensive Driving Consulting binaan pak Jusri Pulubuhu. Secara lisan pernah gue ungkapkan ketertarikan gue sembari pak Jusri yang demikian canggih ngobrol Safety Riding seolah membuka pintu lebar-lebar buat gue jika tertarik menjadi bagian dari staf instruktur. Gila ! sebuah kesempatan yang sesuai dengan mimpi-mimpi gue selama ini dan semuanya berkaitan dengan Safety Riding. Tidak berpotensi menyejahterakan kah ? Dari sekian artikel pengobar semangat yang gue baca, jika kita terlibat dan mencintai sebuah pekerjaan tentunya pengorbanan waktu dan tenaga akan terbayar cash dengan sendirinya, tentunya untuk tidak lupa berdoa meminta bantuan dari sang Kuasa.

Harus nanya ke gue sendiri nih ... "berani ga lu keluar dari sono ?"

*muram*

Berikut artikel lengkap yang masuk via milis

<========>
[ http://www.kickandy.com ]
Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.

Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.
<========>

3A : Attribute - Attitude - Action !

1 Jul 2008

Apa sih yang kita pikirkan sebelum kita berkendara ? Belum lagi saat kita sedang berkendara dan setelah kita berkendara. Terbilang rumit pada awalnya jika terlalu dipikirkan dan baru akan terbilang mudah saat sudah terbiasa. Judul diatas seolah menjadi pengingat bahwa berkendara bukan sebuah perkara mudah. Pengendara dihadapkan ke dalam dunia baru yang senantiasa berubah tiap detik, dari melihat ujung gang sebagai pintu keluar kita untuk masuk ke jalan raya, sapaan dan ucapan hati-hati oleh keluarga juga tetangga hingga kita terbentur kemacetan yang kadang tak habis pikir bagaimana kemacetan itu bisa terjadi.
3 faktor yang idealnya patut dimengerti dan dijalani oleh setiap pengendara adalah 3 A, masing-masing Attribute atau Perlengkapan (berkendara), Attitude atau Sikap dan Action atau Aksi saat kita berkendara. Melupakan satu dari 3 poin tadi bisa saja membuat pengendara terjebak dalam potensi bahaya baik berupa bahaya pelanggaran maupun bahaya akan kecelakaan.
Sadar atau tidak pengendara sering kali mengabaikan data kecelakaan yang terkadang dirilis oleh beberapa lembaga yang peduli dengan keselamatan jalan, seperti Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya yang secara intens mengeluarkan data-data kecelakaan yang lalu dilansir pihak TMC atau Traffic Management Center dimana selalu saja muncul data adanya 3 kali kecelakaan dalam satu hari yang selalu berujung hilangnya nyawa. Itu yang baru terdata, belum lagi data-data yang tidak dilaporkan. Contoh lain seperti Rumah Sakit mungkin setiap harinya sudah memiliki menu utama menghidangkan beragam menu korban kecelakaan di meja operasinya. Apakah kita sebagai pengguna aktif kendaraan mau secara sukarela jadi korban sia-sia atau memilih menyisakan waktu untuk lebih memikirkan pentingnya Aman Berkendara, karena itu semua demi keselamatan bersama.
Mari kita coba tilik 3 faktor di atas yang semoga dapat menempatkan kita sebagai pengendara yang mau peduli tentang keselamatan saat berkendara di jalan raya.

1. ATTRIBUTE
Attribute atau Perlengkapan menjadi ritual pertama yang harus dipenuhi sebelum kita berkendara. Lengkapi diri dengan proteksi maksimal yang diharapkan mampu mengurangi tingkat luka jika kita terlibat masuk sebagai bagian dari sebuah insiden di jalan raya.
• HELMET, pilih helm yang benar-benar di rekomendasikan untuk sebuah keselamatan. Paling mujarab adalah memilih helm jenis penuh (Full Face) selanjutnya yaitu model setengah (Half Face) dan jangan pernah menyentuh atau memilih helm yang lebih dikenal di masyarakat sebagai helm cetok yang notabene aspek keselamatannya adalah nol besar.
• JAKET, pilih jaket bermaterial tebal dan menyesuaikan cuaca yang ada demi menghindari efek tidak nyaman. Jaket yang baik sesungguhnya hadir pada jenis jaket yang dapat mengurangi luka akibat gesekan.
• SARUNG TANGAN, pilih sarung tangan model penuh tertutup dan bahan tebal namun nyaman dan tinggalkan kebiasaan mengendarai motor tanpa sarung tangan. Ini lagi-lagi demi menghindari luka akibat benturan maupun gesekan.
• CELANA, untuk kondisi berkendara di jalan raya, pemilihan celana panjang bermaterial keras model jeans atau ber materi sejenis adalah baik ketimbang memilih bahan yang amat tipis seperti celana bahan yang kerap dipakai untuk ke kantor. Jika dirasa merepotkan ada baiknya menyediakan celana pengganti disaat kita berkendara atau kita sedang bekerja di kantor.
• SEPATU, pilih sepatu yang mengamankan bagian bawah hingga mata kaki dan ber bahan keras yang setidaknya lagi-lagi demi menghindari luka aibat gesekan.

Jika kelengkapan di atas sudah dipenuhi secara ideal barulah kita bisa merasa ’safe’ saat melakukan perjalanan. Terlepas dari apa yang sudah terpasang di badan, ada baiknya juga memperhatikan sisi kesiapan kendaraan seperti kualitas Ban, Shock breaker, Rantai, Rem, Lampu hingga Pelumas sekalipun.
Bicara pelumas, SHELL hadir sebagai salah satu penyedia pelumas dengan keunggulan standar internasional. Hadir dengan teknologi DPA (Dynamic Performance Additive) yang dapat dipercaya mengatur oksidasi di dalam bak mesin yang efeknya dapat membuat kendaraan tetap fit dikendarai. Jika kendaraan tetap fit dan senantiasa melakukan pemeriksaan kondisi mesin secara rutin sudah tentu akan dibarengi oleh tingkat kenyamanan yang dirasakan pengendara, tentunya ini menjadi sebuah satu kesatuan kenyamanan dimana kendaraan pun sudah siap secara teknis sementara pengendara sudah siap oleh atribut yang terpakai.

2. ATTITUDE
Bicara Aman Berkendara tentu tak akan lepas dari yang namanya ATTITUDE atau SIKAP. Poin ini bisa senantiasa ditunjukkan saat kita berkendara di jalan raya yang harapannya jika kita ber-’tingkah’ baik maka perilaku tersebut bisa menjadi contoh bagi pengendara lain.
Fakta di jalan memang masih jauh dari kondisi ideal dimana sering terjadi perebutan hak badan jalan, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, di abaikannya perintah-perintah petugas hingga mempertunjukkan sikap berbahaya saat berkendara seperti perilaku zig-zag, pemakaian kelengkapan berkendara yang tidak pada tempatnya hingga penolakan pemakaian atribut perlengkapan standar berkendara. Perilaku ’nyeleneh’ itulah penyebab dasar seringnya terjadi insiden baik dalam skala besar maupun kecil.
SHELL bukannya tidak tanggap seperti yang beberapa waktu lalu ditunjukkan di dalam berbagai ’gathering’ yang banyak melibatkan para pengendara roda dua dimana sisipan-sisipan pesan keselamatan selalu digaungkan demi tercapainya kondisi ideal saat berkendara.
Membludaknya populasi kendaraan roda dua memaksa berbagai instansi menjalankan triknya sendiri-sendiri dalam usahanya menyentuh sisi kesadaran pengendara untuk berperilaku aman dan nyaman baik bagi diri sendiri maupun pengendara lain. Kita yang di posisikan sebagai pengguna jalan raya senantiasa wajib mendukung penuh sebuah kampanye ber nuansa Safety Riding demi mengejar situasi ideal saat berkendara yang harapannya dapat memperkecil tingkat kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua yang ironisnya hingga kini jalan raya masih saja gemar mengumbar fakta dimana jalan raya rutin mengambil korban setiap harinya baik berakhir luka ringan, luka berat hingga tewas sia-sia.

3. ACTION
Disinilah ACTION itu akan bergerak. Jika ATTRIBUTE sudah mendukung dan ATTITUDE yang berkaitan dengan sopan santun dalam berkendara sudah terpenuhi maka waktunya lah untuk mewujudkan dalam bentuk sebuah aksi (ACTION). Atribut standar lengkap akan sia-sia tanpa Sikap yang tak jauh dari pengabaian sopan santun, begitu juga sebaliknya. Aksi akan menjadi pelengkap dalam mewujudkan sebuah arti keselamatan dimana kita bisa menjadi pihak yang selamat saat pulang dan pergi dari dan ke sebuah tujuan. Keluarga tetap menanti dan jangan sampai ktai hadir ditengah keluarga hanya berupa sebuah berita kecelakaan saja.
Tentunya AKSI ini pun harus dibarengi dengan ketegasan para petugas yang berada di lapangan untuk senantiasa menjunjung tinggi penegakkan hukum jalan raya. Sikap setengah-setengah dari para penegak hukum hanyalah akan menjadi makanan basi yang akan di ’lepeh’ setelah dirasakan. ACTION atau aksi haruslah dilakukan oleh setiap pengendara yang sudah sadar tentang pentingnya manajemen resiko saat berkendara.
Kini dituntut kesiapan dan intensitas pihak-pihak terkait baik dari sisi Kepolisian, ATPM, produsen alat-alat keselamatan berkendara hingga produksi pelumas macam SHELL untuk menggelar berbagai konsep yang mengutamakan penyebaran virus Aman Berkendara demi terciptanya kondisi ideal dan jauh dari data-data miring tentang fenomena kecelakaan.
Pengendara atau pemilik kendaraan bermotor pun sudah seharusnya mau mengambil waktu untuk mempelajari berbagai informasi dan pengetahuan tentang perilaku berkendara yang baik. Membuat SIM pun idealnya harus lebih rapi demi menekan pelaku-pelaku miring yang senantiasa akan bertindak gegabah saat berkendara, inilah poin yang harus dicermati Kepolisian sebagai penyaring utama para pengguna kendaraan.
Jika ATTRIBUTE sudah terpenuhi dan ATTITUDE sudah nyaman menjadi bagian dari diri sendiri maka ACTION lah yang akan menjadi penentu utama saat kita dapat selamat atau tidak di belantara jalan raya. Wujudkan 3 A dan SADAR AMAN BERKENDARA UNTUK KESELAMATAN BERSAMA.

( SHELL Blog Writing Competition 2008 )

PREY! SHOOT 'EM UP! BATMAN BEGINS!

23 Jun 2008

Berturut-turut PREY, SHOOT 'EM UP dan BATMAN BEGINS ngisi wiken hasil rental dari VideoEzy. Yang terhitung Nu Rilis kudu dikembalikan sehari kemudian dan yang bukan Nu Rilis bisa disimpan hingga pekan depan. Hasil nontonnya antara puas dan tidak maklum dua film yang disebut paling awal hanyalah film-film ga penting.

[ PREY ]
Kisah sebuah keluarga yang menghabiskan waktu liburan di Afrika -tidak disebut negara mana- yang pada perjalanannya justru terperangkap jadi target makan kawanan Singa. Akibat tak bisa menahan pup, David anak terkecil Tom Newman akhirnya meminta penjaga hutan untuk sementara menepi di tengah padang rumput kering Afrika. Gagal pup yang ada justru sang penjaga hutan disantap singa yang kebetulan ternyata berada di sekitar kendaraan.

Cerita terus jalan diisi santap menyantap singa dengan manusia buruannya termasuk 2 penduduk asli Afrika dan satu yang katanya pemburu nomor satu. Satu keluarga tetap utuh hingga akhir cerita termasuk Tom yang datang belakangan. Lebih bagus lagi semisal si kecil David saja yang disantap singa akibat tidak bisa menahan pup di tempat yang harusnya sangat diwaspadai.

Ending : Singa jantan habis terbakar hasil jebakan Amy yang memilih lari paling akhir.

[ SHOOT EM UP ]
Kisah jagoan ga jelas yang adegannya habis buat tembak-tembakan dari awal hingga akhir. Alkisah Smith yang tak sengaja menolong bayi hasil incaran Hertz. Merasa tak mampu merawat bayi, Smith meminta bantuan Donna pelacur susu kelas kakap. Kejar-kejaran tak bisa dihindari hingga akhirnya terungkap fakta bahwa persekongkolan melibatkan politisi / Senator.

Tergoda membaca review buruk Shoot Em Up yang ternyata benar buruk dan juga tergoda muka jelita Monica Belluci akhirnya film dikembalikan ke rental tanpa banyak kesan. Stupid shootout all along.

[ BATMAN BEGINS ]
Meski dah berulang-ulang nonton via DVD ilegal akhirnya ngebet Batman Begins orisinil demi membaca terjemahan adegan per adegan. Kisah Batman di restart setelah sekian lama vakum di layar lebar.

Bruce Wayne yang didera ketakutan dan kegelisahan akhirnya mengembara hingga akhirnya ditemukan Ducard dan Ra's Al Ghul. Merasa berbeda pandangan tentang ketidak adilan, Bruce akhirnya memutuskan balik melawan penolongnya dan kembali ke Gotham dengan misi menumpas ketidak adilan.

Dibantu Alfred dan Lucius, persenjataan Batman dibuat sejak awal mulai dari kostum, sayap, bumerang hingga mobil baja Bat-Mobil. Berturut-turut hadir Scarecrow dan Ra's Al Ghul menjadi lawan manusia kelelawar Batman.

Restart epik Batman berlanjut Juni-Juli 2008 ini dengan Batman : the Dark Knight yang kali ini akan melawan the Joker.

Kung Fu Panda

18 Jun 2008

17 Juni 2008 @ 21 Blok M Plaza
Nonton Kung Fu Panda

Mau kasi bintang berapa ya ? Bintang berapa pun boleh lah karena tema yang diangkat dari Kung Fu Panda ternyata tampil super ringan, tanpa konflik dan dibalut humor per kata maupun slapstick yang lumayan menyegarkan.

Alkisah Po, panda gembul penjual mie yang selalu berangan-angan menjadi salah satu jagoan kung fu penyelamat dunia secara tidak sengaja terpilih menjadi Pendekar Naga. 5 pendekar kung fu yang mengharapkan kebagian peran jadi Pendekar Naga spontan meragukan kemampuan si Panda karena melihat tingkahnya yang teramat ceroboh dan sulit dipercaya kehandalannya. Master Shifu yang tetap percaya pada Master Oogway akhirnya mau melatih Po menjadi Pendekar Naga.

Sementara di lain tempat, Tai Lung, mantan murid Master Shifu akhirnya dapat melepaskan diri dari belenggu penjara dan berniat mengambil Gulungan Suci yang sudah lama diincarnya. Di tengah perjalanan, 5 pendekar (Tigress, Monkey, Mantis, Viper dan Crane) yang berusaha mencegah Tai Lung datang ke kota akhirnya harus takluk. Datang dengan niat jahat untuk merebut Gulungan Suci akhirnya Tai Lung harus melawan Po setelah lebih dulu melumpuhkan Master Shifu.

Alur cerita tidak banyak menghadirkan konflik model pengkhianatan para 5 pendekar dan tidak juga menyertakan asal-usul Po yang di angkat anak oleh seekor angsa Mr. Ping. Target Audiens yang menyasar ke semua umur ternyata klop dengan ringannya cerita dan mudah ditebak arah adegan berikutnya mulai dari kesempatan Po yang masih grogi lalu berlatih dan kemudian menjadi yang terpilih "The Chosen One".

Monggo nonton, lumayan buat penyegar diri dengan tawa dan saksikan kelucuan tingkah polah Po menghadapi takdirnya sebagai Yang Terpilih. Ending ceritanya pun mungkin bisa dianggap Po terlalu mudah mengalahkan Tai Lung yang tampil ganas sejak lepas dari penjara.

“ yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift, that’s why a gift calls present “.

*thanks to wiwi yg dah ngajak refreshing :-)*

Vario dan BeAt

16 Jun 2008

Kehadiran Honda Beat buat gue antara menyenangkan dan mengkhawatirkan, satu sisi adalah penyegaran dimana pasar matic low-end kini memiliki peserta petarung baru bersama-sama dengan Mio, Spin dan Libero, sementara di sisi lain mengkhawatirkan karena takut mengikis pasar Honda Vario yang notabene sama-sama punya cc yang sama. Setelah beberapa hari diliputi kegelisahan karena khawatir terjadi pembunuhan brand yang sempat dialami Honda Karisma yang terbunuh Honda Supra-X 125, akhirnya setelah mengetahui lebih dekat dan mengamati lebih dalam sekmen pasar serta membaca banyaknya artikel penunjang kemunculan Beat kini pun pelan-pelan rasa khawatir itu hilang.

Saat Suzuki men-duet-kan Spin untuk bodi mini dan Skywave dengan bodi gambot, Yamaha sudah lebih dulu hadir dengan si cute Mio plus rekannya Nouvo plus Mio Soul, Honda akhirnya mengeluarkan teman baru si besar Vario yaitu si mini Beat. Cc sama dengan sekmen pasar yang berbeda mengiringi kemunculan si Beat, Honda Vario lebih menyasar ke pasar usia 26-45 tahun sementara Beat lebih ke usia gaul di sekmen usia 16-25 tahun. Ya setidaknya gue bahagia bisa masuk ke pasar yang sesuai dengan keberadaan Vario. Kisaran harga Vario yang bermain di angka 14 juta dan Beat yang 12 jutaan semakin membuat calon pemilik motor memiliki banyak opsi.

Sukses buat Beat yang konon diluncurkan untuk menjadi penantang baru di kelas skutik low-end. Dari sekian media yang gue baca mengenai 'Riding Impression', mayoritas memberi acungan jempol dalam menyikapi kesiapan Honda bermain di kelas skutik. Semoga duet nya dengan Vario bisa mengarah ke sebuah konsep 'Dynamic Duo' ala Batman dan Robin di dunia superhero.

BeAt will beat.