Value Life Value Safety ! Solo

24 Jun 2009

Solo menjadi kota terakhir tujuan roadshow Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) bulan Juni 2009. Kota kecil SOLO yang terkenal dengan Keraton Surakarta dan Nasi Liwet-nya ini hadir sebagai tuan rumah pelatihan Defensive Riding bagi karyawan PT Unilever. Bertempat di ruang konvensi di Hotel Indah Palace sebagai ruang teori dan lahan Makro Solo sebagai tempat praktek, peserta dengan rata-rata 50 orang per hari tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan oleh para instruktur, baik pada sesi teori maupun praktek. Seperti pada pelatihan-pelatihan lain, instruktur sdr Dharma menekankan pentingnya menerima pengetahuan baru berkendara dari pelatihan ini. Penekanan ini muncul karena tak jarang peserta mengabaikan materi seolah merasa tidak perlu lagi adanya ‘refreshment’ dalam pengetahuan berkendara. Secara tak sadar pula kualitas pengendara dari tahun ke tahun semakin menurun, orang akan semakin mengganggap mudah dan sepele soal berkendara.

Sama seperti pelatihan di kota-kota sebelumnya, peserta datang dari berbagai unit di dalam PT UNILEVER yang di dalam kesehariannya menggunakan sepeda motor. Insiden-insiden yang kerap terjadi diharapkan dapat dikurangi paska pelatihan yang secara maraton di lakukan di 3 kota di Jawa Tengah ini. Pada sesi praktek peserta dibekali peningkatan skill atas kondisi-kondisi darurat jika memang terjadi di keseharian, salah satunya adalah metode PENGEREMAN. Sesi ‘Pengereman’ yang dikawal langsung oleh instruktur Herry Wahyudi ini memberikan kesempatan peserta untuk mencoba berbagai macam metode rem, baik hanya rem depan, rem belakang maupun kombinasinya. Dalam kecepatan konstan 40 km/jam peserta diberi kesempatan untuk mendalami fungsi rem. Rem ini sendiri berfungsi sebagai alat untuk memperlambat laju putaran roda, dan bukan untuk menghentikan kendaraan. Paradigma baru yang ternyata dapat diterima peserta sepenuhnya. Selain praktek ‘Braking’, dipertunjukkan pula konsep ‘Judging’ dimana peserta diberi latihan mengambil keputusan secara cepat. Bendera 3 warna membedakan kamar-kamar ‘cone’ setelah instruktur mengangkat bendera putih sebagai simulasi pengambilan keputusan menghadapi penyeberang jalan. Berbagai ekspresi ditunjukkan peserta karena banyaknya kekeliruan yang terjadi.

Sementara sesi Commentary Riding seperti biasa dihadirkan untuk meng-koreksi pemahaman berkendara baik dari sisi ‘Behaviour’ maupun ‘Skill’. Semua ini dipertunjukkan langsung di jalan raya. Salah satu koreksi yang dilakukan adalah bagaimana membentuk postur berkendara dengan baik. Tangan membentuk lekukan keluar, genggaman penuh ke grip / handle bar plus posisi kaki yang baik dengan penempatan kuda-kuda yang kuat menahan beban. Dalam sesi ini dipimpin langsung oleh instruktur Egi Nugraha plus 3 instruktur lain yang mengawal peserta ke jalan raya. Selain pembenahan atas postur berkendara, disini juga di refresh kembali pemahaman ‘Pre Trip Inspection’ berupa teori TCLOCK, ini adalah pemahaman inspeksi kendaraan yang idealnya dilakukan setiap hari sebelum kita berkendara. Ini sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan berkendara seperti matinya bohlam pada lampu sein atau rem, atau bahkan berkurangnya kanvas rem yang akan membahayakan pengendara di jalan.

RIDE LIKE A MASTER yang bersanding dengan tagline VALUE LIFE VALUE SAFETY milik PT UNILEVER berakhir pada tanggal 19 Juni 2009, mengakhiri 3 batch region Solo. Bp Herry Rachman selaku TSS Solo yang berkesempatan hadir di pelatihan hari terakhir terus mengingatkan bahwa hasil pelatihan ini tidak akan sampai disini melainkan dibawa terus pada saat semua pegawai berkendara. Semata-mata demi menekan angka kecelakaan pada staf PT UNILEVER pada khususnya dan pengguna jalan raya pada umumnya.

Value Life Value Safety ! Jogjakarta

Apa yang terlintas di benak anda ketika hendak mengunjungi kota bernama Jogjakarta ? Mengunjungi kota budaya sebagai salah satu kota pariwisata besar di tanah Jawa ? Mengunjungi kota motor yang sesak karena populasi kendaraannya yang begitu banyak ? Atau mengunjungi sebuah kota asing dengan rasa ingin tahunya yang besar untuk meng eksplorasi kota ini ? Ragam harapan wajar menjadi keinginan banyak pihak. Dan kali ini giliran kota Jogjakarta menjadi tempat persinggahan gelaran Roadshow Jawa Tengah bersama pihak Jakarta Defensive Driving Consulting dan PT UNILEVER.

Bicara Jogja tentunya harus memaklumi kota ini telah menjelma menjadi kota motor. Populasi yang begitu padat di jalan raya seiring dengan minimnya moda angkutan umum yang beredar di tengah kota menjadikan motor sebagai alat transportasi nomor satu bagi para penduduknya. Terlebih pada jam 10 malam angkutan massal resmi berhenti dan disinilah jumlah motor kian ramai memenuhi jalan. Bagaimana dengan aspek keselamatan yang terlihat ? Seperti hal nya populasi motor di kota besar aspek ini menjadi poin kesekian untuk diperhitungkan. Kecenderungannya lebih pada aspek kebutuhan saja untuk mengantar pengendara dari titik satu ke titik yang lain. Gaya berkendara menjadi beragam. Yang asal-asalan pun mudah terlihat. Satu kebiasaan negatif yang acap terlihat adalah ketelodoran pengendara di kota Gudeg ini yang lalai untuk menoleh sekilas. Perpindahan lajur dilakukan secara tiba-tiba dan manuver nya pun terlihat berbahaya.

Atas dasar mengurangi tingkat insiden di jalan raya dan merubah kebiasaan buruk pengendara roda dua, PT UNILEVER bersama JAKARTA DEFENSIVE DRIVING CONSULTING (JDDC) memberikan pelatihan total enam batch di kota Jogjakarta. Masing-masing satu hari kelas teori bertempat di ruang training LPP GARDEN AMBARUKMO, dan satu hari kelas praktek di eks lahan parkir HOTEL AMBARUKMO berikut sesi jalan raya menyusuri jl. Adi Sucipto KM.06. ”Apa kabar ?” …. ”Luar Biasa … Tetap Semangat .. Huu Haa!!”, teriak peserta dalam setiap batch mengawali pelatihan.

Dalam kesempatan kelas yang juga dihadiri pak Aryo Budiantoro selaku Safety Manager, pak Felix Untung DH selaku TSS serta pak Eko Prijono wakil dari DML, mereka menyampaikan pengharapannya bahwa selepas pelatihan ini diharapkan para peserta yang datang dari pengguna sepeda motor dapat menunjukkan jati diri yang baik saat berkendara. Menghormati sesama pengguna jalan, bersikap defensif serta mengutamakan aspek keselamatan adalah sebuah usaha yang mulia demi mengurangi tingkat kecelakaan. Setidaknya tujuan ini seragam dengan program RIDE LIKE A MASTER yang dibawa oleh JDDC selaku operator pelatihan mengemudi defensif. Salut untuk program PT UNILEVER dengan VALUE LIFE ! VALUE SAFETY !-nya.

MotoGP 06 : Catalunya Spanyol

15 Jun 2009

Banyak hal menarik jika kita menyaksikan pertandingan balap bersama orang-orang yang dekat dengan dunia balap. Contohnya saat seri Catalunya MotoGP kemarin yang menghasilkan Rossi sebagai jawara atas rekan satu tim nya Lorenzo. Kami semua melihat sebuah pertandingan balap yang benar-benar balap, tidak melulu hanya mengeluk-elukan Rossi sebagai pembalap terhebat atau menyindir-nyindir betapa mesin Ducati drop dimakan Yamaha. Sejak start memang sudah terjadi saling sikut duel Yamaha sementara Ducati via Stoner ada di posisi berikutnya. Apa yang terjadi, kami semua berkomentar senada melihat gelagat putar gas Rossi yang menahan Stoner di belakang agar Lorenzo bisa menjauh. Yang terjadi di sirkuit secara kasat mata memang seperti itu tapi entah jawaban apa jika asumsi tadi ditanyakan langsung ke seorang Rossi.

Lorenzo yang dibuat lengang justru tidak mampu memutar gas lebih kencang. Rossi yang menahan Stoner di belakang mungkin gemas dengan kecepatan yang dikembangkan Lorenzo. Setelah cukup menahan Stoner akhirnya Rossi berbuat sekehendak hatinya. Ya. Melaju cepat menelikung Lorenzo di setiap tikungan. Stoner yang berada di posisi tiga justru tak mampu menggeber lebih cepat dan terus terpatok di posisi yang sama. Sementara Rossi dan Lorenzo bisa makin jauh berduel bersama di Catalunya.

Seiring panas nya jalannya balapan terlihat Lorenzo tidak mau kalah dengan Rossi. Tenaga dan semangat mengalahkan segalanya. Segala upaya coba diteriakkan Lorenzo melalui mesin balapnya. Dasar memang Rossi masih jauh lebih berpengalaman dalam duel head to head, akhirnya pengakuan kemenangan tiba juga di tangan Rossi. Hasil Ducati justru memaksa Stoner menangis di depan kru saat penyambutan di podium. Kekecewaan besar seorang Stoner mendapati Ducati nya tidak mampu mengejar Yamaha. Manusiawi. Spontanitas yang terekam kamera benar-benar memunculkan kekecewaan Stoner terhadap tunggangan balapnya.

Bagusnya bagi sebuah balapan kini poin tiga pembalap teratas menjadi sama yaitu 106 antara VALENTINO ROSSI - JORGE LORENZO - CASEY STONER. Seri masih panjang. Duel antar pembalap di berbagai macam trek masih akan menyuguhkan banyak drama besar di kejuaraan paling bergengsi motor prototipe, MOTOGP.

Value Life Value Safety ! Purwokerto

10 Jun 2009

Kota ini menjadi rangkaian awal ‘roadshow’ Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengelilingi tiga kota di pulau Jawa. Menyusul setelah Purwokerto berlanjut ke kota Jogjakarta serta Solo. Bicara Purwokerto kota ini ternyata menyimpan pesona tersendiri dalam hal berlalu-lintas, wisata kuliner hingga wisata bukit Baturaden yang sudah cukup dikenal di kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bicara lalu lintas banyak hal menarik yang bisa ditemukan, dengan jalanan yang cukup lengang dan populasi kendaraan yang tidak padat membuat kota ini terlihat rapi dipandang mata. Jejeran kendaraan di lampu merah tampak tertib mengikuti garis-garis yang telah di tentukan. Kabarnya ketegasan petugas Kepolisian juga turut membantu mental pengendara menjadi lebih baik. Tidak ada pemandangan helm berjenis cetok maupun gelegar knalpot model ’racing’. Menurut salah satu rekan peserta, ketegasan pihak aparat disini sangat tinggi dan mampu menjadi alat yang menakutkan untuk merubah mental pengendara menjadi lebih baik. Bicara populasi kendaraan pun ternyata ber efek kepada tingkat emosional pengendara. Tidak ada aksi adu kebut di tengah kota maupun aksi salip yang berbahaya. Semua berjalan tenang yang otomatis membuat gaya dan emosi berkendara menjadi lebih nyaman. Kontras dengan situasi Jakarta. Dengan populasi kendaraannya yang tinggi, Jakarta menjadi ajang pembuktian adu kuat tahan emosi. Purwokerto dengan luas kotanya yang tidak terlampau besar mampu menekan emosi menjadi jauh lebih baik.

Bagaimana dengan sisi lain kota Purwokerto, sebagai jalur utama di daerah Selatan ternyata Purwokerto hadir sebagai penyumbang jumlah penginapan tertinggi. Tak kurang dari 170 penginapan hadir sebagai tempat singgah para pelaku perjalanan. Purwokerto hadir sebagai sebuah kota transit yang cukup aman. Penginapan-penginapan ini hadir di segala penjuru kota baik di pinggiran hingga naik ke atas di kaki bukit Baturaden. Sedang sebagai teman makan hadir berbagai ragam menu salah satunya adalah Soto Sokaraja.

Kembali berbicara VALUE LIFE VALUE SAFETY, slogan ini datang dari kepedulian PT UNILEVER kepada para karyawannya yang memang sehari-harinya bergelut dengan jalan raya, mulai dari level Sales yang harus bekerja lintas kota, para SPG hingga seluruh staf yang sehari-harinya memang menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat transportasinya. Hadir sebagai mitra penyelenggara pelatihan berkendara adalah JAKARTA DEFENSIVE DRIVING CONSULTING dengan program rutin RIDE LIKE A MASTER. Lokasi acara ini sendiri mengambil tempat di Hotel Astro Purwokerto, aula tengah sebagai tempat teori dan lahan parkir hotel sebagai tempat praktek.

Total tiga batch Purwokerto – Unilever (batch 1, 2, dan 3) dengan rata-rata peserta 45 orang mengikuti pelatihan berkendara defensif (bertahan) selama satu minggu penuh terbagi satu hari teori dan satu hari praktek untuk masing-masing batch. Berbagai cerita menyedihkan seputar berkendara menjadi bagian yang diperbincangkan sepanjang sesi teori maupun praktek. Dengan lintasan luar kota yang terbilang sibuk dengan kecepatan tinggi maka pemandangan insiden berkendara menjadi hal lumrah. Bersinggungan antar setang, tergelincir di tikungan akibat oli hingga pemandangan tragis pengendara motor terlindas truk menjadi bagian dari pengalaman para peserta. Atas dasar kepedulian untuk selamat dari kecelakaan inilah peserta diajak menilik kembali mentalnya apakah di dalam kesehariannya mereka sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk bersikap aman saat berkendara. Karena naik motor bukan hanya berkutat cara menekan rem atau memutar gas melainkan juga meliputi pembentukan karakter dan sikap saat berkendara. Saling hormat menghormati, bersikap defensif serta meningkatkan skill berkendara semuanya wajib dimiliki oleh pengendara modern saat ini. Bicara berkendara bicara ’100 % full time job’, tak ada waktu untuk lengah dan harus tetap fokus.

Kata-kata penyemangat juga tak lepas dari para wakil Unilever yang hadir di tiap-tiap sesi pelatihan. Tak kurang dari pak Agung Harsono selaku Activation Officer Jogja-Purwokerto, pak Nursaid selaku OM Samilanggeng Purwokerto serta pak Agus Suyono selaku TSS Jogja Selatan turut hadir menyemangati peserta agar pelatihan ini dapat di serap dengan baik dan menjadi pegangan dalam cara berkendara setiap harinya. Menjadi lebih baik dalam berkendara di jalan raya akibat tuntutan pekerjaan seyogyanya dapat di implementasikan secepat mungkin bersamaan dengan target perusahaan yang mencanangkan ’Nihil Kecelakaan’ kepada para staf operasionalnya.

Ruang Training JDDC-UNILEVER Jogja

3 Jun 2009


At wisma LPP Jogja