Manchester United 'singkirkan' Barcelona

30 Apr 2008






Akhirnya ! Lolos juga MU dari hadangan Barcelona setelah semalam menuntaskan perlawanan tim Catalan dengan skor 1-0 melalui kaki Paul Scholes, nama yang absen saat MU rengkuh gelar jawara Champion 98-99. Pertarungan memang bikin hati super dag dig dug karena justru MU lah yang ditekan Barcelona. Beruntunglah MU bisa memanfaatkan sebuah peluang menjadi gol. Setelah hasil akhir 0-0 di Nou Camp, penggemar MU wajib khawatir karena hasil draw berapapun 1-1, 2-2 atau yang lain bakal menempatkan Barcelona di partai puncak karena unggul agresifitas tandang.

Minus Rooney dan Vidic, full team muncul nama-nama Tevez dan Ronaldo sebagai duet serang, di tengah muncul Scholes, Nani, Park dan Carrick sementara gelandang bertahan Hargreaves justru di plot di barisan belakang menemani Ferdinand, Brown dan Evra. Sisi kiper tetap dipercayakan kepada sosok besar Van der Sar yang kacaunya semalem rada mengkhawatirkan saat lepas bola ke depan.

Berangkat lah ke Moscow dan pulang membawa trofi juara !!!

Mubes KHCC di Ciledug

28 Apr 2008

Sedikit dokumentasi Mubes KHCC (*Karisma Honda Cyber Community)
Hasil utama (*sambil nunggu MoM nya Octa*) :
  • Peter jadi ketum lagi !








Warung Musik i-Radio

Minggu paginya sebelum ke mubes KHCC mampir ke Warung Musik I-Radio, sayang cuma dapet liat Kang Sandy sama Rofik plus the Upstairs doank, lewat deh ga liat Putri Soehendro n Meli Munial ... nonton cuma sampe jam 8 doank ....












Stiker Kampanye Aman Berkendara

25 Apr 2008

Bagi sebagian orang yang tergabung dalam klub atau komunitas roda dua tentu ada kebanggaan tersendiri jika atribut pengenal klub/komunitas berupa stiker tertera di bagian motornya, entah pada spatbor, bodi motor hingga box-box besar yang 'nangkring' di buritan. Identitas tersebut bisa berbentuk logo-logo hingga tulisan mentereng kepanjangan dari inisial-inisial klub/komunitas.

Di satu sisi membanggakan tapi terkadang di lain sisi kadang juga merugikan saat si pembawa atribut tersebut dapat dikenali dengan jelas saat yang bersangkutan mungkin tidak menjalankan hal-hal baik dalam berkendara yang sudah menjadi visi dan misi klub dan komunitasnya. Saling tegur jika berbuat kekeliruan seperti menjadi hal biasa dimana intinya mengajak untuk saling introspeksi bahwa mengenakan atribut kebanggaan klub/komunitas adalah sebuah bentuk tanggung jawab teramat besar.

Selain itu media stiker dapat juga menjadi media mengakrabkan diri jika satu sama lain yang sama-sama mengenakan atribut klub/komunitas saling tegur sapa di jalanan, ini yang membuat berkendara menjadi penuh warna dan kita tidak dibuat sendirian saat berkendara di jalan raya.

Bagaimana jika stiker-stiker tersebut digantikan saja dengan stiker-stiker ber bau nada kampanye Aman Berkendara (*Safety Riding) ? Seperti misalnya ajakan untuk tertib Lalu LIntas seperti ajakan berhenti di belakang garis putih atau penolakan kendaraan untuk naik ke trotoar ,atau mungkin ajakan massal untuk mengenakan helm standar saat berkendara serta bisa juga nada-nada penyemangat penuh inspirasi bahwa keamanan saat berkendara adalah segalanya. Huruf cetak tebal plus ajaran positif dari si pengendara setidaknya bisa menjadi contoh bagi pengendara lain di belakangnya yang kebetulan menyimak isi dari stiker kampanye tersebut.

Waktunya para bikers untuk saling mengingatkan untuk bisa tertib berlalu lintas karena suka atau tidak fakta 2 orang tewas dalam satu hari di jalan raya masih menjadi fakta yang menakutkan. Nada pengingat tersebut bisa kita sebar luaskan melalui stiker-stiker bernada kampanye, kurangi atribut klub/komunitas yang terlalu banyak tertempel dan coba gantikan dengan stiker-stiker kampanye.

Helm Full Face.. Siapa Takut ?

24 Apr 2008

( www.jalanraya.net ) Agak sulit memang menemukan sosok lady biker yang mau diajak ngobrol soal motor, bukan motor dari sisi teknisnya tapi lebih ke arah berkendaranya, apalagi JalanRaya.net sebagai instrumen penggerak kampanye Safety Riding termasuk getol cari-cari informasi dari kacamata pengendara roda dua, baik mereka yang awan maupun mereka yang sibuk bergabung di komunitas/klub roda dua.

Iha Farhati, 24 tahun, termasuk salah satu dari sekian ribu pengguna roda dua yang sehari-harinya harus berkutat dengan kemacetan jalan raya. Domisili nya memang di Sidoarjo, tapi tetap saja dimanapun jalan raya tetap menyimpan efek macet seolah tidak mau kalah dengan kota besar Jakarta. Soal perlengkapan berkendara, iha begitu panggilannya, termasuk lengkap mulai dari atas hingga bawah, helm pun Iha memilih jenis full face yang katanya bisa melindungi kepala dari benturan kala jatuh, lalu jadi pelindung dari angin dan cuaca yang buruk hingga panas dan polusi. Menghadapi kemacetan pun Iha punya trik yaitu persiapan ekstra sabar saat berkendara hingga bernyanyi-nyanyi untuk membuat hati lebih rileks
Pengalaman jatuh hingga dengkul terluka pun pernah jadi catatan berkendaranya saat Iha harus melakukan rem mendadak karena ada orang yang menyeberang secara tiba-tiba. Menurut catatannya selama 6 tahun berkendara hanya jatuh 1 kali dari motor. Catatan yang impresif bukan ?

Dari sekian rentetan pertanyaan yang muncul dari redaksi JalanRaya.net ketika harus menjawab apakah merasa sudah tertib lalu lintas, Iha menjawab dengan tegas "SUDAH". Sebuah sikap yang harusnya dimiliki oleh setiap pengendara sepeda motor yang lalu lalang di jalan raya ketimbang bersikap cuek dan tidak menghargai setiap aturan jalan raya yang berlaku.

Iha yang bekerja sebagai seorang desainer dan doyan ber interaksi dengan komputer setiap harinya harus ngejabani 15 km sekali jalan dengan tempo setengah jam perjalanan. Cukup dekat memang tapi kalo bicara keselamatan jalan raya yang penuh dengan resiko, usaha Iha dalam menyikapi unsur 'safety' perlu di acungi jempol. Tetap Safety Riding !!

Profil Iha Farhati (iha) :
Usia : 24 th
Domisili : Sidoarjo
Pekerjaan : Designer di sebuah prshan textile di sby
Hobi : demen bgt yg namanya komputeran, baca2, jalan2,ngenet..

Not All Bikers are Brothers

23 Apr 2008

Sadar atau tidak sadar kita hidup dan bersosialisasi tidak hanya di tengah para kawan melainkan juga para lawan, orang yang awalnya mungkin pantas dihormati justru lambat laun bisa saja memiliki sifat kontradiktif yang ujungnya memiliki potensi merusak harmonisasi yang sudah terbangun.

Konsep dasar kata "brotherhood" jika secara awam diterjemahkan menjadi "suasana kekeluargaan", apapun yang tengah terjadi di masyarakat, satu sama lain wajib menjaga demi mempertahankan sebuah eksistensi. Sayang, tidak ada lagi definisi positif yang bisa saya ambil dari makna "brotherhood". Saya tidak rela anda menjadi saudara saya karena anda memang bukan saudara saya, begitu mungkin pikiran radikal jika ingin dikeluarkan dari mulut. Saudara saya tentu adalah saudara kandung saya sendiri atau darah daging saya sendiri. Saya lebih suka mengartikannya sebagai "pertemanan", pertemanan yang bisa menjadi tempat berbagi dari kegiatan positif atau negatif sekalipun. Coretlah kata "brotherhood" dari benak anda karena sampai kapan pun kata tersebut layak diperdebatkan.

Berkumpul adalah hak setiap orang, tapi ketika hak itu ditentang kita diberikan dua opsi, mau bersikap defensif atau justru ofensif. Saya pikir menjadi defensif jauh lebih baik daripada selalu berkoar bicara penegakan peraturan dan ber misi melenyapkan satu ikatan pertemanan. Ironis !

Jika kita mau komunitas kita maju, bersikap lah legowo dan rela menjadikan lawan sebagai kawan dan tidak menyerangnya secara gerilya seolah-olah kerja manis kita tidak layak diberikan sebuah tanda jempol dari jemari kita. Sejak awal saya tidak pernah setuju sebuah kalimat "All Bikers are Brothers" tapi justru saya mengusung "Not All Bikers are Brothers" sebagai sebuah tameng untuk menghindari musuh yang pelan-pelan senang menggerogoti.

Lihat di sekeliling anda ? Anda tak akan pernah tahu jalan pikiran orang di samping anda.

CRASH TEST DUMMIES

22 Apr 2008

Pernah dengar istilah "CRASH TEST DUMMIES" ? Yang gue tau itu dulu menjadi nama salah satu band 90-an, tapi kali ini sekilas iklan tentang apa itu Crash Test Dummies muncul di MetroTV. Ternyata istilah itu ditujukan buat para boneka yang sering muncul pada tes-tes kecelakaan atau tabrakan mobil atau motor. Biasa terlihat pada tes kecelakaan tersebut dimana pada mobil tes disertakan tiga boneka masing-masing sebagai pengemudi, dan 2 penumpang (satu depan satu belakang).

oOoooo ... I see ! Crash Test Dummy hehehehehhheee.......... ngendon di rumah lumayan dapet pengetahuan sekilas-sekilas !

source gambar

Wisata Bahari Lamongan


Lokasi : Paciran Lamongan, sekitar 2 jam perjalanan dari Surabaya

Tarif :
  • paket 1 : Rp. 25.000 , tp bayar lg setiap masuk wahana;
  • paket 2 : Rp. 45.000 , bisa menikmati semua wahana tanpa bayar lg







info from my best pren Iha Farhati

LOVE EARTH - EARTH DAY 22 APRIL

Selamat Hari Kartini !

21 Apr 2008

aiiihhhh ....... inbound Matrix seru kartini-an :-)


Me and Redd at Monas

Green Festival Senayan

Lain event Pekan Keselamatan di bilangan Monas, lain pula event Green Festival yang digelar di Senayan. Jelang hari Bumi orang beramai-ramai saling menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan. Di sela jeda liputan di Monas, gue menyempatkan diri melintasi Sudirman dan berhenti di Parkir Timur Senayan untuk melihat sebuah event bertajuk "Green Festival". Tujuannya tak lain untuk mengajak masyarakat luas untuk lebih peduli pada lingkungan dengan mencoba merubah hal-hal buruk dalam skala kecil menjadi suatu tindakan yang berguna untuk menyelamatkan eksistensi hijaunya bumi. Dilematis memang jika ternyata hal-hal buruk yang ada di festival ini adalah bagian dari tingkah keseharian kita, event ini seperti menyentil kebiasaan buruk kita yang terlihat sehari-hari.

Gerbang utama Green Festival dibuka oleh puluhan animasi Benny dan Mice yang saling sindir tentang keseharian manusia hingga pada gerbang-gerbang selanjutnya pengunjung di ajak melihat ruang demi ruang dan apa saja yang bisa kita rubah demi menjaga hijaunya bumi. Ruangan dimulai dari yang bertajuk HALAMAN, lalu GARASI, RUANG KELUARGA, KAMAR TIDUR, RUANG KERJA, DAPUR hingga KAMAR MANDI. Beragam tips dengan nikmat bisa disantap karena apa yang ditampilkan di ruang demi ruang begitu dekat dengan keseharian kita.

















Helm Anak

Apakah anda sudah memberikan perlindungan yang baik terhadap anak ketika berkendara ? Semisal memberikannya helm sesuai kebutuhan akan keselamatannya. Helm anak saat ini hanyalah menjadi pelengkap aksesoris berkendara dimana banyak sekali jenis helm anak yang dijual sementara sisi kualitas menjadi sisi yang terabaikan. Model helm anak memang sepertinya menarik dari yang berwarna-warni hingga berbentuk tokoh kartun, tapi tengok materialnya yang sungguh tidak bisa dipertanggung jawabkan. Memiliki helm anak idaman yang sama kualitasnya dengan helm dewasa kebanyakan menjadi pengandaian yang rada sulit direalisasikan.

Helm Anak Helm Anak Juga

Tapi impian di atas sedikit terpenuhi paska acara "2nd Global Road Safety Week, Young Road User", para peserta kampanye yang kali ini diisi oleh rekan dari RSA atau Road Safety Association mendapat 'compliment' berharga berupa helm anak. Material yang ada sama bagusnya dengan helm dewasa yang sudah ber-lisensi SNI. Kandungan yang baik benar-benar tertanam di helm anak berwarna putih bersih ini, di sisi kanan-kiri tergambar logo dari Dephub* dan GRSP* serta tulisan bernada kampanye "Pilih, Pakai, Pasang Helm dengan Benar ... KLIK !!!".

Sayangnya jenis helm ini tidak banyak beredar luas seperti di toko-toko aksesoris berkendara hingga mungkin ke mal-mal dan hypermarket, setidaknya fakta itulah yang dilihat oleh redaksi Jalanraya.net. Distribusinya hingga kini masih bersifat terbatas seperti saat ada event spesial bernuansa kampanye Aman Berkendara. Kita coba tunggu apakah helm jenis ini akan beredar untuk masyarakat luas. Harga yang tinggi namun berdampingan dengan kualitas yang baik rasanya tidak dapat dijadikan alasan bagi para orang tua untuk tidak membelinya.

Lengkapi si kecil sama baiknya dengan si orang tua.  

*Departemen Perhubungan
**Global Road Safety Partnership

Meeting Project JR-TM




Sabtu 19 April kemarin.

Meeting ke-2 project JalanRaya.net dan TemanMakan.com akhirnya kelar dengan sejumlah kesepakatan. Kurun waktu sebulan pematangan proposal semoga selesai tepat waktu hingga nanti saatnya berburu sponsor. Berangkat pagi tidak lantas bersikap malas-malasan karena project ini terhitung besar. Bersama 2 rekan KHCC akhirnya gue meluncur ke komplek Pondok Indah tempat meeting berlangsung. Jalanan lancar tanpa halangan, paling-paling macet di Kemang karena ruas jalan yang bener-bener payah ukurannya.

Sesampainya di lokasi meeting, langsung tanpa banyak babibu konsep berupa rundown yang semalam sebelumnya gue kerjakan eksra cepat akhirnya disepakati bersama mulai dari perkiraan jam mulai acara hingga acara selesai yang berakhir dengan PR survey rute yang sedianya akan dilakukan minggu-minggu ini, dibantu rekan JalanRaya.net yang lebih punya waktu luang dalam melakukan survey.

Rundown kelar dibarengi selesainya list pit stop yang TemanMakan ajukan. Meeting berjalan lancar bersama 5 rekan lain TemanMakan. Deadline event tetap pada bulan Agustus sehingga maksimalisasi meeting pun harus rutin digelar seminggu sekali yang diputuskan tetap di markas TemanMakan di pd Indah ketimbang harus booking tempat di resto atau cafe yang notabene bakal menyusahkan isi dompet.

Sampai ketemu di meeting selanjutnya.