MotoGP 02 : Motegi Jepang

29 Apr 2009

Motegi Jepang ... menyisakan Lorenzo, Rossi dan Pedrosa di tiga teratas finisher seri 2 MotoGP di Motegi. Cukup kaget baca liputan M+ soal balapan yang mengisahkan bahwa Rossi hanya bersandiwara di atas lintasan untuk memberi gelar ke rekan satu tim nya Lorenzo. Ketimbang memforsir kecepatan dan meninggalkan pesaing, Rossi memilih bermain dengan Lorenzo dan Pedrosa. Dugaan muncul karena sempat terjadi pertemuan sebelum balapan, apalagi jika bukan membahas pertarungan balap yang konon makin tidak kompetitif antar pembalap dan pabrikan. Kalo melihat balapannya sih memang ada kesan tarik ulur gas dari Rossi.

Tapi diluar dugaan sandiwara Yamaha tetaplah menjadi yang terbaik di sirkuit Motegi, Honda yang diduga bermasalah malah menempatkan Pedrosa yang kaget sendiri atas performanya. Stoner dengan Ducati sang Jawara di seri Qatar harus puas membututi tiga terdepan. Ada siapa di belakangnya ? muncul Dovi dan Melandri, yup Melandri, dengan membawa Kawasaki non-modifikasi baru. Maklum pabrikan resmi Kawasaki justru sudah mundur sebelum seri GP 2009 dimulai.

Kini Yamaha menguasai puncak dan tinggal menunggu seri lanjutan di Jerez hari minggu besok (3/5/2009). Ducati yang ternyata tidak mengalami kecocokan dengan Motegi harus meningkatkan performa jika tak mau tertinggal.

Turing Iseng dan Narsis

27 Apr 2009

Berangkat jam 5 pagi tapi baru jam 10 malam kendaraan masuk garasi. Padahal tujuannya hanya Puncak PP. Melalui rute Sentul - Bukit Pelangi - Gadog - Puncak akhirnya rombongan berhenti di pedagang Sate Kiloan beberapa ratus meter dari masjid At Ta'awun. Hidangan sate kambing tambah tongseng mampu mengisi rasa lapar. Kelar makan siang akhirnya kami memutuskan bergerak ke masjid untuk menunaikan ibadah Dhuhur. Disini menu Jagung Bakar dan Tahu Sumedang menjadi teman lanjutan, wah perjalanan kali ini tak lebih dari perjalanan makan-makan dan foto-foto, entah berapa berat badan yang naik kelar melakukan perjalanan ini.

Kurang lebih jam 2 siang akhirnya kami merapat ke Gunung Mas. Perjalanan ini seperti kilas balik saat GK 1 Karisma Honda Cyber Community beberapa tahun yang lalu. Bedanya rute yang kami ambil adalah sebaliknya, melalui jajaran hijau kebun teh dan jalan berbatu kami pun bersemangat menyusuri jalur keras ini. Beruntung cuaca cerah yang menjadikan rute tetap bersahabat untuk dilewati.

Tak kurang sate kambing, tongseng, jus belimbing, belum lagi teh hangat, Jagung bakar, tahu sumedang sampai menu paket A HokBen habis dilahap sepanjang perjalanan, itu belum termasuk penawaran teh botolan non-sugar yang ditawari spg cantik bernama Fitri plus Mizone dari bapak-bapak yang datang menawarkan. Pemandangan yang tak kalah hebat adalah silih bergantinya raungan sirine dari motor sipil yang lalu lalang memecah kesunyian di lalu lintas buka-tutup saat itu. Nada geram sempat mampir karena sempat beberapa kali peserta rombongan ber-sirine mengeluarkan gelagat arogan. Harap maklum. Jelas-jelas kadar taat aturan nya masih kalah jauh dengan rombongan kami meski cc mesin yang kami kendarai cenderung kecil.

Overall perjalanan ini menyenangkan, saat berangkat berisi 7 rider, pulang tinggal 5 karena dua yang lain memutuskan pulang lebih cepat. Untuk melepas penat perjalanan ini benar-benar bermanfaat meski durasi perjalanan menjadi tidak ideal karena banyaknya kesempatan parkir untuk makan dan foto-foto. But let's do that again !

Menikung by Joe Palladino

14 Apr 2009

MotoGP 01 : Losail Qatar

Geliat MotoGP kembali menyeruak. Seri satu di Qatar yang awalnya harus berjalan Senin dini hari (WIB) harus pindah ke Selasa. Penyebabnya adalah basahnya lintasan akibat hujan badai yang memaksa lintasan terlihat bak cermin karena terlihat pantulan sinar lampu penerang sirkuit. Atas alasan keselamatan balapan pun mundur sehari. Jika dibatalkan tentu saja pihak Qatar yang akan mencak-mencak.

Hasil akhir menempatkan Stoner teratas diikuti Rossi dan Lorenzo. Stoner seperti melaju sendirian tak terkejar, bahkan oleh Rossi sekalipun. Yang menarik adalah Pedrosa yang harus menerima nasib kurang baik, pertama karena loncatan gas yang berlebih hingga motor mendadak wheelie, tersenggol rider lain hingga hilang balans sampe melorotnya performa sampe harus menerima finis di posisi 11. Beruntung Pedrosa tidak jatuh. Ini motornya yang liar atau hanya terganggu cedera, jadi ingat video Pedrosa di sesi latihan yang memutar gas terlalu kencang hingga mental di samping Hopkins yang lantas terpana.

Bicara balap malam sepertinya balapan jenis itu tidak lebih menarik. Kilatan lampu yang membuat motor cantik sepertinya tidak terlalu dibutuhkan sebagai sebuah hiburan. Bagaimanapun malam adalah waktunya badan ber istirahat, belum lagi terpaan angin gurun yang dingin. Entah bagaimana rasanya melaju ratusan km/jam ditengah hembusan angin malam tanah Qatar. Lebih baik kembali ke balapan siang seperti seri-seri lainnya.

Untuk sementara Stoner bisa meluangkan waktu berpesta untuk selanjutnya berperang kembali di Motegi.

Sumber Gambar: www.motogp.com

Jakarta - Purwakarta PP

13 Apr 2009

a Long weekend made me has no choice than to speed up my City Sport and take her for a ride. Destination : Jatiluhur, Friday April 10, 2009. Woke up early at 5 wasn't so difficult thing to do. The schedule was to leave Bekasi at 08 from the pit stop at Petronas gas station (West Bekasi). First, i'd like to make comment for this Petronas, i thought it was a clean space like Shell, but i went wrong. The toilet is out of order and the Green colour of Petronas as not as clean as Shell. Pertamina ? no way, there is only a few Pertamina clean gas station we can find. Not good as i thought, come on Petronas, clean up !

Arif, one of my companion arrived with his word .. "don't speed up later bro", since that is his first touring with us at KHCC (Karisma Honda Cyber Community). Next, DJ (Djoko) and Somadto arrived, as we wait for another group from Jakarta. Finally we start to run the engine at around 8.30 (forget the exact time). Me, who always take notes like kilometres and so on had to easily dissapoint since i left my book at home .. arrghh .. i cannot count the exact miles and riding duration. Around 15 riders hit the road to Purwakarta. Most riders ride Honda Karisma & Karisma X alongside with one Honda Vario dan my Honda City Sport.

We took the route "Pantura", from Bekasi - Tambun - Cibitung - Cikarang thru Klari then Purwakarta (Jatiluhur). By 11 we finally arrived then made Prays at nearest Mosque while we're waiting a few friends to ride along. After praying, we went to Jatiluhur Dams to take lunch. Unfortunately the menu was too slow to show, almost we had to make hard complaint to the restaurant. Me, who's not to keen on fish food (prefer fresh water than sea water) had to eat it all. I was hungry .. arrghhh .. okey okey .. later i was full and ready for taking 15 mins powerful nap to accelerate fitness before riding to next detination, Cirata Dams, about an hour journey from Jatiluhur near Jonggol route.

We end the journey at Cirata around 17 while sun set off the bridge. Well this dams (Cirata) looks better for me than Jatiluhur, at least that friday ride. The sun has set, we gotta go home. Instead of reaching Bandung we decide it to make this trip one way round Jakarta - Jatiluhur - Jakarta. Route home took place normal road from Purwakarta to Cikampek. The road was awful when we hit Cikampek, too many mini holes on the street so that we had to escape too many times.

Overall the journey went fine, unless the missing (kilometres) data that i used to make. We took a rest for snack + coffee near Tambun - Kalimalang before we hit our own ride home, at 23 i landed my City Sport home at last. What a single day ride. Zzzz .. zzz.

Pasang Kamera Saku di Motor

2 Apr 2009



Instalasi on board camera sepertinya untuk sementara sudah cukup. Menggunakan braket murah meriah dan bisa dibilang gratisan dari tukang las langganan. Ide awalnya sih memang terinspirasi kebutuhan menangkap momen saat berkendara, apalagi ruas jalan di Jakarta banyak menghidangkan pemandangan lezat ala bikers, mulai dari kesemrawutan jalan raya hingga perilaku unik nya.

Awalnya 'kebelet' menimang sebuah GO PRO HERO karena desainnya yang sudah di set untuk sebuah aktifitas luar ruang dan tahan guncangan . Gagal Go Pro Hero maka diputuskan lah tipe kamera saku yang sudah saya punya untuk jadi bahan uji coba, sebuah kamera tipe Canon Powershot A400, bukan sebuah kamera tahan banting (outdoor) memang. Atas nama nekat akhirnya saya beranikan saja menempelkan kamera saku itu karena toh tujuan awalnya hanya untuk nge-capture momen-momen ketat seperti kemacetan dan membaginya dengan khalayak ramai. Bukan mengambil momen jalan rusak dimana guncangan hebat rentan membuat kamera rusak.

Apa aja kebutuhannya ?

  • Tentu saja kamera saku
  • Mur 10
  • Plat yang dilubangi untuk masuk drat spion dan drat kamera (10)
  • Karet
(cek gambar)

Tinggal plug and play, tinggal sesuaikan kebutuhan angle nya saja. Beruntung jika drat kamera ada di sisi tengah bodi kamera karena lebih stabil saat terpegang. Soal bagaimana konstruksinya silakan pelajari lewat gambar dan jika dirasa kurang kokoh mungkin bisa beri masukan untuk konstruksi saya berikutnya. Pemasangan kamera sejenis sudah dilakukan bro Taufik dan di share melalui blog nya ( http://ninja250r.wordpress.com/2008/09/08/diy-braket-kamera-saku-untuk-motor/ ).

Via video di youtube terlihat kamera berjalan baik di area jalan raya dengan aspal memadai, beberapa teman juga mengakui hasilnya sudah cukup. So ... Time to share road traffic .... say Smileee ..... !!!