SNI oh SNI

25 Mar 2009


Salah satu teman terlihat bersungut-sungut membaca situasi lalu lintas kota Surabaya yang jauh lebih sadar akan pentingnya keselamatan kepala ketimbang kota asalnya, Jakarta. Apa yang menjadi pembeda, tak lain adalah tegasnya peraturan di Surabaya yang langsung menilang pemakaian helm jenis cetok. Mungkin efek takut ditilang memaksa para pengendara di Surabaya melupakan pemakaian helm cetok.

Jakarta yang terhitung ibukota negara sesungguhnya harus memiliki ketegasan yang sama dengan Surabaya. Karena melalui ketegasan itulah pengendara akan lebih menghargai keberadaan hukum dan aturan yang berlaku. Menindak tanpa pandang bulu adalah sebuah usaha maksimal yang idealnya diterapkan demi merubah kebiasaan buruk pengendara yang selalu melalaikan keselamatan.

Di luar perbedaan penegakan aturan pemakaian helm non-cetok tadi kini muncul ragam kontroversi baru tentang keinginan pemerintah untuk menerapkan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk dipakai oleh seluruh pengendara roda dua. Sebuah usaha yang baik meski masih miskin sosialisasi. Faktanya belum banyak pengendara yang faham tentang definisi SNI itu sendiri dan bagaimana kualitas helm yang sudah dilabeli SNI. Bisa jadi penempatan logo SNI hanya sekedar formalitas bernuansa bisnis agar bisa lolos dari jerat hukum.

Pada skala internasional sendiri sertifkasi pengaman kepala memilih lembaga model SNELL dan DoT yang sudah wara-wiri memunculkan data kualitas helm terbaik dan selalu up to date ini diakui dan digunakan juga pada aktivitas high risk seperti dunia balap International. Kemunculan SNI sendiri sudah saatnya sejajar dengan lembaga yang disebut tadi, tentunya dengan kekuatan lembaga yang sama kuatnya dalam menjamin unsur keselamatan dan penilaian terhadap sebuah produk yang dikeluarkan. Sudah rahasia umum bahwa konsistensi penegakan hukum di Indonesia pada prakteknya selalu naik turun. Ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk mensosialisasikan dalam level apa SNI bisa ditempatkan. Tentunya semua demi keselamatan pengguna jalan raya.

1. Sebenarnya apa fungsi utama helm untuk pengendara motor?
---> Helm lebih sebagai media peredam benturan langsung terhadap kepala & muka, meskipun tidak dalam porsi menyelamatkan tapi fungsi helm lebih pada mencegah dan meminimize tingkat cedera pada kepala akibat benturan. Ini akan berpengaruh banyak jika helm yang digunakan mampu menutup seluruh area kepala dan muka.

2. Seperti apa sih helm yang bisa menjamin keselamatan berkendara? Apakah yang sudah mempunyai standar internasional seperti DOT dan SNELL?
---> DoT (Departement of Transportation - http://en.wikipedia.org/wiki/Department_of_Transportation) dan SNELL (http://en.wikipedia.org/wiki/Snell_Memorial_Foundation) adalah organisasi independen yang mendunia dan memang mengkhususkan diri mewartakan fungsi helm (khususnya SNELL) dan memberikan uji sertifikasi atas kualitas helm dimana pada kerjanya mereka memberikan rating produk helm satu dengan yang lain agar bisa menjamin keselamatan kepala meski tidak 100 %.

3. Apa pengaruhnya jika pengendara motor tidak menggunakan helm yang tidak berkualitas?
---> Takaran berkualitas pada masyarakat Indoenesia lebih kepada sisi desain dan material, biasanya untuk daily riding cukup mengenakan half-face, sementara untuk tour riding lebih prefer ke full-face. Melalui sertifikasi internasional layaknya SNELL DOT pengendara bisa merasakan lebih safe karena material helm yang terbeli sudah benar teruji dengan metode tes kelas wahid (tes benturan dari ketinggian tertentu hingga tes dalam wind tunnel). Jawaban jika tidak menggunakan helm yang berkualitas kualitas cedera kepala semakin buruk.

4. Menurut anda, helm berkualitas itu seperti apa?
---> Ukuran berkualitas jika helm itu mampu memberikan keamanan & kenyamanan pada kepala, fungsi chin strap yang kuat, casing yang teruji hingga material busa yang melindungi batok kepala serta berat yang ringan. Untuk ukuran DoT dan SNELL pasti masuk hitungan meskipun SNI sudah mampu berbicara lebih untuk memuaskan keinginan pengendara terhadap kenyamanan sebuah produk.

5. Pemerintah akan memberlakukan SNI wajib Helm per 25 maret besok. Apa pendapat anda ?
---> SNI berarti sudah standar nasional, jika proses rating produk sebelum memberikan label SNI berjalan transparan dengan metode pengetesan yang diketahui khalayak luas dan memberikan listing produk (merk) helm yang benar tentunya konsumen dapat memilih mana jenis atau tipe helm yang layak dibeli. Dan labeling SNI ini diharapkan jauh dari kesan bisnis dan dipaksakan karena bagaimanapun kepala atau bahkan nyawa adalah bayarannya.

6. Mereka (pemerintah) mengatakan tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat keselamatan berkendara yang selama ini sangat kurang. Terutama meningkatkan standar kualitas helm terlebih dulu. Apa pendapat anda?
---> SNI adalah sesuatu yang harusnya bisa dibanggakan. Apalagi jika eksistensi SNI bisa terlihat layaknya DoT atau SNELL yang notabene lebih di akrab di konsumen yang sudah 'melek' soal safety pada helm.

7. Tapi, ketika saya tanya siapa nanti yang mengawasi, mereka masih binggung. Katanya sih kepolisian atau dishub?
---> Semua saling terkait karena semua punya peran soal ROAD SAFETY, terkait dengan pengawasan yang efektif memang sulit bayangkan kalau keberadaan sticker SNI atau SNELL/DOT sudah berada dijutaan kepala yang sedang berada di jalanraya pengawasan nya akan luar biasa mengeluarkan energi. Saya rasa kesadaraan masyarakat akan pentingnya keselamatan yang dapat meningkatkan keselamatan bukan helm! Untuk itu tingkatkan program permberdayaan keselamatan, masyarkat yang akan memilih helm ini sebanding tidak dengan kepala atau nyawanya nya, disisi lain memberikan helm yang berkualitas harus tetap dijalankan.

8. Yang jadi masalah adalah helm-helm impor yang notabene mereka sudah mempunyai standar internasional. Apakah standar mereka sudah cukup untuk keselamatan?
---> Secara data tentunya merk-merk impor yang sudah ber label DoT atau SNELL (original) berarti sudah cukup mumpuni untuk melindungi kepala, sebagai catatan di negeri tercinta ini banyak label-label DOT/SNELL palsu kalau kita melihat list certified helmet dari institusi DOT/SNELL sendiri banyak helm dengan merek & type tertentu tidak tercantum disana (wah gimana neh..?) dan banyak juga merek-merek import terkenal namun tidak semua typenya certified.
Pelarangan penjualan di luar standar SNI tentunya harus diluruskan, paling tidak masyarakat dapat memilih MINIMUM standar helm yang harus dipakai yaitu sesuai SNI. Merek-merek import terkenal dan berlabel DOT/SNELL yang masuk ke Indonesia juga tetap harus diawasi kejujurannya.(Note; sticker DOT & SNELL mudah di temui diemperan terminal Blok M kisaran harga cuma Rp.2,000-,)

9. Apa saran anda kepada pemerintah dan pengendara motor untuk mengurangi tingkat kematian akibat salah menggunakan helm?
---> Pemerintah (atau pihak terkait) sudah harus mulai patuh dan konsisten akan UU yang mereka buat. Konsistensi adalah segalanya. Kampanye secara massal berikut sosialisasi dan penegakan hukum di jalanan teramat penting untuk dilakukan agar masyarakat 'kapok' untuk melanggar hukum. YLKI harus diberikan kekuatan dan power yang sama seperti institusi KPK dengan demikian akal-akalan bisnis dengan mendompleng niat yang baik dapat diminimize.

Sepatu Riders : RVR Rescape

17 Mar 2009

RVR Rescape 02

Sepatu adalah salah satu media pelindung pengendara motor, sepatu melindungi kaki dari panas atau dingin, dan juga mengurangi luka jika terjadi gesekan. Di pasaran banyak sekali pilihan sepatu yang tentunya harus di siasati dengan kondisi jalan yang ada. Tipikal sepatu pengendara motor haruslah bisa melindungi hingga mata kaki, berbahan tebal, dan akan lebih ideal jika dilengkapi dengan pelindung di ujung kaki berupa besi agar di jalan makin aman. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu objek bahaya adalah potensi terinjaknya kaki dari pengendara lain atau mungkin kendaraan lain.

Salah satu merk yang tengah menyusupi pasar adalah sepatu untuk naik motor ber label RVR Rescape ( KLIK DISINI UNTUK WEBSITE ). Berikut review sederhananya.

TAMPILAN
Tampilannya terbilang baru dengan melancip dengan sistem ikat ritsleting dan buckle ala ikat pinggang. Warna yang tersedia sejauh ini masih hitam. Menurut sumber yang bisa dipercaya kabarnya RVR ini nantinya akan keluar versi yang lebih murah dengan material yang lebih menyerupai produk Tomkins (Safety Shoes) dengan rentang harga dibawah 300 ribu.

HARGA
Masih ada di kisaran 350 ribu tentunya ini bisa menjadi pilihan yang ideal. Meski di rentang yang sama hingga 400 ribu pengendara juga bisa mendapatkan sepatu merk Krisbow versi pendek.

UKURAN
Rentang ukuran ada di 40 s.d 44. Pastikan sebelum membeli sudah melakukan 'fitting' ke kaki. Biasanya pada merk satu dengan merk yang lain berbeda ukuran meski tidak jauh.

KELEMAHAN
Meski dari sisi tampilan terbilang mantap sebenarnya produk RVR Rescape ini memiliki kelemahan pada sisi pengikat. Buckle nya tidak mengunci rapat pergelangan dengan baik. Ini bisa tertutupi dengan fungsi ritsleting di bagian mata kaki bagian dalam. Pekerjaan rumah buat produsen untuk re-design sistem pengikat di produk yang satu ini.

Sebagai pilihan tentunya kemunculan RVR jadi barang bagus. So coba hunting ke penyedia apparel berkendara terdekat dan pastikan kita dibekali 'safety riding gear' yang layak saat berkendara.

POIN 1 - 10
Cukup 7


*pictures owned by RVR website*

Pilih mana ? World Superbike atau MotoGP ?

16 Mar 2009






Apa yang membuat anda memilih salah satu dari dua kejuaraan balap motor terbesar di jagat raya ini, MOTOGP atau WORLDSUPERBIKE. Pembeda paling besar adalah jenis motor yang dipakai. Motogp murni sebuah kendaraan prototipe dimana kecanggihan teknologi adalah satu poin yang dikejar, tak heran kehebatan Ducati akhir-akhir ini rada tidak bisa diterima para fans dan pemerhati balapan karena merasa tertinggal teknologinya. Sementara World Superbike adalah balapan motor produksi massal, sistem modifikasi racing diterapkan di kelas utama Superbike, sementara yang lebih umum bisa di lihat di seri Superstock dan Supersport.

Lalu simak jumlah kontestan di link berikut ini, untuk Motogp klik http://www.motogp.com/en/riders/MotoGP , lalu untuk WSBK klik http://www.worldsbk.com/pubb_EN/riders.php , perbandingan jumlah kontestan yang lumayan jauh juga bukan, Motogp lebih sedikit memiliki starting line up. Dari gengsi jelas Motogp masih teratas, tapi jika terlena dan pemirsa lebih menyukai balapan ketat, Motogp kudu waspada akan ancaman tontonan ala WSBK. Yang lebih bisa diterima dari WSBK adalah di pertontonkannya motor produksi massal. Ini jatuhnya sebagai tolak ukur sebenarnya perbandingan satu brand motor dengan brand motor yang lain. Di race 2009 Aprilia masuk sebagai pengancam utama Ducati dan Honda plus Yamaha di arena WSBK.

Kapasitas mesin bagaimana ? WSBK menggila dengan kapasitas besar nya yang 1000 cc ke atas, sementara Motogp kudu disunat menjadi hanya 800 cc.

Sedikit mengutip dari blog lain (http://www.kapanlagi.com/clubbing/archive/index.php/t-6058.html) :
Perbedaan mendasar terletak pada karakter sepeda motor yang dipakai. MotoGP menggunakan mesin berkapasitas 800 cc dan merupakan tipe khusus yang sengaja dibuat untuk balapan. Sedangkan superbike adalah sepeda motor produksi massal atau dijual bebas di pasaran dengan kapasitas 1.000 cc ke atas. Artinya, lomba MotoGP hanya bisa diikuti oleh tim yang mendapat dukungan dari pabrik sepeda motor. Sementara untuk terjun ke arena WSBK bisa membentuk tim tanpa dukungan pabrik sepeda motor. Tim yang berminat cukup membeli sepeda motor dari dealer, kemudian mendaftarkan ke pengelola lomba, FG Sport.

Untuk referens pembeda lain bisa kebet link ini : http://www.majalahbikeart.com/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=43 , wah kalo dibayangkan sebenarnya WSBK jauh lebih seru ketimbang Motogp ya ? Tapi selera tetaplah selera, masing-masing penggemar punya porsi masing-masing dalam memilih dua jenis balapan ini untuk jadi agenda tontonan.

Saya pribadi tetap butuh dua tontonan ini, di Motogp untuk melihat Rossi dikepung para pembalap muda yang mengincar jatah sebagai penerus legenda balapan. Di WSBK untuk lebih melihat ketatnya balapan dan banyaknya kontestan yang berada di starting grid. GO RACE GO !

Kelar liat 'Taping' Extravaganza

11 Mar 2009

Apa ekpektasi anda saat diundang atau diberi tiket gratis atau apapun itu untuk menghadiri sebuah acara live maupun taping di sebuah stasiun televisi ? Berharap terhibur lepas dari penat, banyak teman baru, jadi ajang kumpul atau justru berharap merchandise barangkali saja ada lemparan-lemparan tak terduga ragam merchandise. Di sela-sela itu apalagi yang diharapkan ? Konsumsikah ?. Untuk kesekian kali gue mampir ke TransTV dan kali ini berkesempatan melihat dari dekat bintang-bintang Extravaganza. Kelar (dulu) Empat Mata dan Akhrinya Datang Juga kini seri humor ini mampir ke agenda pulang kantor. Datang bersama 5 orang teman lain ke studio 1 TransTV di Mampang. Agenda yang sedianya dijadwalkan masuk jam 7 akhirnya sukses molor, no problem karena jadwal apapun di negri ini sudah biasa molor.

Intinya sebenarnya cuma ingin mengkritisi aja kalo acara ini sebenarnya tidak lucu-lucu amat karena latar belakang para pemainnya yang bukan dari komedi, terkadang slapstick, terkadang pasang muka aneh tapi lumayan masih bisa menyempilkan joke singkat yang (syukurnya) lucu. Dari 10 sesi gue hanya ngelarin sekitar 4-5 sesi termasuk pengambilan lagu Ello yang sampai berjalan 2x. Overall sih sebenarnya acara ini bisa dibilang okelah bagus. Tapi jika pemirsa hadir langsung di tempat syuting rasa-rasanya ekspektasi akan berbeda dengan kenyataan. Gue dari kacamata pribadi melihat para pemeran Extravaganza ini 'emoh' terlibat interaksi dengan penonton. Kalaupun berinteraksi terkesan ala kadarnya. Kasian penonton diminta tertawa tidak jelas, bertepuk tangan tanpa harus ada yang diberikan aplaus sampai harus kering tanpa diberikan minuman ala kadarnya. Pemeran terlihat asik sendiri di panggung, ngobrol, colak-colek genit sampai Verni (atau Ferni Ismail) dan Ronald yang sempat ada di bibir panggung pun tidak terlihat menoleh menawarkan interaksi. Indra yang sempat duduk di bangku penonton pun asik dengan script dan menggoda pemeran lain di atas panggung.

So jadi agak sedikit berbeda sekarang nih pandangannya karena interaksi antara fans dan artis tidak terumbar disini. Entah memang sibuk di set atau memang tidak ada kewajiban memberikan hiburan plus-plus pada mereka yang datang. Karena jika dilihat penonton itu banyak yang datang dari daerah yang jauh seperti Malang. So mungkin TransTV dan kru Extravaganza mau sedikit berkorban memberikan jamuan pada penonton mulai dari sedikit konsumsi dan interaksi antara penghibur dan yang dihibur. Durasi pun jika taping jauh akan molor dan lebih baik memilih acara LIVE yang jelas masa putar syutingnya. Scale 1 to 10 kepuasan menjadi penonton ? 5 !

Lesehan ala Warung Komby Kalimalang

2 Mar 2009

"Kapan mo nyobain warung Komby ?" , begitu tanya teman kelar mencoba Nasi Goreng Semarangan tempo hari. Ok, gue jawab jumat deh ya kita makan, ntar gue traktir, yah efek gajian ya beginilah. Alhasil jumat malam janjian lagi di seputaran Cipete kelar Magrib untuk lantas meluncur ke Kalimalang sesuai rute perjalanan pulang. Lokasinya terbilang mudah ditemukan. Jika tau dengan BCA dekat Curug Kalimalang, posisinya ada di sebelah kiri gedung BCA, tepat di pelataran bengkel mobil umum yang buka dari pagi hingga sore. Karena space cukup lapang maka pengelola Warung Komby (WK) ber inisiatif memanfaatkan ruang kosong. Kesan pertama yang terlihat adalah kebersihannya, di luar space warung yang terbilang super lega. Jam buka adalah dari pukul 19.00 hingga 23.30.

Parkir malam itu terbilang masih lengang karena sempat kepikiran jangan-jangan bakal penuh jelang weekend. Awalnya gue pikir pengunjung bisa langsung menuju tempat duduk ternyata oleh pelayan langsung di arahkan menuju ke mobil Komby sebagai booth makanan. Bagus juga arahannya ketimbang harus berebut tempat saat baru datang, jadi pengunjung memesan dulu baru kemudian mencari tempat duduk untuk selanjutnya menu siap diantar ke meja masing-masing. Malam itu berdua kawan langsung mengambil menu berikut :

- Jus Alpukat Spesial cak Komby (*lezat karena dimasukin kopi segala di alpukatnya) seharga 9000
- Jahe Hangat seharga 6500
- 2 Bebek Penyet seharga @ 14500
- 2 Sate Paru seharga @ 4500
- Tempe seharga 1500
- Tahu seharga 1500
- 2 Ceker seharga @ 1500
- 2 Lalap Sambel seharga @ 5000
- 2 Nasi seharga @ 2500

Total 69500 rupiah.

Kelar minta izin mengambil gambar justru di waktu berikutnya dipergoki pak Tori sebagai pengelola nya. Beruntung beliau enak di ajak ngobrol, mungkin dikira mata-mata yang seenaknya mau ambil gambar gue langsung memberikan informasi bahwa gue datang dari komunitas motor plus blogger, yang suka nulis-nulis apapun dan kali ini mau nge review beberapa warung makanan. Ternyata beliau membuka diri lebar-lebar, syukurlah, obrolan pun jadi panjang pake sesi foto-foto pula (*foto pak Tori tuh berbaju hijau).

Overall apa yang coba disajikan Warung Komby adalah kenikmatan menu berbalut nyamannya suasana. Space ada yang menggunakan tempat ala lesehan, bangku ber-tenda hingga bangku kecil. Semuanya nyaman di lokasi outdoor. Jika hujan arena lesehan bisa bergeser ke ruang bengkel yang terbilang teduh. Bagusnya lagi bengkel ini bengkel bersih sehingga jauh dari kotoran oli atau apapun ala bengkel. Spot nya cocok buat jadi tempat ngumpul, tempat diskusi karena tidak riuh (paling karena musiknya) plus tingkat kenyamanannya yang terbilang oke punya.

Bagaimana dengan kelezatan makanannya ? Pedas nya Bebek Penyet benar-benar terasa, bertambah lezat tumpang tindih sama Sate Paru dan air es Alpukat bernuansa kopi. Wah nikmat. Nah buat yang mau coba jangan lupa ajak gue ya :-)

*temen siape sih yang dimaksud dateng makan bareng gue ? hahahaa ... itu si Irwan Handoko, wong Bekasi n KHCC*

-- Culinary Cyber Riders --